Waktu Baca: 2 menit
Melihat perut Si Kecil tampak lebih buncit dari biasanya tak jarang membuat banyak Moms merasa cemas. Apalagi jika bentuk tubuhnya terlihat kurus, dan hanya bagian perut yang justru menonjol.
Oleh karena itu, Moms sebaiknya memahami penyebab perut anak buncit, sehingga dapat membedakan mana kondisi yang normal dan mana yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Mengapa Perut Anak Bisa Terlihat Buncit?
Pada masa kanak-kanak, perut Si Kecil yang tampak bulat merupakan kondisi yang wajar. Hal ini terjadi karena otot perut belum berkembang secara optimal. Sebagai langkah pemeriksaan di rumah, Moms dapat memastikan bahwa lingkar pinggang Si Kecil tidak melebihi setengah dari tinggi badannya.
Namun, Moms perlu lebih waspada apabila perut Si Kecil tampak membusung sementara tubuhnya terlihat kurus. Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda kurang gizi kronis. Umumnya, keadaan tersebut disertai dengan gejala lain yang tidak biasa, seperti muntah berulang, penurunan berat badan yang drastis, hingga pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.
Penyebab Perut Anak Buncit
Berikut beberapa penyebab perut buncit pada Si Kecil:
1. Faktor Kebiasaan Sehari-hari
- Makan Terlalu Cepat
Kebiasaan makan terlalu cepat dapat membuat Si Kecil menelan lebih banyak udara, sehingga perut terlihat kembung dan membesar sesaat setelah makan.
- Konsumsi Makanan atau Minuman Tertentu
Beberapa jenis makanan dan minuman dapat membuat perut Si Kecil tampak buncit sementara akibat penumpukan gas di saluran pencernaan.
Pada anak yang lebih besar, kebiasaan seperti mengunyah permen karet atau mengonsumsi minuman berkarbonasi dapat membuat lebih banyak udara ikut tertelan, sehingga perut menjadi kembung dan tampak buncit sementara.
- Kurang Konsumsi Serat dan Air Putih
Kurang konsumsi air putih dan serat dapat menyebabkan konstipasi dan membuat perut anak buncit dan keras, serta menimbulkan rasa tidak nyaman saat mengejan. Kondisi ini cukup umum pada balita dan sering dipicu oleh perubahan pola makan, misalnya dari ASI ke susu lain, serta proses toilet training.
- Makan Sambil Terdistraksi Layar
Saat makan sambil menonton gawai, anak cenderung tidak mengunyah makanan dengan baik dan menelan lebih banyak udara.
- Makan dalam Porsi Besar Menjelang Tidur
Kebiasaan makan terlalu banyak di malam hari dapat membuat proses pencernaan terasa lebih berat, sehingga perut Si Kecil mudah terasa begah atau tidak nyaman.
2. Perkembangan Otot dan Postur Tubuh Anak
Perut Si Kecil yang tampak buncit dapat disebabkan oleh otot dinding perut dan pertumbuhan usus yang belum berkembang sempurna.
Selain itu, postur tubuh balita yang masih berkembang, termasuk lengkungan alami pada tulang punggung bagian bawah, juga dapat membuat perut Si Kecil terlihat lebih menonjol. Kondisi ini tergolong normal dan biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia.
3. Gangguan Pencernaan
Pada anak yang memiliki gangguan pencernaan, seperti intoleransi laktosa, perut bisa tampak lebih menonjol akibat penumpukan gas di usus. Kondisi ini bersifat sementara dan biasanya muncul setelah konsumsi susu atau produk olahannya.
4. Infeksi Pencernaan
Perut buncit pada anak dapat berkaitan dengan infeksi pencernaan, termasuk infeksi cacing maupun infeksi saluran cerna lainnya. Pada sebagian kasus, infeksi ringan dapat menyebabkan perut tampak lebih buncit sementara akibat peningkatan gas di usus dan biasanya membaik seiring pulihnya kondisi pencernaan.
Namun, pada infeksi tertentu, terutama jika disertai penurunan berat badan, nafsu makan menurun, diare berkepanjangan, atau keluhan pencernaan yang berulang, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih dan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Baca Juga: 6 Manfaat Lactobacillus Reuteri untuk anak
Tips Mengatasi Perut Buncit pada Anak
Berikut beberapa cara mencegah perut anak buncit yang bisa Moms lakukan di rumah:
1. Atur Porsi Makan Kecil Tetapi Lebih Sering
Pola makan ini membantu meringankan kerja saluran cerna dan mencegah perut terasa begah setelah makan.
2. Biasakan Mengunyah Makanan Perlahan dengan Mulut Tertutup
Mengunyah pelan dapat mengurangi udara yang tertelan saat makan, sehingga risiko perut kembung dapat ditekan.
3. Pastikan Asupan Air Putih Tercukupi
Cairan yang cukup membantu pergerakan usus dan mencegah konstipasi yang dapat membuat perut tampak buncit.
4. Cukupi Kebutuhan Serat Harian
Asupan serat dari buah, sayur, dan sumber pangan lainnya membantu menjaga pencernaan tetap lancar.
5. Ajak Si Kecil Aktif Bergerak
Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu kerja usus dan mengurangi penumpukan gas di saluran pencernaan.
Kapan Perlu ke Dokter?
Meskipun perut anak buncit sering kali masih termasuk kondisi yang normal, Moms sebaiknya tidak menunda pemeriksaan ke dokter jika muncul tanda-tanda berikut:
- Perut buncit tidak membaik meski pola makan dan kebiasaan sudah diperbaiki.
- Perut Si Kecil tampak membengkak dan terasa keras, disertai nyeri perut hebat, muntah berulang, atau demam.
- Terdapat darah, lendir berlebihan, atau perubahan warna feses yang tidak biasa.
- Berat badan anak sulit naik, justru menurun, atau grafik pertumbuhan tidak sesuai usianya.
Dukung Pencernaan Anak dengan Nutrisi yang Tepat
Selain memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehari-hari, pemilihan susu pertumbuhan juga berperan penting dalam menjaga kenyamanan pencernaan Si Kecil.
LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.
Pertanyaan Seputar Perut Anak Buncit:
- Apa faktor umum yang membuat perut anak tampak buncit?
Perut anak tampak buncit umumnya disebabkan oleh penumpukan gas, kebiasaan makan berlebihan, sembelit, postur tubuh yang belum tegap, serta otot perut yang masih lemah terutama pada balita. Dalam banyak kasus, kondisi ini masih tergolong normal selama anak tetap aktif dan berat badannya sesuai usia.
- Kapan perut buncit pada anak dianggap tidak normal?
Perut buncit dianggap tidak normal jika disertai gejala lain seperti nyeri perut, muntah, diare berkepanjangan, berat badan tidak naik atau justru turun, perut terasa keras saat ditekan, atau anak tampak lemas. Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- Bagaimana cara mencegah perut buncit pada anak?
Perut buncit dapat dicegah dengan memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup serat dan cairan, makan dalam porsi sesuai usia, rutin bergerak atau berolahraga, serta menjaga kesehatan saluran cerna agar terhindar dari sembelit dan penumpukan gas.
Referensi:
- Jarvis, C. (2021). Abdominal assessment. In Physical examination and health assessment. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK593213/
- Eslami, M., Pourghazi, F., Khazdouz, M., Tian, J., Pourrostami, K., Esmaeili-Abdar, Z., Ejtahed, H. S., & Qorbani, M. (2023). Optimal cut-off value of waist circumference-to-height ratio to predict central obesity in children and adolescents: A systematic review and meta-analysis of diagnostic studies. Frontiers in nutrition, 9, 985319. https://doi.org/10.3389/fnut.2022.985319
- Ekram, K. et al. (2023). Congenital duodenal web causing partial obstruction with recurrent vomiting and abdominal distention in a toddler boy: a case report. Journal of Medical Case Reports, 17. https://link.springer.com/article/10.1186/s13256-023-04179-3
- Kuzemchak, S. (2025, May 28). 5 Reasons Your Kid May Be Bloated and How to Help. Parents. https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/reasons-your-kid-is-bloated-and-how-to-help/
- Allen, P., Setya, A., & Lawrence, V. N. (2024). Pediatric functional constipation. In StatPearls. StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537037/
- Healthline Today. (2024). The Impact of Screen Time While Feeding Babies & Kids. Healthline Today. https://www.healthlinetoday.com/the-impact-of-screen-time-while-feeding-babies-kids/
- Goosenberg, E., & Afzal, M. (2025). Lactose Intolerance. NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532285
- Siviero, I., de Almeida, U. V. B., Penna, C. R. R., Di Puglia, E. B. M., & Simões, B. C. B. (2024). Abdominal complications of ascariasis in childhood. Jornal de pediatria, 100(5), 460–467. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11361875/
- National Health Service. (2026). Bloating. NHS England. https://www.nhs.uk/symptoms/bloating/
- The Pediatric Center. (2024). What You Should Know About Abdominal Distension. The Pediatric Center. https://pediatriccenterng.com/what-you-should-know-about-abdominal-distension/
Artikel Terkait