Parenting Corner

Apa Itu Gut Brain Axis, Hubungan Pencernaan dan Kecerdasan Anak?

09 August 2023

gut brain axis

Gut brain axis atau gut brain connection adalah istilah yang menjelaskan bagaimana sistem pencernaan dan otak saling terhubung serta saling memengaruhi. Hubungan ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga berperan dalam emosi hingga proses belajar anak.

Yuk, pahami lebih lanjut bagaimana hubungan ini bekerja dan mengapa penting untuk tumbuh kembang si Kecil.

Apa Itu Gut Brain Axis?

Secara sederhana, gut brain axis adalah sistem komunikasi dua arah antara saluran pencernaan (gut) dan otak (brain). Artinya, bukan hanya otak yang memengaruhi pencernaan, tetapi kondisi di dalam usus juga dapat memengaruhi fungsi otak. Konsep ini menunjukkan bahwa peran sistem pencernaan tidak sesederhana yang selama ini dibayangkan.

Pemahaman ini kemudian berkembang hingga muncul istilah bahwa usus memiliki peran yang sangat kompleks, bahkan sering disebut sebagai “otak kedua”.

Mengapa Usus Disebut “Otak Kedua”?

Usus sering disebut sebagai “otak kedua” karena memiliki sistem saraf sendiri yang dikenal sebagai enteric nervous system. Sistem ini memungkinkan usus berkomunikasi langsung dengan otak tanpa harus selalu melalui pusat kendali utama.

Kemampuan komunikasi ini juga menjadi dasar munculnya konsep kecerdasan dari usus, yaitu gagasan bahwa usus tidak hanya berperan dalam mencerna makanan, tetapi juga memiliki sistem pengaturan yang kompleks yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk respons saraf dan keseimbangan emosi.

Bagaimana Gut Brain Axis Bekerja?

Komunikasi antara sistem pencernaan dan otak terjadi melalui gut brain axis yang melibatkan sistem saraf, hormon, dan sistem imun. Melalui jalur ini, usus dan otak saling mengirimkan sinyal untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh.

Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan ini bisa terlihat jelas. Saat anak merasa cemas, perut bisa terasa tidak nyaman. Sebaliknya, kondisi seperti stres, suasana hati, dan kualitas tidur juga dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan, termasuk nafsu makan dan rasa nyaman di perut.

Bagaimana Kesehatan Pencernaan Memengaruhi Emosi dan Kecerdasan Anak?

Kesehatan pencernaan berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang terlibat dalam komunikasi dengan otak melalui gut brain axis.

Mikroba di usus membantu menghasilkan neurotransmitter seperti serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati, serta GABA (Gamma Aminobutyric Acid) yang membantu mengontrol rasa cemas. Zat-zat ini berperan dalam membentuk kondisi emosional anak, seperti rasa tenang, nyaman, dan respons terhadap lingkungan 

Selain itu, neurotransmitter juga berperan dalam fungsi kognitif, seperti konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar. Ketika keseimbangan mikrobiota usus terjaga, produksi neurotransmitter menjadi lebih optimal sehingga anak dapat lebih fokus dan mudah menerima informasi. Dengan demikian, mendukung pencernaan anak sama dengan mendukung kecerdasan dan kebahagiaannya.

Baca Juga: Manfaat Probiotik untuk Pencernaan Anak

Bagaimana Jika Keseimbangan Mikrobiota Terganggu?

Ketika keseimbangan mikrobiota usus terganggu atau terjadi kondisi yang dikenal sebagai disbiosis, komunikasi antara usus dan otak juga dapat ikut terpengaruh.

Hal ini dapat berdampak pada perubahan suasana hati, penurunan kemampuan fokus, hingga perilaku anak yang menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar.

Cara Menjaga Gut Brain Axis Tetap Sehat

Menjaga kesehatan gut brain axis berarti menjaga keseimbangan antara pencernaan dan fungsi otak. Hal ini dapat Moms mulai dari 5 kebiasaan sehari-hari berikut: 

1. Cukupi Asupan Serat Harian

Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Dengan usus yang sehat, komunikasi antara usus dan otak menjadi lebih optimal.

2. Dukung Pertumbuhan Bakteri Baik

Konsumsi makanan kaya probiotik dan prebiotik dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Bakteri ini berperan penting dalam memengaruhi suasana hati dan fungsi otak.

3. Biasakan Pola Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon dan fungsi sistem saraf. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus dan memicu gangguan pencernaan.

4. Ajak Anak Aktif Bergerak dan Bersosialisasi

Aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan kesehatan usus serta membantu mengurangi stres. Interaksi sosial yang positif juga penting untuk menjaga kesehatan mental dan pencernaan.

5. Bantu Anak Mengelola Stres dengan Baik

Stres yang tidak dikelola dapat mengganggu keseimbangan gut-brain axis dan memicu keluhan pencernaan. Moms bisa membantu anak dengan menciptakan suasana yang nyaman, rutinitas yang konsisten, dan dukungan emosional yang cukup.

Kombinasi ini dapat membantu menjaga hubungan perut dan otak tetap optimal.

Dukungan Nutrisi untuk Pencernaan Si Kecil

Menjaga kesehatan pencernaan dapat dilakukan melalui asupan nutrisi yang tepat. Untuk melengkapi asupan Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung L. reuteri*, 0 gr sukrosa juga diperkaya dengan DHA, minyak ikan omega 3&6 yang mendukung perkebangan kognitif anak, serta dilengkapi 13 vitamin dan 7 mineral untuk membantu menunjang tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh. LACTOGROW dukung pencernaan sehat si Kecil agar nutrisinya terserap optimal. 

Pertanyaan Seputar Hubungan Pencernaan dan Kecerdasan Anak

  1.  Apa yang dimaksud dengan Gut-Brain Axis?
    Gut brain axis adalah sistem komunikasi dua arah antara saluran pencernaan dan otak. Hubungan ini melibatkan jalur saraf, hormon, dan sistem imun yang saling memengaruhi fungsi tubuh.
     
  2. Bagaimana kesehatan pencernaan memengaruhi kecerdasan anak?
    Pencernaan yang sehat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Mikroba ini kemudian berperan dalam produksi neurotransmitter seperti serotonin dan GABA yang mengatur suasana hati, fokus, dan respons belajar anak.

    Melalui jalur ini, kondisi pencernaan yang baik dapat mendukung fungsi kognitif anak secara tidak langsung, termasuk konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar.

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Referensi:

  1. Harvard Medical School. (n.d.). The gut-brain axis. Harvard University.https://hms.harvard.edu/news-events/publications-archive/brain/gut-brain 
  2. Appleton J. The Gut-Brain Axis: Influence of Microbiota on Mood and Mental Health. Integr Med (Encinitas). 2018 Aug;17(4):28-32. PMID: 31043907; PMCID: PMC6469458. 
  3. Shen, Y., Fan, N., Ma, S. X., Cheng, X., Yang, X., & Wang, G. (2025). Gut Microbiota Dysbiosis: Pathogenesis, Diseases, Prevention, and Therapy. MedComm, 6(5), e70168. https://doi.org/10.1002/mco2.70168



Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya