Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M
Wactu Baca: 2 Menit
Berbagi waktu makan bersama keluarga dikaitkan dengan pola makan yang lebih sehat dan risiko kelebihan berat badan yang lebih rendah pada anak.. Banyak orang tua menganggap waktu makan bersama anak sangat bagus untuk ikatan keluarga. Momen ini memberikan kesempatan santai dan menyenangkan untuk mengajari anak-anak tentang kebiasaan makan yang sehat dan tata krama yang baik. Menciptakan rutinitas waktu makan yang nyaman untuk bayi Anda, dapat membantu anak beradaptasi dalam meningkatkan jumlah dan variasi makanan pendampingnya
Perlu diingat bahwa waktu makan adalah pengalaman yang hangat dan menyenangkan untuk bayi Anda. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memikirkan gaya dan praktik pemberian makan untuk memastikan Anda, dan keluarga menciptakan lingkungan yang mendukung pemberian makan responsif.
Anjuran dan larangan untuk makanan sederhana, bersama, dan bebas stres
Lakukan…jadikan waktu makan keluarga sebagai prioritas. Makanlah di meja pada waktu yang sama setiap hari sebanyak mungkin, dan dorong babysitter dan pengasuh lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Usahakan anak tetap terlibat dalam waktu makan keluarga, namun tetap perhatikan tanda lapar dan kenyangnya, dan hindari memaksa anak untuk makan.
Bahkan ketika ia sudah makan, tempatkan dia di meja dan, jika dia kelihatannya lapar, tawarkan dia pilihan makanan ringan sehingga dia tetap terlibat dalam waktu makan. Berikan potongan buah lunak seukuran gigitan atau sayuran yang dimasak dengan baik sebagai asupan yang makanan bergizi. Jika ia tidak lapar, jangan paksa dia untuk makan. Biarkan dia duduk di meja dan saksikan keluarga makan makanan sehat.
Lakukan…pastikan bayi Anda duduk dengan nyaman dan jadikan waktu makan sebagai pengalaman yang inklusif dan positif.
Jangan… tempatkan bayi Anda di posisi yang membuatnya sulit melihat anggota keluarga lainnya atau makanan mereka.
Lakukan…pastikan bayi Anda dapat melihat Anda dan anggota keluarga lainnya mencontohkan perilaku makan dan tata krama yang baik.
Jangan… makan makanan Anda dengan cepat atau terganggu.
Lakukan…pilih makanan sehat untuk bayi Anda dan anggota keluarga lainnya.
Batasi penyajian camilan tinggi gula atau tinggi lemak saat waktu makan utama.
Lakukan…berinteraksi dengan bayi Anda dan anggota keluarga lainnya. Percakapan yang hidup, kontak mata, dan senyuman antara orang tua dan si kecil membuat pengalaman itu menyenangkan bagi Anda semua.
Jangan… menyalakan TV atau bermain ponsel atau layar lain di meja.
Seperti apa perilaku makan ANDA?
Setelah bayi Anda mulai mengikuti waktu makan keluarga, besar kemungkinan pola makan menjadi tidak ideal. 'Perilaku makan' orang tua dapat ditetapkan sejak awal perjalanan pengasuhan mereka, jadi penting untuk memikirkan makanan apa yang ditawarkan kepada bayi berikut caranya.
Studi ilmiah mendukung praktik pemberian makan yang responsif. Orang tua memutuskan makanan sehat apa yang ditawarkan dan kapan, dan bayi memutuskan apakah dan seberapa banyak dia ingin makan. Selain itu, ayah ibu bisa menciptakan suasana waktu makan yang hangat dan nyaman bagi keluarga — positif dan menarik, tanpa ada tekanan untuk makan. Isyarat lapar dan kenyang bayi perlu diperhatikan.
Apakah Anda mengenali diri Anda dalam empat deskripsi 'perilaku makan' ini?
Memanjakan
Karakteristik makan: Anda tidak memperhatikan tanda-tanda bayi Anda lapar atau kenyang, Anda juga tidak khawatir apakah makanan yang Anda tawarkan sehat atau seimbang. Jika bayi Anda memiliki sippy cup atau gelas, Anda membuat dudukan khusus untuk sippy cup atau gelas. Anda, atau bayi Anda, sering menonton TV atau menggunakan layar saat menyusu, dan Anda tidak berinteraksi satu sama lain. Anda jarang membatasi makanan manis atau tidak sehat.
Pandangan ahli: Kepribadian makan yang memanjakan ini tidak dianjurkan. Penelitian menunjukkan bahwa jenis kepribadian makan ini dikaitkan dengan kualitas diet yang lebih rendah dan risiko kelebihan berat badan yang lebih tinggi
Bersifat membatasi
Karakteristik makan: Anda mengontrol seberapa banyak bayi Anda makan dan berhati-hati untuk tidak memberinya terlalu banyak.
Pandangan ahli: Membatasi jumlah makanan yang dimakan bayi Anda tidak dianjurkan. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang tua dari bayi yang lebih besar mungkin khawatir karena bayi mereka terlalu besar dan mencoba membatasi jumlah makanan yang dia makan. Ingat, untuk pertumbuhan yang sehat, bayi Anda yang memutuskan seberapa banyak ia perlu makan.
Menekan
Karakteristik makan: Anda mencoba menambah jumlah makanan yang dimakan bayi Anda, mendorongnya untuk makan sesendok lagi, atau menghabiskan mangkuknya, dan memuji setelah setiap gigitan. Makanan terkadang digunakan untuk menenangkan bayi Anda, bahkan saat dia tidak menunjukkan tanda-tanda dia lapar.
Pandangan ahli: Kepribadian makan yang menekan ini tidak dianjurkan. Penelitian telah mengungkapkan bahwa memaksa bayi Anda untuk makan lebih banyak dari yang dia inginkan dapat berdampak pada kemampuan anak dalam mengenali rasa lapar dan kenyang, serta berisiko memengaruhi pola makan di kemudian hari
Responsif
Karakteristik makan: Anda membiarkan bayi memutuskan seberapa banyak dia ingin makan dan memperhatikan ketika dia tampaknya memberi tahu Anda bahwa dia lapar. Anda membiarkan dia memberi tahu Anda saat dia kenyang, lalu jangan mendorongnya untuk terus makan jika dia sudah kenyang.
Pandangan ahli: Kepribadian makan yang responsif direkomendasikan. Studi menghubungkan pendekatan ini dengan kualitas diet sehat dan pertumbuhan yang sehat pada anak-anak.
Jika Anda merasa memiliki beberapa karakteristik dari tiga kepribadian makan yang pertama, cobalah menerapkan prinsip-prinsip pemberian makan yang responsif pada waktu makan Anda. Mempraktikkan teknik pemberian makan responsif mendorong kebiasaan makan bayi yang sehat, sekarang, dan saat ia terus tumbuh.
Manfaat Waktu Makan Bersama Anak
Waktu makan bersama anak dan anggota keluarga sangat penting, termasuk berperan dalam mendukung kesehatan mental anak. Ruang makan yang komunikatif dengan memberikan perhatian, pemahaman, atau sekadar berbicara dikaitkan dengan perkembangan emosional dan sosial yang lebih baik. Manfaat makan sekeluarga lainnya adalah beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan makan bersama keluarga dengan risiko depresi, perilaku makan tidak sehat, dan masalah psikososial yang lebih rendah.
Saat duduk satu meja, tercipta bonding saat makan antara Moms, Ayah, dan Si Kecil. Momen ini baik untuk melatih kemampuan berkomunikasi. Selain itu, anak-anak yang membantu memasak dapat belajar tentang memasak, menyiapkan makanan, hingga menghargai rutinitas kecil.
Bukan hanya baik bagi perkembangan emosional anak, makan bersama juga bisa menjadi contoh kebiasaan makan sehat. Anak yang terbiasa melihat keluarga makan bersama dengan menu gizi seimbang tentunya akan lebih tidak mudah tergoda makanan kurang sehat saat di luar rumah, serta dapat mendukung pembentukan kebiasaan makan yang lebih sehat.
