Parenting Corner

Cara Mencegah Diare pada Anak: Tips Praktis untuk Orang Tua

05 November 2020

cara-mencegah-anak-diare

Ditulis Oleh: Tim Penulis

Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M

Wactu Baca: 2 Menit

Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi pada anak-anak. Terlebih lagi, di usia dini sistem pencernaan anak memang belum matang. Meski biasa dialami anak-anak, ketika Si Kecil menderita diare, Moms pasti tetap merasa cemas, apalagi jika hal itu membuat Si Kecil sulit makan dan rentan mengalami dehidrasi. Tanda dehidrasi seperti bibir kering, lemas, dan berkurangnya frekuensi buang air kecil

Inilah yang menjadi alasan mengapa Moms sebaiknya mengetahui info seputar diare, seperti penyebabnya, cara mengatasi, dan cara mencegah diare pada anak. Penasaran? Yuk, cari tahu info lengkapnya di bawah ini!

Penyebab Diare pada Anak

Diare atau yang biasa disebut dengan mencret merupakan kondisi saat buang air besar menjadi lebih encer dan sering sampai lebih dari 3 kali dalam sehari.  Kondisi tersebut merupakan respons tubuh terhadap gangguan pada saluran pencernaan, yang sering kali disebabkan oleh infeksi.

Sebagian besar diare akut dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda dehidrasi atau gejala lain yang membutuhkan penanganan medis.

Diare bisa disebabkan oleh infeksi yang ditimbulkan virus, bakteri, atau parasit. Infeksi pada saluran pencernaan dapat mengganggu keseimbangan penyerapan dan sekresi cairan di usus, sehingga menyebabkan feses menjadi lebih encer dan frekuensi buang air besar meningkat. Penyebab infeksi diare paling umum adalah virus, utamanya Rotavirus. Selain itu bisa juga akibat Norovirus.

Infeksi diare oleh bakteri umumnya akibat bakteri Escherichia coli (E. coli), Salmonella, Shigella, dan Campylobacter. Bakteri dapat masuk ke tubuh Si Kecil melalui makanan yang terkontaminasi. Sedangkan infeksi oleh parasit di antaranya Cryptosporidium, Giardia, dan Entamoeba. Parasit dapat masuk ke tubuh melalui paparan air kotor.

Diare akibat infeksi ini juga cepat menular. Penularan diare sebagian besar terjadi secara fekal-oral, yaitu kuman dari feses anak yang sakit diare masuk ke mulut anak lain secara tidak sengaja. Biasanya karena kuman menempel di tangan anak yang sedang diare kemudian menyebar melalui sentuhan atau barang-barang yang disentuh.

Kebiasaan mengabaikan kebersihan menjadi salah satu yang dapat meningkatkan risiko anak terserang diare. Mencuci tangan tidak bersih dan tidak menggunakan sabun, makan dengan tangan yang masih kotor, jajan di sembarang tempat yang tidak higienis, bahkan jarang membersihkan layar ponsel bisa menjadi penyebab risiko diare. Karenanya, Moms perlu sejak dini mengajarkan dan membiasakan Si Kecil kebiasaan hidup bersih agar terhindar dari risiko diare.

Selain infeksi yang disebabkan kuman dari luar, anak mencret juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan, intoleransi laktosa, kelebihan konsumsi pemanis buatan, atau efek samping obat. Kondisi diare anak kronis dapat dipicu oleh peradangan dalam tubuh, kondisi genetik atau autoimun, atau sindrom iritasi usus.

Baca Juga: Susu untuk Dukung Pencernaan Anak

Cara Mengatasi Diare pada Anak

Anak akan sembuh sendiri dari diare setelah beberapa hari. Walaupun demikian, moms tetap harus memperhatikan kondisi Si Kecil; terutama asupan cairannya. Menjaga asupan cairan adalah salah satu kunci utama cara mengatasi diare pada anak untuk mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi.

Saat diare, anak akan mudah kehilangan cairan. Berikan minum yang cukup setiap kali Si Kecil buang air besar. Perlu dicatat untuk tidak memberikan minuman seperti jus buah, teh, atau minuman bersoda,  karena sebagian minuman tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi (osmolaritas tinggi) yang dapat memperberat diare.

Memberikan larutan oralit sebagai pengganti cairan dan elektrolit yang hilang dari tubuh bisa menjadi salah satu cara ampuh mengatasi diare pada anak. Untuk makanan, sebaiknya tetap beri Si Kecil asupan makanan normal dan seimbang. Bisa dengan mengurangi porsi namun lebih sering.

Memberi asupan makanan sumber probiotik juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi diare pada anak balita, terutama diare akibat infeksi virus.  Beberapa jenis probiotik tertentu telah diteliti dapat membantu mempersingkat durasi diare pada anak, terutama diare akut akibat infeksi. Namun, efektivitasnya dapat bergantung pada jenis strain yang digunakan.Beberapa cara di atas bisa menjadi cara mengatasi diare pada anak yang bisa Moms praktikkan.

Cara Mencegah Diare pada Anak

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kuman penyebab diare sangat mudah menyebar sehingga menyebabkan anak tertular dari anak lain yang sedang sakit. Karenanya langkah terbaik untuk mencegah penularan maupun penyebaran kuman penyebab diare adalah menjaga kebersihan dan sanitasi.

Berikut ini 5 hal yang bisa Moms lakukan sebagai cara mencegah diare pada anak:

  1. Biasakan Si Kecil hidup bersih dengan rajin mencuci tangan secara benar, terutama setelah ke toilet dan sebelum makan. Ini sebagai cara menjaga kebersihan tangan anak untuk mencegah kuman penyakit yang mungkin ada di tangan dan kuku masuk ke dalam tubuh.
  2. Pastikan kebersihan makanan dan minuman, juga peralatan makan dan minum yang digunakan Si Kecil, termasuk botol atau gelas untuk minum susu. Selain mencuci peralatan makan anak sampai bersih menggunakan sabun, selanjutnya pastikan peralatan makan dicuci bersih dengan sabun dan air mengalir. Pada bayi atau kondisi tertentu, sterilisasi tambahan dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
  3. Proses sterilisasi bisa dengan mesin sterilisasi uap atau direbus hingga mendidih. Tapi sebelumnya, pastikan alat makan Si Kecil aman untuk dilakukan perebusan ya, Moms. Batasi konsumsi makanan dari tempat yang kebersihannya tidak terjamin, dan biasakan anak mengonsumsi makanan yang higienis.
  4. Pastikan bahan makanan tersimpan dengan baik agar tidak terpapar bakteri. Misalnya, segera simpan daging mentah di lemari es dan pastikan daging matang sempurna saat dimasak.
  5. Jaga kebersihan lingkungan rumah. Mengingat diare bisa terjadi akibat bakteri dan kuman, biasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Usahakan mengolah sampah dengan baik, khususnya sampah organik yang dapat membusuk.
  6. Memberikan vaksinasi untuk virus penyebab diare. Vaksin rotavirus direkomendasikan untuk membantu melindungi anak dari diare berat akibat infeksi rotavirus.
  7. Pastikan Si Kecil mendapat asupan probiotik yang cukup. Probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam kesehatan pencernaan, sehingga dapat mendukung pertahanan alami saluran cerna.

Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh dan Mencegah Diare

Pemenuhan nutrisi yang baik berperan dalam mendukung sistem imun anak, yang penting dalam melawan infeksi, termasuk yang dapat menyebabkan diare.

Zat gizi yang penting untuk daya tahan tubuh, di antaranya:

  • Protein, sebagai sumber energi sel imun dan memperbaiki sel yang rusak.
  • Zat besi, sebagai komponen enzim untuk fungsi sel imun.
  • Zink, membantu respons imun tubuh.
  • Vitamin A, melindungi kesehatan kulit dari infeksi.
  • Vitamin C, merangsang antibodi dan mendukung sel darah putih.
  • Vitamin D, membantu mengatur protein antimikroba.
  • Vitamin E, sebagai antioksidan dan melindungi sel dari kerusakan.

Selain zat gizi di atas, asupan probiotik dan prebiotik juga mampu membantu kesehatan pencernaan. Probiotik membantu memulihkan dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Sedangkan prebiotik sebagai bahan bakar untuk pertumbuhan bakteri di usus.

Asupan probiotik yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan Si Kecil. Untuk itu, Moms dapat memberikan susu yang mengandung probiotik dan prebiotik, yang berperan dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus serta mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Moms dapat memilih LACTOGROW PRO 1+ untuk Si Kecil usia 1–3 tahun. Dalam segelasnya, terdapat L. reuteri yprobiotik yang telah diteliti dan berperan dalam membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, dan menjaga kesehatan pencernaan, serta serat pangan (inulin) sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus dan fungsi pencernaan.

Selain itu, LACTOGROW PRO 1+ juga diperkaya dengan Omega 3 & 6 untuk mendukung perkembangan kognitif dan aktivitas motorik anak, serta 12 vitamin dan 2 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. Tersedia dalam pilihan rasa Original, Madu, dan Vanilla.

Demikian ulasan seputar cara mencegah diare pada anak. Pastikan asupan nutrisi Si Kecil tetap terjaga agar tumbuh kembangnya dapat berlangsung secara optimal.

Pertanyaan Umum Mencegah Diare pada Anak

1. Apa langkah paling efektif mencegah diare di rumah?

Langkah paling efektif mencegah diare di rumah yakni dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih, seperti mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, mencuci peralatan makan dan minum, menyimpan bahan makanan dengan baik, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.

2. Bagaimana cara menjaga kebersihan botol susu agar bebas kuman?

Cara menjaga kebersihan botol susu agar bebas kuman adalah dengan sterilisasi. Setelah mencuci bersih seluruh bagian botol, termasuk perlengkapannya, dengan menggunakan sabun dan air mengalir, sterilisasi bisa dilakukan dengan cara merebusnya. Bisa juga menggunakan mesin sterilisasi uap. Sebelumnya, pastikan botol susu tersebut aman dan tahan panas.

Referensi:


“Special



Disclaimer

Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya