Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau Oleh: dr. Sandi Nugraha Sp.A, NPM (K) M.Biomed
Waktu Baca: 2 menit
Memberikan asupan gizi yang cukup untuk bayi merupakan salah satu tugas penting bagi setiap orang tua. Salah satu aspek utama dalam pemenuhan gizi bayi adalah memastikan bayi mendapatkan takaran susu yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama pada enam bulan pertama kehidupannya. Selama periode emas ini, pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan, karena ASI adalah sumber gizi terbaik yang diciptakan oleh tubuh Moms untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Namun, Moms mungkin bertanya-tanya, seberapa sih takaran susu bayi yang benar? Bagaimana mengetahui apakah si Kecil sudah mendapatkan ASI yang cukup? Artikel ini akan membahas pentingnya memahami takaran susu bayi yang tepat dan bagaimana Moms bisa mengoptimalkan pemberiannya. Yuk, simak!
Pentingnya ASI Eksklusif untuk si Kecil
ASI mengandung sumber antibodi alamiah yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi (diare, indfeksi saluran napas, pneumonia, infeksi saluran kemih) dan penyakit lainnya (obesitas, diabetes, alergi, penyakit inflamasi saluran cerna, kanker) di kemudian hari. ASI tidak hanya kaya akan kandungan nutrisi seperti protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, dan mineral, tetapi juga mengandung zat bioaktif seperti hormon dan enzim yang tidak bisa ditemukan pada jenis susu lainnya. Unsur-unsur ini memberikan manfaat yang unik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara holistik.
Namun, yang menjadi tantangan adalah memastikan si Kecil mendapatkan takaran susu bayi yang sesuai. Bila pemberian ASI kurang atau sebaliknya terlalu berlebihan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan bayi. Oleh karena itu, penting sekali bagi Moms untuk memahami kebutuhan konsumsi ASI bayi dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Susu yang Cocok untuk Tinggi Badan Anak
Berapa Takaran Susu Bayi yang Tepat?
Pada bayi yang diberi ASI eksklusif, "takaran" sebenarnya tidak diukur berdasarkan volume tertentu layaknya susu kemasan. ASI mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran. Semakin sering bayi menyusu, maka produksi ASI akan meningkat sesuai kebutuhannya.
Meski begitu, ada beberapa tanda yang dapat membantu Moms mengetahui apakah bayi sudah mendapatkan cukup ASI:
Laju Peningkatan Berat Badan
Berat badan adalah salah satu indikator utama yang dapat menilai apakah si Kecil sudah mendapatkan ASI yang cukup. Bayi yang diberi ASI eksklusif memenuhi takaran susu bayi secara alami apabila berat badannya terus meningkat sesuai target pertambahan berat badan pada grafik pertumbuhan yang direkomendasikan oleh dokter.
Frekuensi Buang Air Kecil
Bayi yang mendapatkan cukup ASI biasanya akan Buang Air Kecil sebanyak 6-8 kali sehari. Urin bayi juga biasanya berwarna jernih dan tidak berbau tajam.
Perilaku Sesudah Menyusu
Bayi yang mendapatkan takaran susu bayi yang cukup melalui ASI akan terlihat puas, tenang, dan tertidur dengan nyaman setelah menyusui
Durasi Menyusu
Biasanya, bayi yang baru lahir perlu menyusu setiap 2-3 jam. Setiap sesi menyusui berlangsung sekitar 10-15 menit pada setiap payudara, tergantung kebutuhan bayi.
Tips Agar Bayi Mendapat Takaran ASI yang Cukup
Karena ASI eksklusif tidak melibatkan alat pengukur takaran seperti botol susu, ini memerlukan pendekatan yang intuitif dari seorang Moms. Berikut beberapa tips agar bayi selalu mendapat takaran ASI yang sesuai dengan kebutuhannya:
Susui Lebih Sering
Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Semakin sering bayi menyusu, maka produksi ASI juga meningkat. Bayi yang perlu disusui akan memperlihatkan tanda lapar atau paling tidak setiap 2 - 3 jam, meskipun tidak memerlukan jadwal yang ketat.
Pastikan si Kecil Menyusu Hingga Selesai
Ketika bayi menyusu hingga payudara terasa kosong, ini membantu mereka mendapatkan susu dengan kandungan nutrisi yang berkualitas baik. Fore Milk akan keluar di awal menyusui dan Hind Milk yang kaya akan kandungan lemak , biasanya keluar di akhir sesi menyusui. Lemak ini penting untuk memenuhi kebutuhan energi bayi.
Posisi Menyusui yang Benar
Saat menyusui, mulut harus harus terbuka lebar, dan puting diletakkan dalam mulut bayi, pastikan bibir dan gusi bayi berada di sekitar aerola. Posisi menyusui yang nyaman dapat menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik. Konsumsi Makanan yang Sehat dan Bergizi
Produksi ASI pada Moms juga dipengaruhi oleh asupan makanan Moms itu sendiri. Pastikan Moms mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi, perbanyak cairan, dan hindari stres. Ini akan membantu tubuh Anda memproduksi ASI yang melimpah sekaligus berkualitas.
Memberikan ASI eksklusif berarti mendukung tumbuh kembang bayi secara maksimal. Tak hanya dari sisi kesehatan fisik, tapi juga ikatan emosional antara Moms dengan anak yang semakin kuat. Lebih dari itu, menyusui juga memberikan banyak manfaat bagi Moms. Proses menyusui membantu rahim kembali ke ukuran normal setelah melahirkan dan berkontribusi terhadap penurunan berat badan secara alami.
Takaran susu bayi yang tepat sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan gizi sesuai kebutuhannya. Dalam konteks ASI eksklusif, "takaran" ini tidak diukur dengan angka pasti, melainkan dilihat dari tanda-tanda kecukupan seperti pertumbuhan berat badan, frekuensi buang air kecil, dan perilaku bayi setelah menyusu.
Satu hal yang paling penting, Moms harus yakin bahwa ASI adalah makanan terbaik yang bisa diberikan kepada bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupannya. Dengan memberikan ASI eksklusif secara rutin, Moms tidak hanya mendukung kesehatan dan perkembangan si Kecil, tetapi juga sedang memberikan dasar yang kokoh untuk masa depan si Kecil yang sehat dan bahagia.
Jika Moms masih merasa ragu, tidak ada salahnya mencatat pola menyusu dan frekuensi buang air kecil si Kecil sebagai bahan evaluasi. Informasi ini bisa sangat membantu saat berdiskusi dengan dokter anak untuk menyesuaikan takaran susu bayi sesuai usia dan kondisi si Kecil.
Moms juga bisa bergabung di LACTOCLUB Parenting Journey. Di sana, Moms dapat berdiskusi langsung dengan para ahli serta terhubung dengan Moms lainnya yang tengah menjalani perjalanan serupa dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil.
Yuk, daftar sekarang!
Pertanyaan Seputar Takaran Susu Bayi yang Tepat
- Bagaimana cara mengetahui produksi ASI Moms cukup?
Moms bisa memantau tanda-tanda seperti bayi tampak kenyang setelah menyusu, tidur nyenyak, dan berat badan naik sesuai rekomendasi dokter. Jika Moms ragu, konsultasikan ke tenaga medis untuk memastikan kecukupan ASI.
- Apakah perlu memompa ASI untuk mengukur takaran?
Tidak selalu, Moms. ASI bekerja dengan prinsip supply and demand. Memompa bisa membantu jika Moms ingin menyimpan ASI atau meningkatkan produksi, tetapi tidak wajib untuk mengukur takaran karena bayi menyusu sesuai kebutuhannya.
- Apa yang harus dilakukan jika bayi tampak sering lapar?
Moms bisa menyusui lebih sering tanpa khawatir. Bayi yang baru lahir memang memiliki lambung kecil sehingga butuh menyusu lebih sering. Ini juga membantu meningkatkan produksi ASI.
Source:
American Academy of Pediatrics. (n.d.). Formula feeding. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/formula-feeding/Pages/amount-and-schedule-of-formula-feedings.aspx
National Health Service (UK). (2023, August 31). How to make up baby formula. https://www.nhs.uk/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/bottle-feeding/making-up-baby-formula/
Artikel Terkait