Kami percaya bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi dan kami sepenuhnya mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia genap enam bulan. Nutrisi maternal yang sehat merupakan kunci untuk memulai dan melanjutkan pemberian ASI.
Lihat Selengkapnya
Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau oleh: dr. Budi Purnomo, Sp.A, SubSp.GH(K)
Waktu Baca: 2 Menit
Tekstur BAB anak 1 tahun tergolong normal jika masih dipengaruhi oleh asupan makanan dan cairan, meski warna, bentuk, dan konsistensinya kerap berubah-ubah seiring perkembangan sistem pencernaannya.
Namun, tidak semua perubahan BAB tergolong normal, Moms. Karena itu, orang tua perlu memahami tanda BAB yang masih wajar dan yang perlu diwaspadai.
Memahami BAB Anak 1 Tahun
Frekuensi, bentuk, warna, dan tekstur BAB anak 1 tahun sangat penting untuk memantau kesehatan pencernaan anak. Ya, seperti apa BAB Si Kecil bisa menjadi indikator dari kesehatan saluran cerna, asupan cairan, pola makan, hingga suasana hatinya.
Setelah anak menyusu, minum susu, atau makan, tubuhnya akan menyerap semua zat gizi yang diperlukan. Sisa makanan yang tidak diserap tubuh kemudian akan didorong keluar melalui usus untuk dibuang ketika anak BAB.
Jadi, seperti apa BAB anak nantinya tentu tergantung pada semua hal tadi: makanan dan minuman yang masuk ke tubuh anak, fungsi dan proses pencernaannya, penyerapan gizi, serta kondisi kesehatannya.
BAB anak usia 1 tahun wajar berubah-ubah, baik dari segi warna, bentuk, maupun frekuensinya, karena pola makan dan sistem pencernaannya masih terus beradaptasi. Bentuk feses sehat tidak hanya satu jenis, sehingga Moms tidak perlu terlalu khawatir dengan perubahannya selama si Kecil tetap aktif, mau makan, dan tidak rewel.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), warna feses normal pada anak bervariasi antara kuning, kecokelatan, hingga kehijauan. Feses yang sehat umumnya bertekstur lunak dan mudah dikeluarkan, sesuai kategori normal pada Brussels Infant and Toddler Stool Scale (BITSS), skala penilaian feses yang dikembangkan khusus untuk bayi dan balita. Sisa makanan yang terlihat di feses juga masih wajar karena kemampuan si Kecil mengunyah dan mencerna makanan padat masih berkembang.
Frekuensi anak 1 tahun BAB itu berbeda-beda, bahkan setiap anak juga jadwal BAB-nya bisa berganti tiap saat. Frekuensi BAB diusahakan kurang dari empat kali. Namun, khusus untuk anak full ASI bisa lebih dari empat kali. Waspadai bila tekstur BAB cair. Jadi, bila Si Kecil BAB satu kali dalam sehari, lebih dari satu kali dalam sehari, atau setiap dua hari sekali, berarti BAB-nya masih normal, Moms.
Ciri-Ciri Tekstur BAB Normal pada Anak 1 Tahun
Bentuk feses sehat ada macam-macam, ini tergantung pada berbagai faktor. Nah, umumnya, tekstur BAB anak dikategorikan jadi tujuh jenis berdasarkan Bristol Stool Chart atau skala feses Bristol.
Menurut skala ini, jenis tekstur BAB anak 1 tahun yang normal adalah tipe 3 dan 4. Lebih jelasnya, mari kita cek dulu setiap jenisnya, ya.
- Tipe 1: BAB keras, kering, dan bulat-bulat berhamburan seperti kelereng kecil-kecil
- Tipe 2: BAB keras juga tapi lebih padat dan menggumpal, mirip sosis atau buah anggur yang bergerombol.
- Tipe 3: BAB lebih lunak meski masih cukup kering, mirip sosis juga tapi lebih menyatu dan gumpalannya lebih halus dari tipe 2.
- Tipe 4: BAB lunak dan halus dengan bentuk memanjang seperti pisang.
- Tipe 5: BAB lembek dan berbentuk potongan-potongan terpisah yang terlihat jelas
- Tipe 6: BAB sangat lembek, hancur, dan potongannya tak beraturan
- Tipe 7: BAB sangat encer dan tidak berbentuk sama sekali
Maka, bisa dikatakan bahwa ciri-ciri tekstur BAB normal pada anak 1 tahun yaitu yang cukup lunak dan padat, dengan bentuk memanjang mirip sosis atau pisang.
4 Warna BAB Normal pada Anak 1 Tahun
Selain tekstur feses anak, Moms juga harus perhatikan warnanya. Warna BAB anak 1 tahun yang normal dan sehat itu biasanya cokelat, kuning, dan hijau. Dalam beberapa kasus, warna BAB kemerahan juga normal apabila disebabkan oleh apa yang Si Kecil makan.
Lebih jelasnya, ini dia ciri-ciri warna BAB normal pada anak 1 tahun:
1. Cokelat
BAB dengan warna kecokelatan (baik itu cokelat gelap, pekat, maupun terang) biasanya menandakan pencernaan yang sehat.
