Parenting Corner

Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Perut Bagian Bawah pada Anak

10 September 2026

sakit perut bagian bawah pada anak

Sakit perut bagian bawah pada anak umumnya berkaitan dengan organ di area tersebut, seperti usus dan kandung kemih, sehingga penyebabnya bisa bermacam-macam dan tidak boleh diabaikan begitu saja, Moms.

Rasa nyeri di area perut memang sering membuat orang tua bingung, mengingat lokasi ini termasuk area penting pada tubuh anak.

Gejala Nyeri Perut Bagian Bawah pada Anak

Nyeri pada perut bagian bawah pada anak umumnya berasal dari organ-organ yang berada di dalam rongga perut bawah, terutama usus besar dan kandung kemih. Kedua area ini memiliki peran penting dalam proses pencernaan dan pengeluaran sisa metabolisme tubuh. Jadi, ketika terjadi gangguan sedikit saja, rasa tidak nyaman bisa langsung dirasakan oleh Si Kecil.

Berikut ini gejala yang muncul jika Si Kecil mengalami gangguan pada perut bagian bawah.

1. Bentuk Nyeri yang Beragam

Nyeri perut dapat muncul secara tiba-tiba dengan rasa menusuk yang tajam atau berkembang perlahan menjadi kram dan rasa tidak nyaman. Variasi nyeri ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

2. Durasi Nyeri yang Berbeda-Beda

Pada beberapa anak, nyeri hanya berlangsung sebentar dan hilang dengan sendirinya, terutama jika dipicu kondisi ringan seperti gas yang menumpuk atau perubahan pola makan. Namun, ada juga kasus ketika nyeri berlangsung lebih lama dan membutuhkan perhatian lebih lanjut.

3. Nyeri yang Muncul Berulang atau Menetap

Jika sakit perut terjadi secara berulang atau tidak kunjung hilang, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan tertentu. Misalnya, masalah pada sistem pencernaan seperti sembelit atau infeksi saluran kemih.

4. Tingkat Keparahan yang Beragam

Nyeri ringan biasanya membuat anak rewel atau kurang aktif, sedangkan nyeri berat dapat mengganggu aktivitas harian secara signifikan. Pada kondisi tertentu, anak bahkan bisa kesulitan bergerak atau makan.

5. Gejala yang Menyertai Nyeri

Pada nyeri yang lebih serius, anak bisa menunjukkan tanda tambahan seperti kehilangan nafsu makan, menangis saat perut disentuh, atau tampak sangat tidak nyaman. Gejala ini perlu diwaspadai karena bisa menandakan kondisi yang lebih serius.

Variasi gejala tersebut menunjukkan bahwa penyebab sakit perut bagian bawah pada anak tidak bisa disamaratakan. Observasi terhadap pola munculnya nyeri, lama keluhan berlangsung, serta gejala penyerta menjadi penting untuk membantu menentukan apakah kondisi masih tergolong ringan atau perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga: Anak Mengeluh Sakit Perut? Ini Pertolongan yang Tepat!

3 Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah pada Anak

Sebagian besar ruang di perut bagian bawah anak diisi oleh usus halus dan usus besar, yang berperan penting dalam proses pencernaan serta pembentukan feses.

Selain itu, di area yang sama juga terdapat organ saluran kemih seperti kandung kemih. Kombinasi inilah yang membuat gangguan sekecil apa pun di area tersebut dapat langsung menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri pada Si Kecil.

Pada praktiknya, sakit perut bagian bawah pada anak paling sering berkaitan dengan gangguan pada sistem pencernaan. Ada beberapa kondisi umum yang menjadi pemicu, dan masing-masing memiliki karakteristik gejala yang berbeda. 

1. Sembelit (Konstipasi) 

Sembelit merupakan salah satu penyebab paling umum dari nyeri perut bagian bawah pada anak. Kondisi ini terjadi ketika frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya atau saat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Saat feses tertahan di dalam usus besar dalam waktu yang lama, tekanan di dalam usus akan meningkat. Penumpukan ini membuat dinding usus meregang dan menimbulkan rasa penuh, kaku, hingga nyeri di area bawah perut. Pada beberapa anak, kondisi ini juga dapat disertai rasa tidak nyaman saat ingin BAB, bahkan membuat anak menahan BAB karena takut sakit.

Pada kondisi yang lebih berat, yang sering disebut tanda sembelit parah, perut anak bisa terasa lebih keras saat disentuh, disertai penurunan frekuensi BAB yang signifikan serta rewel karena rasa tidak nyaman yang terus-menerus.

2. Penumpukan Gas 

Penumpukan gas di saluran pencernaan juga menjadi penyebab umum lainnya. Gas sebenarnya terbentuk secara alami selama proses pencernaan makanan, namun pada kondisi tertentu jumlahnya bisa berlebihan atau terjebak di dalam usus.

Saat gas tidak dapat keluar dengan lancar, perut anak bisa terasa kencang, penuh, atau bahkan kembung. Kondisi ini sering membuat anak tampak gelisah atau sering mengubah posisi tubuh untuk mencari kenyamanan.

Beberapa faktor yang dapat memicu penumpukan gas antara lain sistem pencernaan anak yang masih berkembang, konsumsi makanan tertentu yang mudah menghasilkan gas, dan kebiasaan makan terlalu cepat sehingga udara ikut tertelan.

Walaupun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap dapat menyebabkan sakit perut bagian bawah pada anak yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Infeksi dan Peradangan 

Selain gangguan pencernaan ringan, nyeri perut bagian bawah juga dapat disebabkan oleh infeksi atau peradangan di dalam usus. Kondisi ini biasanya dipicu oleh virus atau bakteri yang masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Saat terjadi infeksi, dinding usus dapat mengalami iritasi sehingga menimbulkan rasa nyeri, kram, atau tidak nyaman di area bawah perut. Pada beberapa kasus, gejala ini juga disertai demam, mual, atau perubahan konsistensi feses seperti diare.

Apakah Kebiasaan Menahan Pipis Bisa Menjadi Pemicu? 

Ya, kebiasaan menahan pipis bisa menjadi salah satu pemicu gangguan pada saluran kemih pada anak.

Saat urine terlalu lama ditahan di kandung kemih, bakteri memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih, yang cukup sering ditemukan pada anak.

Jika bakteri mulai masuk ke uretra dan menyebar ke bagian saluran kemih yang lebih atas, anak bisa mengalami tidak nyaman di area kandung kemih. Keluhan ini sering muncul sebagai tekanan atau nyeri di bagian bawah perut, dan dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi nyeri kandung kemih yang terasa berulang atau sulit hilang.

Beda Nyeri Pencernaan vs Saluran Kemih 

Untuk membantu mengenali penyebab sakit perut bagian bawah pada anak, Moms perlu memperhatikan pola munculnya nyeri. Setiap penyebab biasanya memiliki karakteristik yang berbeda, terutama antara gangguan pencernaan dan masalah saluran kemih. Berikut perbedaannya:

1. Masalah Pencernaan

Nyeri yang berasal dari sistem pencernaan biasanya muncul setelah anak makan atau saat terjadi gangguan buang air besar. Perut dapat terasa begah, kembung, atau penuh tekanan. 

Pada beberapa kondisi, keluhan ini juga disertai gejala lain seperti mual, muntah, hingga diare. Dalam kasus tertentu, gejala ini bisa berkaitan dengan tanda sembelit parah yang membuat anak merasa tidak nyaman di area perut bawah.

2. Gangguan Saluran Kemih

Berbeda dengan gangguan pencernaan, nyeri akibat masalah saluran kemih umumnya muncul saat atau setelah anak buang air kecil. Sensasi tidak nyaman sering terasa lebih spesifik di area bawah perut. 

Gejala lain yang dapat menyertai antara lain rasa terbakar saat pipis, urine yang terlihat keruh atau bercampur darah, hingga demam yang cukup tinggi. Kondisi ini sering mengarah pada infeksi saluran kemih yang perlu perhatian lebih lanjut.

3 Pertolongan Pertama saat Perut Bagian Bawah Anak Sakit

Saat Si Kecil mulai mengeluh sakit perut bagian bawah pada anak, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan ketidaknyamanannya. 

1. Atur Pola Makan

Jika penyebabnya mengarah ke sembelit, asupan makanan berserat dapat membantu melancarkan pencernaan. Buah, sayur, dan makanan tinggi serat dapat mendukung kerja usus agar lebih lancar. 

Namun, jika keluhan disebabkan oleh kembung, sebaiknya hindari makanan yang berpotensi menghasilkan gas berlebih. 

2. Cukupi Cairan

Asupan cairan yang cukup sangat penting untuk membantu melancarkan sistem pencernaan dan menjaga kesehatan saluran kemih. Air putih membantu melunakkan feses serta mendukung proses pengeluaran bakteri melalui urine agar tidak menumpuk terlalu lama di dalam tubuh. 

3. Ciptakan Suasana Tenang

Kondisi emosional anak juga dapat memengaruhi rasa nyeri yang dirasakan. Lingkungan yang tenang dan nyaman membantu tubuh lebih rileks, sehingga otot-otot di area perut tidak semakin menegang. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman secara perlahan.

Kapan Harus ke Dokter? 

Meskipun banyak kasus sakit perut bagian bawah pada anak dapat membaik dengan penanganan di rumah, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan jika muncul tanda-tanda berikut.

  • Nyeri muncul sangat hebat secara tiba-tiba dan tidak membaik.
  • Perut tampak membuncit, terasa keras, dan nyeri saat disentuh.
  • Terdapat darah pada urine atau tinja.
  • Anak mengalami demam tinggi, muntah terus-menerus, atau tidak mau makan dalam waktu lama.
  • Tidak buang air besar selama beberapa hari dan terlihat sangat kesakitan.

Jika salah satu tanda tersebut muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Karena sakit perut bagian bawah pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, penting bagi Moms untuk mengenali penyebabnya terlebih dahulu agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Jika keluhan berkaitan dengan gangguan pencernaan seperti sembelit atau pola BAB yang kurang teratur, menjaga kesehatan saluran cerna dapat menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang dialami anak.

Selain memastikan Si Kecil mendapatkan cukup cairan, makanan berserat, dan aktivitas fisik yang sesuai usianya, Moms juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya dengan LACTOGROW.

Pencernaan sehat merupakan kunci penyerapan nutrisi optimal. Karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0gr sukrosa. Selain itu, LACTOGROW mengandung inulin serta diperkaya dengan omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. LACTOGROW dukung pencernaan sehat Si Kecil agar nutrisinya terserap optimal.

Pertanyaan Seputar Sakit Perut Bagian Bawah Pada Anak

  1. Apa penyebab anak mengeluh sakit di perut bagian bawah?
    Anak mengeluh sakit di perut bagian bawah umumnya karena mengalami gangguan pada sistem pencernaan atau saluran kemih. Kondisi seperti sembelit, penumpukan gas, atau infeksi pada usus dan kandung kemih sering menjadi pemicu utama nyeri di area tersebut.
     
  2. Apakah sering menahan pipis menyebabkan sakit perut bawah?
    Sering menahan pipis dapat menyebabkan urine tertahan terlalu lama di kandung kemih sehingga meningkatkan risiko berkembangnya bakteri. Kondisi ini dapat memicu infeksi saluran kemih dan menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri di bagian bawah perut. 

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Referensi:

Cleveland Clinic. (2022). Lower Abdominal Pain: Common Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24530-lower-abdominal-pain

Mayo Clinic. (2025). Urinary Tract Infection (UTI) - Symptoms and Causes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447

Taylor, C., & Bailey, G. (2026). Lower Abdominal Pain: Common Causes and Treatment. Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-in-lower-left-abdomen

Harvard Health Publishing. (2026). Gastroenteritis in children: A to Z. https://www.health.harvard.edu/digestive-health/gastroenteritis-in-children-a-to-z

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Symptoms & causes of gas in the digestive tract. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Symptoms & causes of constipation in children. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation-children/symptoms-causes




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya