Waktu baca: 2 menit
Memiliki tubuh yang sehat adalah hal yang sangat penting bagi siapapun, baik itu orang tua, muda, terutama anak-anak. Dalam masa pertumbuhan, setiap bagian tubuh penting untuk menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi kesehatannya di masa yang akan datang. Salah satu yang tidak boleh disepelekan adalah kesehatan perut.
Sistem pencernaan berperan dalam mencerna makanan, menyerap nutrisi, serta membuang sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh.
Ada berbagai ciri-ciri perut anak sehat yang sebaiknya Moms ketahui agar Si Kecil dapat mencerna segala asupan dengan baik.
Sebelum memahami tanda perut anak yang sehat, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan perut, mulai dari asupan makanan, tingkat stres, pola tidur, hingga penggunaan antibiotik. Memiliki perut yang menjadi 'rumah' bagi bakteri perut yang sehat sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.1
Apalagi perut yang sehat memiliki
mikrobiota usus bersama sistem imun berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan usus dan membantu mempertahankan fungsi pertahanan tubuh. Perut yang sehat juga berkomunikasi dengan otak melalui hormon dan saraf, yang membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Ciri-ciri Perut Anak Sehat
Ada beberapa kriteria dan ciri-ciri perut anak sehat yang mungkin perlu Moms ketahui, antara lain:
1. Perut sehat anak dilihat dari frekuensi BAB
Ciri perut anak yang sehat pertama-tama dapat ditandai oleh frekuensi buang air besarnya. Saluran cerna yang sehat akan membuat BAB teratur pada anak. Frekuensi BAB pada anak dapat bervariasi, mulai dari beberapa kali sehari hingga beberapa kali dalam seminggu, selama tidak disertai keluhan seperti nyeri atau perubahan konsistensi yang signifikan.
2. Waktu transit makanan di perut
Waktu transit makanan untuk dicerna oleh perut berbeda-beda. Waktu transit usus bervariasi antar individu dan dipengaruhi oleh usia, pola makan, dan aktivitas fisik. Pada anak sehat, variasi ini masih dapat dianggap normal selama tidak disertai gejala klinis.
Baca Juga: Ciri-ciri Perut Sehat pada Anak
Tekstur dan warna feses
Tekstur feses juga menjadi ciri perut anak yang sehat. Feses yang sehat adalah yang memiliki sedikit makanan yang tidak tercerna serta tanpa darah atau lendir. Warnanya cokelat hingga cokelat tua. Teksturnya mulus dan keluar dalam satu bentuk atau beberapa potongan kecil.
Warna feses Si Kecil juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan pencernaannya.
Warna feses umumnya cokelat, namun dapat dipengaruhi oleh makanan. Beberapa perubahan warna, seperti merah atau hitam, perlu diwaspadai terutama bila terjadi tanpa sebab yang jelas dan disertai gejala lain.
Hijau, bisa karena klorofil dari sayuran atau pewarna makanan, namun bisa juga menjadi tanda infeksi bakteri dan iritasi usus.
- Kuning, bisa dari wortel atau lemak makanan, namun bisa juga pertanda gangguan pada pankreas atau penyakit celiac.
- Merah, bisa dari buah naga atau warna makanan, tetapi bisa juga berasal dari pendarahan di saluran cerna atau radang usus.
- Hitam, bisa dari sisa sayuran berdaun gelap, atau bisa akibat luka pendarahan di saluran cerna atas atau kelebihan zat besi.
- Abu-abu atau putih, bisa dari sisa susu yang tidak tercerna, namun lebih bisa diakibatkan gangguan pada hati, empedu, pankreas, atau obat-obatan1
Sedangkan tekstur dan bentuk feses yang normal adalah solid namun tetap lembut. Bila feses terlalu keras, encer, atau cair, maka bisa menjadi tanda sembelit atau diare.
Tanda-tanda Perut Anak Sensitif
Perut anak yang sensitif dapat membuat Si Kecil sering merasa tidak nyaman. Tanda-tandanya seperti sering kembung, kentut berulang, mual, muntah, sembelit, atau diare. Jika Si Kecil sering mengalami gangguan pencernaan dan perubahan kebiasaan BAB, mungkin disebabkan perutnya yang terlalu sensitif.
Keluhan pencernaan berulang pada anak dapat berkaitan dengan gangguan fungsional saluran cerna (seperti functional abdominal pain) atau kondisi tertentu seperti intoleransi maupun alergi makanan, sehingga perlu evaluasi lebih lanjut.
Bila tanda perut sensitif sudah terlalu parah dan serius, seperti berat badan turun, nafsu makan hilang, maka sebaiknya Moms segera membawa Si Kecil untuk diperiksa dokter.
Kebiasaan Harian yang Membuat Perut Sehat
Menjaga perut anak sehat bisa Moms lakukan dengan menerapkan kebiasaan rutin yang baik, di antaranya:
1. Tambahkan serat ke dalam menu harian
Serat dari makanan penting sebagai prebiotik untuk perkembangan bakteri baik di usus. Asupan serat yang cukup berperan dalam membantu fungsi pencernaan dan dapat mendukung keteraturan buang air besar.
2. Cukup asupan cairan setiap hari
Air penting untuk pencernaan sehat. Air membantu tubuh menyerap dan menyalurkan nutrisi ke seluruh tubuh. Cukup cairan penting untuk membantu proses pencernaan dan menjaga konsistensi feses.
3. Mengelola stres
4. Cukup tidur dan istirahat teratur
5. Rutin beraktivitas fisik
Aktivitas fisik secara teratur berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh.
Kebiasaan Makan yang Harus Dihindari
Selain membiasakan kebiasaan baik di atas, Moms juga perlu memperhatikan asupan makanan Si Kecil. Hindari kebiasaan makan berikut untuk menjaga perut anak tetap sehat:
- Sering mengonsumsi makanan ultra processed, seperti fast food dan frozen food.
- Terlalu banyak konsumsi gula tambahan dan pemanis buatan.
- Terlalu sering makan makanan tinggi lemak dan digoreng.
- Banyak makan makanan dari bahan tepung olahan yang rendah serat.
- Sering makan makanan pedas.
- Sering makan makanan junk food yang tinggi lemak, gula, dan garam1
Penting bagi Si Kecil untuk menjaga kesehatan perutnya agar tumbuh kembangnya optimal.
Pola makan kaya serat dari buah, sayur, dan kacang-kacangan dapat mendukung keberagaman mikrobiota usus.
Makanan atau minuman yang mengandung prebiotik dan probiotik juga tidak kalah penting. Berikan Si Kecil yogurt, kefir, makanan yang telah difermentasi seperti acar, kimchi, atau sauerkraut, maupun miso.
Di luar itu, Moms juga dapat memberikan susu yang mengandung probiotik dan prebiotik untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil.
Beberapa probiotik dapat membantu mendukung kesehatan saluran cerna dan keseimbangan mikrobiota usus, dengan manfaat yang dapat bervariasi tergantung jenis dan kondisi individu.
Lactogrow satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung L. reuteri, juga 0 gr sukrosa. Lactogrow dukung pencernaan sehat si kecil agar nutrisinya terserap optimal. Selain itu Lactogrow juga diperkaya dengan DHA, minyak ikan omega 3&6 yang mendukung perkebangan kognitif anak, serta dilengkapi 13 vitamin dan 7 mineral untuk membantu menunjang tumbuh kembang si kecil secara menyeluruh.
Menjaga kesehatan pencernaan anak merupakan langkah penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Dengan pemenuhan nutrisi yang tepat, Moms dapat membantu Si Kecil tetap sehat dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.
Pertanyaan Umum Perut Anak Sehat
1. Apa saja kriteria perut anak yang sehat?
Kriteria perut anak yang sehat dapat dilihat dari frekuensi BAB, waktu transit makanan di perut, tekstur dan warna feses, bagaimana proses BAB, serta ada tidaknya gas yang menyebabkan perut anak kembung.
2. Bagaimana pola BAB yang dianggap normal untuk anak?
Frekuensi BAB normal pada anak bervariasi dan tidak harus setiap hari, selama tidak disertai keluhan seperti nyeri, konstipasi, atau diare.
Referensi
- What Does My Stool (Poop) Color Mean? - Cleveland Clinic. Retrieved on May 10th 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/stool-poop-color
- Sensitive Stomach: What You Should Know - Healthline. Retrieved on May 10th 2026 from https://www.healthline.com/health/sensitive-stomach
- 5 simple ways to improve gut health - Harvard Health. Retrieved on May 10th 2026 from https://www.health.harvard.edu/healthy-aging-and-longevity/5-simple-ways-to-improve-gut-health
- Diet and Digestive Health: Foods to Eat and Avoid for a Healthy Gut - Yashoda Hospitals. Retrieved on May 10th 2026 from https://www.yashodahospitals.com/blog/foods-to-eat-and-avoid-for-a-healthy-gut/