Baca Juga: Susu untuk Dukung Pencernaan Anak
Strategi Menghadapi Anak Susah Makan
Moms kemungkinan akan mengalami fase ketika Si Kecil tiba-tiba rewel dan menolak makanannya, terutama untuk menu baru. Tak perlu khawatir, ini hal normal. Intip strategi agar momen makan kembali lancar dan menyenangkan:
1. Terapkan Konsistensi
Tentukan jadwal makan anak dan batasi camilan di luar jam makan. Cara ini membantu anak belajar mengenali dan merespons sinyal lapar dan kenyang secara lebih baik. Cara ini juga memudahkan Moms untuk mengenalkan menu baru pada Si Kecil.
2. Siapkan Lingkungan yang Nyaman
Beberapa anak menolak makan karena adanya rasa tidak nyaman. Untuk itu, Moms perlu menyiapkan lingkungan yang nyaman bagi Si Kecil. Hindari memaksa anak untuk makan karena akan membuatnya merasa tidak nyaman. Selain itu, agar Si Kecil bisa fokus makan, hindari adanya distraksi seperti gadget atau televisi.
3. Seimbangkan Makanan
Berikan anak makanan dalam porsi kecil tapi beberapa jenis. Dengan begitu, Si Kecil bisa belajar mencoba makanan baru bersama dengan jenis makanan yang disukainya. Ini bisa menjadi cara untuk tidak memaksanya mengkonsumsi satu jenis makanan saya. Memaksakan anak untuk mengonsumsi makanan tertentu justru dapat meningkatkan risiko perilaku pilih-pilih makanan.
4. Buat Makanan Terlihat Menyenangkan
Anak-anak suka makanan yang menarik perhatian. Cobalah untuk kreatif dalam hal bentuk, warna, atau wadah agar Si Kecil sulit menolaknya.
5. Lakukan Aktivitas Sebelum Makan yang Menyenangkan
Agar Si Kecil termotivasi untuk makan, Moms bisa mengajaknya untuk menyiapkan makanannya. Dengan begitu, Si Kecil lebih bangga saat menghabiskan makanannya.
Selain memberikan menu makanan sehat setiap hari, Moms juga dapat melengkapi asupan nutrisi Si Kecil dengan susu pertumbuhan seperti LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun.
LACTOGROW PRO 3+ mengandung L. reuteri yang telah teruji secara klinis dan berperan dalam mendukung kesehatan pencernaan anak. Selain itu, dilengkapi juga dengan serat pangan (inulin) yang membantu mendukung fungsi pencernaan.
Diperkaya dengan Omega 3 & 6, serta 12 vitamin dan 2 mineral, LACTOGROW PRO 3+ membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. Tersedia dalam pilihan rasa Madu dan Vanilla. Produk susu pertumbuhan dapat menjadi bagian dari asupan nutrisi anak, bersama dengan pola makan seimbang
Menghadapi anak yang pemilih makanan memang bisa menjadi tantangan tersendiri, dan Moms tidak sendirian. Kuncinya adalah terus mencoba berbagai variasi menu dan cara penyajian agar kebutuhan nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi setiap hari. Semangat, Moms!
Pertanyaan Umum Waktu Makan Bersama Anak
1. Mengapa makan bersama keluarga penting bagi perkembangan sosial anak?
Makan bersama adalah momen istimewa untuk belajar berkomunikasi, mendengarkan cerita, dan meniru tata krama yang baik dari Moms dan Ayah. Interaksi yang hangat juga dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak serta membentuk kebiasaan makan sehat.
2. Bagaimana cara mengajak anak makan dengan tenang?
Hindari hal-hal yang dapat memecah fokusnya, seperti TV atau gadget. Ciptakan suasana meja makan yang santai dengan obrolan ringan sehingga Si Kecil merasa tenang dan proses makan bersama dapat berjalan lancar.
Referensi:
- Benefits of Family Meals: Eat Together, Thrive Together. HealthyChildren.org. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/Pages/family-meals-eat-together-thrive-together.aspx
- Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak - IDAI. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak
- 10 tips for parents of picky eaters - HealthyChildren.org. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Picky-Eaters.aspx
- SULIT MAKAN PADA BAYI DAN ANAK - IDAI. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak
- Pilih-pilih Makanan - IDAI. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
- Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil - IDAI. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil