Melihat Si Kecil bolak-balik ke toilet untuk buang air besar (BAB) tentu membuat orang tua khawatir, apalagi kalau penyebabnya belum jelas. Tidak sedikit orang tua langsung bertanya, kenapa anak BAB terus?
Infeksi pencernaan pada anak umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri yang menular melalui makanan, minuman, tangan yang kotor, atau benda yang terkontaminasi.
Masalah pencernaan pada anak sering membuat Moms khawatir.
Cara memperbaiki pencernaan anak di rumah bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari mengatur pola makan, memastikan asupan cairan cukup, hingga menjaga rutinitas aktivitas fisik si Kecil.
7 masalah pencernaan yang paling sering dialami anak meliputi diare, sembelit, gastroenteritis, GERD, alergi makanan, kembung, dan kolik yang masing-masing dipicu oleh faktor berbeda seperti pola makan, infeksi, atau intoleransi tertentu.
Bayi prematur umumnya tetap dapat mencapai milestone tumbuh kembang sesuai tahapannya, meski waktunya bisa berbeda dari bayi cukup bulan, asalkan mendapat dukungan nutrisi, stimulasi, dan pemantauan yang tepat.
Probiotik adalah salah satu pilihan yang cukup sering ditujukan untuk membantu meredakan diare pada anak.
Perut bayi keras umumnya disebabkan oleh gas berlebih, sembelit, atau otot perut yang sedang bekerja aktif, sehingga kondisi ini tidak selalu perlu langsung membuat Moms panik meski wajar merasa khawatir saat pertama kali menyadarinya.
Sembelit pada anak merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan sulit buang air besar (BAB). Kondisi ini kerap terjadi akibat keseimbangan bakteri pada usus yang terganggu.
Tumbuh kembang bayi prematur dinilai berdasarkan usia koreksi, yaitu usia yang dihitung dari perkiraan hari lahir normal (HPL), bukan tanggal lahir sebenarnya.