Parenting Corner

Kenapa Perut Bayi Keras? Penyebab dan Cara Mengatasinya

08 September 2026

kenapa perut bayi keras

Perut bayi keras umumnya disebabkan oleh gas berlebih, sembelit, atau otot perut yang sedang bekerja aktif, sehingga kondisi ini tidak selalu perlu langsung membuat Moms panik meski wajar merasa khawatir saat pertama kali menyadarinya.

Sebelum panik, ada baiknya Moms memahami kenapa perut bayi keras bisa terjadi, kondisi apa yang menyebabkannya, dan langkah apa yang bisa dilakukan di rumah.

Perut Bayi Normal vs Perut yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menilai apakah perut Si Kecil bermasalah, Moms perlu tahu dulu seperti apa perut bayi yang normal. Perut bayi memang cenderung sedikit buncit, terutama setelah menyusu, dan ini wajar karena sistem pencernaan bayi masih sangat baru dan terus berkembang.

Tanda yang perlu Moms jadikan patokan bisa terlihat lebih jelas di antara waktu menyusu. Umumnya, ketika bayi menyusu, perut bayi seharusnya terasa lunak saat disentuh. Namun, jika perut Si Kecil terasa keras di luar jam menyusu, dan ia tampak rewel, menangis, atau tidak nyaman, ini adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

4 Penyebab Perut Bayi Keras

Mayoritas kasus perut bayi kembung dan keras disebabkan oleh kondisi yang tidak berbahaya dan bisa ditangani dengan cara sederhana di rumah. Berikut penyebab yang paling umum ditemui.

1. Perut Penuh dengan Gas

Gas adalah penyebab paling sering membuat perut bayi terasa keras dan merupakan tanda bayi begah yang paling mudah dikenali. Bayi sangat mudah menelan udara, baik saat menyusu dari payudara maupun botol, maupun saat menangis. Ketika udara ini tidak bisa keluar melalui sendawa atau buang angin, ia terjebak di dalam saluran pencernaan dan membuat perut terasa kembung sekaligus keras.

Menurut IDAI, akumulasi udara di dalam saluran cerna bayi bisa terjadi karena beberapa hal: bayi banyak menelan udara saat menangis atau saat menyusu terlalu cepat, sehingga gas terkumpul dan perut terasa kembung. Tanda-tanda bayi mengalami perut kembung akibat gas antara lain menekuk kaki ke arah dada, melengkungkan punggung, perut terasa keras dan kencang, serta rewel terutama setelah menyusu.

2. Sembelit

Perbedaan perut keras karena gas vs perut keras karena sembelit penting untuk Moms kenali. Jika gas menyebabkan perut keras yang datang dan pergi, sembelit cenderung membuat perut terasa keras lebih lama karena ada tumpukan tinja di dalam usus besar Si Kecil.

Menurut IDAI, sembelit pada bayi di bawah 2 tahun biasanya disebabkan kurangnya asupan cairan, kurangnya buah dan sayuran, atau takaran susu yang berlebihan. Tanda sembelit pada bayi meliputi tinja yang keras dan berbentuk bulat kecil, bayi mengejan atau wajahnya memerah saat mencoba buang air besar, serta frekuensi buang air besar yang jauh berkurang. 

Penting diketahui, setiap bayi memiliki pola BAB yang berbeda, beberapa bayi ASI bisa tidak BAB beberapa hari dan ini masih normal selama tinjanya lunak saat keluar.

3. Kembung Setelah Menyusu Berlebih

Terkadang perut bayi keras bukan karena gas atau sembelit, melainkan karena Si Kecil menyusu terlalu banyak dalam satu waktu. Lambung bayi yang terlalu penuh bisa membuat perut terasa tegang dan keras untuk sementara waktu. Kondisi ini biasanya membaik sendiri seiring proses pencernaan berlangsung.

4. Kolik

Kolik adalah kondisi di mana bayi yang sehat menangis berlebihan tanpa penyebab yang jelas. 

Menurut IDAI, kolik biasanya terjadi pada bayi usia 2 minggu sampai 4 bulan. Gejala kolik pada bayi biasanya ditandai dengan bayi menangis mendadak dengan intensitas tinggi, kadang disertai kembung, dengan kedua kaki terangkat ke atas perut dan tangan mengepal.

Bayi yang sedang kolik sering kali memiliki perut yang terasa keras karena gas yang terakumulasi akibat banyaknya udara yang tertelan selama menangis.

Apakah Perut Keras Selalu Berarti Bayi Sembelit?

Tidak selalu, Moms. Gas terjebak jauh lebih sering menjadi penyebab perut keras pada bayi dibandingkan dengan sembelit, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan.

Menurut dokter spesialis anak di Children's Hospital of Philadelphia (CHOP), jika bayi masih menyusu dengan baik, berat badan naik sesuai, dan tinja yang keluar lunak, maka mengejan, memerah, atau menangis saat buang gas adalah hal yang tidak berbahaya dan bukan tanda masalah pencernaan serius.

Cara paling mudah membedakan gas dari sembelit yaitu Moms bisa memperhatikan pola BAB Si Kecil. Jika frekuensinya normal dan tinja terasa lunak saat keluar, kemungkinan besar bukan sembelit, meskipun perutnya terasa keras. 

Sebaliknya, jika bayi mengejan keras, tinjanya keras dan berbentuk bulat, serta frekuensi BAB jauh berkurang, sembelit lebih mungkin menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Apa Penyebab Bayi Nangis Terus? Cek di Sini!

3 Teknik Pijat Melingkar untuk Bantu Redakan Gejala Perut Keras pada Bayi

Pijat perut bayi adalah salah satu cara paling efektif dan menenangkan yang bisa Moms lakukan untuk membantu mengeluarkan gas terjebak dan meredakan kembung. 

Ini karena memijat perut anak secara lembut dapat membantu merelaksasi otot yang mendukung usus sehingga mendorong aktivitas buang air besar.

Hal tersebut didukung juga oleh penelitian yang menemukan bahwa pijat perut bayi dapat meningkatkan frekuensi BAB dan mengurangi gejala sembelit dibandingkan dengan tanpa intervensi.

Sebelum memulai, pastikan tangan Moms sudah bersih dan hangat dan Si Kecil dalam keadaan tenang dan tidak baru saja menyusu (tunggu setidaknya 45 menit setelah menyusu). Lalu, sebaiknya pilih tempat yang hangat, nyaman, dan tenang.

Teknik pijat melingkar searah jarum jam adalah teknik yang paling direkomendasikan karena mengikuti arah alami jalur pencernaan Si Kecil.

Letakkan Si Kecil dalam posisi telentang di depan Moms. Kemudian ikuti langkah berikut:

1. Lingkaran penuh searah jarum jam

Gunakan jari-jari tangan, buat gerakan melingkar penuh di atas perut Si Kecil searah jarum jam,  dimulai dari bagian bawah kanan perut, naik ke atas menuju rusuk kanan, menyeberang ke atas perut, turun ke sisi kiri, dan kembali ke bawah. Gunakan tekanan lembut namun mantap. Ulangi 6–8 kali.

2. Bentuk U terbalik

Gunakan jari-jari untuk menggambar bentuk U terbalik, mulai dari sisi kanan bawah perut, naik ke atas, menyeberang ke sisi kiri, dan turun ke sisi kiri bawah. Gerakan ini mengikuti bentuk usus besar Si Kecil dan membantu mendorong gas atau tinja menuju saluran pembuangan.

Lakukan sesi pijat selama 10–15 menit. Perhatikan respons Si Kecil, ika ia tampak lebih rileks atau buang angin, itu tanda baik bahwa teknik ini membantu. Jika Si Kecil terlihat tidak nyaman atau menolak, hentikan dan coba di lain waktu.

3. Gerakan Kaki Sepeda (Bicycle Legs)

Selain pijat melingkar, gerakan kaki sepeda juga sangat efektif untuk membantu gas bergerak di dalam saluran pencernaan. Menurut American Academy of Pediatrics, gerakan kaki sepeda dan tummy time membantu mendorong gas bergerak melalui saluran usus.

Caranya: baringkan Si Kecil telentang, pegang kedua kakinya dengan lembut, lalu gerakkan bergantian seperti sedang mengayuh sepeda, tekuk satu lutut ke arah dada, lalu luruskan, kemudian lakukan hal yang sama pada kaki satunya. Lakukan selama 1–2 menit sambil mengajak Si Kecil berbicara atau bernyanyi lembut.

Kapan Perut Keras pada Bayi Harus Segera ke Dokter?

Meskipun mayoritas kasus perut keras pada bayi tidak berbahaya, ada tanda-tanda yang perlu Moms waspadai. Menurut IDAI, segera hubungi dokter atau bawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan jika:

  • Perut keras disertai bayi tidak BAB lebih dari 1–2 hari, terutama pada bayi di bawah 6 bulan, untuk bayi di bawah 6 bulan dengan sembelit, langsung konsultasikan ke dokter tanpa menunggu
  • Ada muntah berulang, terutama jika warna muntahan kehijauan, ini bisa menandakan sumbatan usus dan perlu segera dievaluasi
  • Perut terasa sangat keras, tegang, atau nyeri saat disentuh dan Si Kecil menangis semakin kencang
  • Si Kecil menangis terus-menerus lebih dari tiga jam dan tidak bisa ditenangkan
  • Ada demam tinggi yang menyertai perut keras
  • Si Kecil tampak sangat lesu, tidak mau menyusu, atau terlihat tidak responsif seperti biasanya
  • Ada darah atau lendir berlebih dalam tinja
  • Sembelit yang timbul sejak lahir disertai perut kembung dan pertumbuhan yang tidak baik,  ini perlu diwaspadai sebagai kemungkinan kelainan Hirschsprung.

Moms tidak perlu ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika kondisi Si Kecil membuat Moms khawatir, meskipun gejalanya tidak termasuk dalam daftar di atas. Jika Moms ingin mendapatkan lebih banyak insight seputar tumbuh kembang Si Kecil sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama orang tua, Moms bisa bergabung bersama komunitas yang suportif. Yuk, gabung LACTOCLUB Community untuk sharing tips parenting bareng sesama Moms dan Expert!   

Pertanyaan Seputar Kenapa Perut Bayi Keras

  1. Mengapa perut bayi terasa keras saat ditekan lembut?
    Perut bayi yang terasa keras saat ditekan lembut paling sering disebabkan oleh gas terjebak di saluran pencernaan.

    Bayi sangat mudah menelan udara saat menyusu atau menangis, dan jika udara ini tidak keluar melalui sendawa atau buang angin, ia bisa membuat perut terasa kembung dan keras. Kondisi ini biasanya sementara dan bisa diredakan dengan teknik pijat perut melingkar atau gerakan kaki sepeda.
     
  2. Apakah perut keras selalu berarti bayi mengalami sembelit?
    Tidak selalu. Gas terjebak jauh lebih sering menjadi penyebab perut keras pada bayi dibandingkan dengan sembelit. 

    Untuk membedakannya, perhatikan pola BAB Si Kecil, jika frekuensinya normal dan tekstur fesesnya lunak saat keluar, kemungkinan besar bukan sembelit. Sembelit lebih mungkin jika bayi mengejan keras, fesesnya keras dan berbentuk bulat kecil, serta frekuensi BAB jauh berkurang dari biasanya.

Referensi:

HealthyChildren.org / AAP. (2023). Abdominal Pain in Infants: 8 Possible Reasons Your Baby's Tummy Hurts. American Academy of Pediatrics.https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Abdominal-Pains-in-Infants.aspx

HealthyChildren.org / AAP. (2024). 11 Common Conditions in Newborns. American Academy of Pediatrics.https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Common-Conditions-in-Newborns.aspx

Cleveland Clinic. (2024). Gassy Baby? Try These 9 Gas Relief Tips. https://health.clevelandclinic.org/how-to-relieve-baby-gas; KidsHealth / Nemours. (2024). Burping Your Baby. https://kidshealth.org/en/parents/burping.html

IDAI. (2015). Kembung pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kembung-pada-anak

IDAI. Kembung pada Bayi dan Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kembung-pada-bayi-dan-anak

IDAI. (2018). Gangguan Pencernaan pada Bayi (2). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-2

Stanford Children's Health. Gastrointestinal Problems.https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=gastrointestinal-problems-90-P02216

IDAI. (2015). Kolik pada Bayi (Bagian 1). https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kolik-pada-bayi-bagian-1; IDAI. Gangguan Pencernaan pada Bayi (I). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-i

Children's Hospital of Philadelphia (CHOP). (2026). How to Help a Newborn with Gas. https://www.chop.edu/news/health-tip/how-help-newborn-gas

Mayo Clinic. (2025). Constipation in children – Diagnosis & treatment.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/diagnosis-treatment/drc-20354248

Gao, H., et al. (2021). Clinical Efficacy of Infantile Massage in the Treatment of Infant Functional Constipation: A Meta-Analysis. Frontiers in Pediatrics, 9. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8232057/

Aurora Health Care / AAHC. (2016). Infant Massage Techniques. https://ahc.aurorahealthcare.org/fywb/x08128.pdf; Healthline. (2020). Baby Massage for Gas (medically reviewed by Karen Gill, MD). https://www.healthline.com/health/baby/baby-massage-for-gas-2

HealthyChildren.org / AAP. (2023). Op. cit.

HealthyChildren.org / AAP. (2024). Op. cit.; IDAI. Kembung pada Bayi dan Anak. Op. cit.; Norton Children's / Dr. Tiffani Payne, MD. (2021). What to do about a baby's distended abdomen. https://nortonchildrens.com/news/what-to-do-about-a-babys-distended-abdomen/

IDAI. (2015). Sembelit (Konstipasi) pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sembelit-konstipasi-pada-anak




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya