Parenting Corner

Manfaat Memberikan Mainan Sensory Play untuk Si Kecil

06 November 2020

Manfaat Sensory Play dalam Aktivitas Anak Bermain

Waktu Baca: 2 Menit

Moms tentu tahu bahwa aktivitas anak bermain bukan hanya untuk membuatnya gembira, tetapi juga merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Salah satu jenis permainan yang memiliki banyak manfaat bagi Si Kecil adalah permainan sensori, atau sensory play.

Apa Itu Sensory Play?

Sensory play adalah aktivitas bermain yang dapat merangsang seluruh sistem indera anak, seperti sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan bahkan perasa. Melalui sensory play, Si Kecil belajar memproses rangsangan dari lingkungan sekitarnya. 

Sejak lahir, secara alami Si Kecil akan mengeksplor dunia di sekitarnya dengan memanfaatkan sensori, atau inderanya. Karena itu pula Si Kecil senang menyentuh atau bahkan memasukkan benda ke dalam mulutnya. Eksplorasi melalui inderanya merupakan cara anak untuk mempelajari dan memahami dunia. 

Manfaat Mainan Sensory Play untuk Anak

Nah, untuk mengetahui apa saja manfaat mengajak anak bermain sensory play, simak penjelasan singkatnya di bawah ini ya, Moms.

1. Membantu Perkembangan Kognitif Anak

Jean Piaget, seorang ahli psikologi perkembangan anak, menyebutkan bahwa anak membutuhkan stimulasi dan pengalaman untuk mendukung perkembangan kognitifnya. Melalui sensory play bayi, anak akan mendapat berbagai informasi baru yang kemudian akan ia simpan di dalam otaknya untuk dipakai lagi di kemudian hari. 

Ketika anak bermain sensory, stimulasi yang ia dapat akan membantu membentuk jaringan yang menghubungkan sel-sel otak anak sehingga salah satu fungsi permainan sensori adalah meningkatkan perkembangan kognitif anak.

2. Membantu Anak Belajar untuk Fokus

Sensory play bayi adalah permainan anak yang bermanfaat untuk otak anak membangun koneksi dari informasi sensori yang didapat dan belajar memilah informasi mana yang berguna dan mana yang tidak. 

Sebagai contoh, melalui sensory play Si Kecil akan belajar memilah suara yang tidak penting dan tetap fokus dengan aktivitas bermain yang sedang ia lakukan.

3. Membantu Perkembangan Motorik Halus dan Motorik Kasar

Sensory play seringkali melibatkan kemampuan koordinasi otot kecil, atau motorik halus anak. Misalnya aktivitas menuang, menjumput, meremas, dan lain sebagainya. 

Kemampuan motorik halus ini nantinya akan dibutuhkan anak untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti menulis, menggunting, memasang kancing baju, memegang sendok dan garpu saat makan dan lain-lain. Saat bermain anak juga akan menggerakkan tubuhnya sehingga sensory play bayi atau anak pun akan turut bekerja.

4. Aktivitas yang Dapat Membuat Anak Tenang

Fungsi sensory play bayi adalah membantu Si Kecil menyalurkan rasa bosan atau resah dan membuatnya lebih tenang. Misalnya, bermain pasir, atau bermain gelembung sabun maupun bermain air akan mengalihkan perhatian anak dari hal yang membuatnya kesal dan membantunya menjadi lebih tenang. 

5. Mendorong Kemampuan Berpikir secara Ilmiah dan Memecahkan Masalah

Melalui sensory play bayi dan anak akan mengekplorasi dan bereksperimen secara sederhana sehingga saat anak bermain ia akan belajar berpikir secara ilmiah, melihat sebab akibat, dan memecahkan masalah. Misalnya, bagaimana supaya pasir yang ia cetak bisa tidak hancur saat dikeluarkan dari cetakan, bagaimana ia bisa memindahkan air dari satu tempat ke tempat lainnya, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ciri-ciri Anak Cerdas yang Perlu Diketahui

Kriteria Mainan Sensory Play yang Aman dan Sesuai Usia

Saat memilih mainan sensory play untuk tumbuh kembang anak, Moms perlu memperhatikan beberapa kriteria berikut:

  • Ukuran cukup besar sehingga tidak mudah tertelan
  • Memiliki tekstur yang aman di kulit
  • Warna yang kontras untuk merangsang visual
  • Pastikan mainan tidak mengandung zat berbahaya.
  • Hindari bahan yang terlalu keras atau tajam

Ide Kreatif Sensory Play Anak yang Mudah Dibuat di Rumah

Berikut beberapa ide sensory play yang menyenangkan untuk Si Kecil:

1. Sensory Bin

Moms bisa mengajak Si Kecil bermain tepung di nampan, atau mengeksplorasi kertas basah di mangkuk berisi air. Aktivitas ini membantu anak merasakan tekstur yang berbeda sambil belajar sebab-akibat.

2. Playdough

Gunakan adonan tepung dan air atau playdough siap pakai. Ajak Si Kecil mengaduk, meremas, dan cetak dalam beberapa bentuk. 

3. Botol Sensori

Gunakan botol kosong dan isi dengan bahan-bahan menarik, misalnya kapas yang diberi aroma (vanilla, jeruk, atau melati), glitter, manik-manik, atau air berwarna. Anak dapat menggoyang, melihat, atau mencium botol tersebut. 

4. Kain Bertekstur

Sediakan kain dengan berbagai tekstur seperti kain berbulu, satin, atau kasar. Biarkan anak merasakan perbedaan permukaan dan meremas kain. 

Cara Memperkenalkan Sensory Play agar Si Kecil Nyaman

Perkenalkan sensory play secara bertahap. Mulailah dari satu indera terlebih dahulu, misalnya sentuhan, dengan durasi bermain yang singkat. Perhatikan reaksi anak, apakah ia terlihat tertarik, ragu, atau justru tidak nyaman.

Seiring waktu, Moms bisa menambah variasi tekstur, warna, atau aktivitas, sehingga tingkat kompleksitasnya meningkat secara alami. 

Kebersihan dan Penyimpanan Mainan Sensory 

Karena banyak sensory play menggunakan bahan yang disentuh langsung oleh anak, pastikan semua alat dan bahan terjaga kebersihannya. Cuci mainan secara rutin, dan keringkan sebelum disimpan. Penyimpanan yang bersih dan tertutup membantu meminimalkan penyebaran kuman dan penyakit di rumah. 

Pengawasan Tetap yang Utama

Selama sensory play, anak perlu berada dalam pengawasan orang dewasa. Pastikan area bermain bebas dari risiko tersedak dan perhatikan kemungkinan alergi terhadap bahan tertentu. Jika anak menunjukkan tanda tidak nyaman, segera hentikan aktivitas dan evaluasi kembali bahan yang digunakan.

Selain stimulasi dari sensory play, Moms juga bisa mendukung tumbuh kembang Si Kecil dengan asupan nutrisi yang tepat. 

LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.

Pertanyaan Seputar Sensory Play

  1. Mainan sensory play apa yang aman untuk bayi dan balita?
    Mainan tekstur seperti pasir kinetik khusus anak, kain bertekstur, botol sensori, dan lain-lain.
     
  2. Mengapa sensory play penting untuk perkembangan anak?
    Karena membantu perkembangan motorik, kognitif, bahasa, dan koordinasi indera.
     
  3. Bagaimana memilih mainan sensory sesuai usia?
    Pastikan ukuran aman, tidak mudah tertelan, dan sesuai kemampuan eksplorasi anak.

Referensi:

  1. Dewi, Septiani M. (2025).  Analisis Kegiatan Sensory Play Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia 203 Tahun. Retrieved February 2026, from https://journals.unisba.ac.id/index.php/JRPGP/article/view/6528/2944
  2. Rawson, Jodi. (2023). 10 Toys Safety Tips. Retrieved February 2026, from https://www.nkchealth.org/blog/10-toy-safety-tips
  3. Flavin, Patrick. (2022). 25 Sensational Sensory Activities for Toddlers. Retrieved February 2026, from https://www.rasmussen.edu/degrees/education/blog/sensory-activities-for-toddlers/
  4.  Messing, Laurie. (2022). Prevent the spread of germs on your children’s toys. Retrieved February 2026, from https://www.canr.msu.edu/news/prevent_the_spread_of_germs_on_your_childrens_toys



Disclaimer

Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

Bagikan : Facebook WhatsApp