2. Kuning
Warna kuning terang, pekat, atau gelap juga masih menandakan BAB yang sehat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, warna kuning yang pucat bisa menandakan masalah pada liver atau organ hati Si Kecil.
3. Hijau
Jangan khawatir, Moms, warna BAB kehijauan juga masih tergolong normal dan sehat. Biasanya warna kehijauan bisa muncul kalau anak habis makan buah-buahan dan sayuran hijau.
Namun, kadang warna hijau yang sangat gelap bisa tampak seperti BAB hitam. Perhatikan dengan baik karena kalau memang warnanya hitam, ini bisa menandakan gangguan pencernaan yang serius.
4. Kemerahan
BAB kemerahan belum tentu berarti ada pendarahan atau masalah kesehatan tertentu. BAB Si Kecil bisa jadi kemerahan kalau ia memang habis makan buah naga, buah bit, atau makanan dan minuman dengan pewarna merah yang pekat.
Bila Si Kecil tidak mengonsumsi makanan atau minuman tersebut, sebaiknya Moms periksakan ke dokter.
Baca Juga: BAB Anak Warna Hitam? Ini Penyebabnya!
5 Faktor yang Memengaruhi Warna dan Tekstur BAB Anak 1 Tahun
Bentuk feses sehat dan warnanya memang ada banyak macam. Selain karena memang sistem pencernaan anak masih dalam tahap perkembangan, usia 1 tahun juga biasanya ditandai dengan banyak perubahan yang dapat memengaruhi saluran cernanya.
Mulai dari pola makan, rutinitas, hingga tahapan perkembangan diri anak, semua berperan penting dalam membentuk sistem pencernaan Si Kecil. Jadi, ini dia berbagai faktor penentu BAB anak di usia 1 tahun:
1. Transisi dari ASI ke MPASI
Selama anak masih menyusui ASI sepenuhnya, BAB-nya akan cenderung lunak dan warnanya tidak jauh dari kuning, hijau kecokelatan, dan cokelat. Bila bayi juga minum susu pertumbuhan, tekstur dan warnanya juga tidak akan jauh berbeda.
Namun, ketika anak mulai dikenalkan ke makanan padat dalam MPASI-nya, warna dan tekstur BAB-nya akan berubah cukup banyak. BAB-nya akan jadi lebih padat, hampir mirip dengan orang dewasa karena sekarang makanannya jadi lebih bertekstur.
2. Asupan Makanan
Nutrisi dan pola makan Si Kecil memengaruhi bentuk, tekstur, warna, dan bau fesesnya. Anak yang asupan seratnya tinggi, misalnya karena sering makan buah-buahan, biasanya BAB-nya akan lebih lunak dari yang asupan seratnya kurang.
3. Asupan Cairan
Seberapa banyak anak minum juga memengaruhi tekstur BAB-nya. Jika Si Kecil jarang minum, tekstur BAB-nya akan mengeras dan kering sehingga susah dan mungkin sakit dikeluarkan.
4. Makanan dan Kandungan ASI Moms
Tanpa disadari, makanan dan minuman yang Moms konsumsi bisa ikut masuk ke ASI dan memengaruhi pencernaan Si Kecil. Akibatnya, BAB anak mungkin jadi berubah tekstur dan warnanya.
Kalau Si Kecil lebih banyak mendapatkan ASI encer yang biasanya keluar di awal daripada ASI yang lebih kental yang baru keluar menjelang akhir sesi menyusui, kemungkinan BAB-nya akan jadi kehijauan.
5. Kondisi Medis atau Penyakit Tertentu
BAB anak juga bisa dipengaruhi oleh kondisi medis atau penyakit tertentu seperti alergi atau intoleransi makanan, penyakit celiac, infeksi virus atau bakteri, maupun radang usus.
Namun, biasanya Moms akan melihat gejala atau keluhan lainnya pada Si Kecil di samping perubahan tekstur, warna, bentuk, atau bau BAB-nya.
Warna dan Tekstur BAB Anak 1 Tahun yang Tidak Normal
Kalau tadi sudah dibahas soal warna, bentuk, serta tekstur BAB anak 1 tahun yang normal, Moms juga harus pahami mana yang tidak normal dan menandakan masalah tertentu.
Tekstur dan Bentuk BAB Anak yang Tidak Normal
Bila Moms melihat tekstur dan bentuk BAB seperti di bawah ini, berarti Si Kecil sedang mengalami gangguan pencernaan atau ada kondisi medis lain yang jadi penyebabnya.
- BAB cair berlendir atau sangat lembek menandakan diare.
- BAB keras seperti kelereng atau buah anggur yang bergerombol artinya Si Kecil sembelit.
Dalam banyak kasus, hal ini belum tentu artinya ada kondisi medis yang serius. Diare dan sembelit adalah gangguan pencernaan yang sangatlah umum dialami anak usia 1 tahun dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari, tidak disebabkan oleh masalah serius.
3 Warna BAB Anak yang Tidak Normal
Berikut adalah warna BAB anak yang perlu Moms perhatikan:
1. Hitam
BAB berwarna hitam bisa menjadi tanda adanya perdarahan di saluran cerna anak.
2. Putih, Abu-Abu, atau Kuning Pucat
Warna ini dapat mengindikasikan adanya gangguan pada organ hati atau produksi empedu anak.
3. Merah
Jika bukan dari makanan berwarna merah, BAB merah, terutama yang terlihat segar dan cerah, bisa menandakan perdarahan pada saluran pencernaan.
Jangan ditunda, segera cari pertolongan medis apabila feses anak menunjukkan warna hitam, putih, merah, atau kuning pucat.
Kapan Harus ke Dokter?
Selain ketika Moms lihat warna feses anak seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya periksakan juga Si Kecil ke dokter apabila:
- Diare berkali-kali dalam sehari atau lebih dari 3 hari
- Muntah terus dan tidak mau minum
- Sakit perut parah
- Mengalami gejala dehidrasi
- Diare disertai darah
- Perutnya membesar dan mengeras
- Rewel terus dan tidak mau makan
Moms perlu waspada jika Si Kecil makan dalam porsi wajar sesuai usianya, tetapi berat badan tidak naik signifikan. Ini bisa disebabkan gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi atau faktor alergi. Penyebabnya bisa diketahui melalui pemeriksaan feses dan darah samar.
Menjaga Sistem Pencernaan Anak agar BAB Lancar dan Sehat
Supaya BAB Si Kecil tetap normal, dan lancar, Moms harus pastikan sistem pencernaannya sehat dan berfungsi dengan baik. Caranya yaitu:
- Menetapkan jadwal makan atau menyusui yang teratur.
- Memenuhi kebutuhan nutrisinya terutama protein, omega 3 dan 6, dan kalsium lewat ASI atau MPASI bila Si Kecil sudah mulai disapih.
- Mencukupi asupan serat, prebiotik, serta bakteri baik seperti L. reuteri yang penting untuk kesehatan pencernaan lewat makanan fermentasi (tempe dan miso) atau susu pertumbuhan yang baik bagi usus anak.
- Memastikan anak minum yang cukup setiap harinya.
- Makanan seimbang yang cukup, terdapat karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah. Dapat pula dilengkapi dengan susu sesuai kebutuhan.
Jadi pada intinya, tekstur BAB anak 1 tahun bisa berbeda-beda dan belum tentu menandakan adanya masalah kesehatan. Ada anak yang BAB-nya lebih lembek, ada juga yang sedikit lebih padat, tergantung makanan, asupan cairan, dan kondisi pencernaannya.
Karena itu, orang tua perlu memahami perbedaan antara BAB normal dan tidak normal dengan mengamati warna, tekstur, frekuensi BAB, serta kondisi anak secara keseluruhan.
Orang tua juga perlu memilih susu yang sesuai dengan kebutuhan pencernaan anak sekaligus memantau tekstur dan warna BAB-nya setelah dikonsumsi.
Pertanyaan Seputar Tekstur BAB Anak 1 Tahun
- Seperti apa tekstur BAB yang normal untuk anak 1 tahun?
Ciri-ciri tekstur BAB normal pada anak 1 tahun yaitu yang cukup lunak dan padat, dengan bentuk memanjang mirip sosis atau pisang.
- Kapan tekstur BAB anak dianggap tidak normal?
Tekstur feses anak tidak normal apabila terlalu keras, padat, kering, atau sebaliknya yaitu lembek, encer, dan tidak berbentuk. Sebaiknya segera periksakan ke dokter bila tekstur BAB anak terlalu keras atau encer.
Referensi:
Allan, S. (2024, June 2). Toddler Poop Chart: The Ultimate Guide. Canadian Digestive Health Foundation. https://cdhf.ca/en/toddler-poop-chart-the-ultimate-guide/
Bristol Stool Chart: Types & What They Mean. (2026, February 20). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/bristol-stool-chart
Chandra-Puri, A. (2025, November). Quick Dose: When’s Your Baby’s Poop a Problem? Northwestern Medicine. https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/quick-dose-when-your-babys-poops-are-a-problem
Chen SM, dkk. Screening for biliary atresia by infant stool color card in Taiwan. Pediatrics. 2006;117(4):1147–1154.
East of England Community Health and Care. (2019). Peeing, pooing and toileting. NHS. https://www.cambspborochildrenshealth.nhs.uk/peeing-pooing-and-toileting/
Huysentruyt K, dkk. The Brussels Infant and Toddler Stool Scale: A Study on Interobserver Reliability. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2019;68(2):207–213.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Warna Tinja, Apakah Berhubungan dengan Penyakit? idai.or.id
Narins, E. (2024, March 12). Everything You’ve Ever Wanted to Know About Toddler Poop. The Bump. https://www.thebump.com/a/how-often-should-toddler-poop
Molina, M. (2021, December 7). Your child’s poop: An ultimate guide. CHOC - Children’s Health. https://health.choc.org/your-childs-poop-an-ultimate-guide/
Vandenplas Y, dkk. Development of the Brussels Infant and Toddler Stool Scale ("BITSS"): protocol of the study. BMJ Open. 2017;7(3):e014620.
Artikel Terkait