Waktu baca: 2 menit
Setelah mengandung selama 9 bulan, momen persalinan adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh ibu hamil. Persalinan atau melahirkan adalah proses alami di mana bayi dikeluarkan dari rahim ibu.
Persalinan diawali dengan kontraksi rahim dan melebarnya mulut rahim dan diakhiri dengan lahirnya bayi.
Semakin mendekati waktu kelahiran, ibu hamil akan mulai merasakan beberapa tanda fisik bahwa ia akan segera melahirkan, termasuk kontraksi dan pembukaan pada persalinan.
Tanda Awal Ibu akan Melahirkan
1. Kontraksi Rahim
Kontraksi rahim adalah tanda paling umum dari persalinan. Otot rahim mengalami kontraksi untuk membantu mendorong bayi keluar dari rahim. Selama proses pembukaan, kontraksi akan semakin lama, semakin sering, dan semakin kuat.
Ibu hamil seringkali terkecoh dengan kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Braxton Hicks adalah kontraksi dengan pola tidak teratur yang kerap hilang dan timbul, biasanya mulai terasa sejak usia kehamilan 35 sampai 36 minggu.
Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi rahim menjelang melahirkan durasinya lebih teratur dan intervalnya semakin pendek (semakin sering).1
2. Keluar Lendir Bercampur Darah
Selama hamil, leher rahim atau serviks akan ditutupi lendir yang kental. Menjelang persalinan, mulut rahim membesar dan membuat lendir campur darah keluar dari vagina. Warnanya beragam, mulai dari merah muda, merah, hingga kecoklatan.2
3. Air Ketuban Pecah
Ketuban adalah kantong berdinding tipis dan berisi cairan.Fungsi utamanya untuk menjaga suhu tubuh janin agar tetap hangat, melindungi janin dari tekanan, melindungi dari infeksi, memberi makan janin, dan membantu perkembangan sistem paru-paru serta pencernaan janin.
Jika ketuban pecah, bayi di dalam kandungan tidak lagi memiliki pelindung, jadi lebih mudah terpapar dan terinfeksi kuman. Karena itu, dokter biasanya akan mempercepat proses kelahiran saat ketuban pecah.3
4. Sering Buang Air Kecil
Mendekati akhir trimester ketiga, saat bayi bersiap untuk lahir, kepala bayi masuk ke pelvis atau panggul dan menekan kandung kemih. Itu sebabnya ibu akan lebih sering buang air kecil.4
5. Nyeri Punggung dan Pinggul
Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang hebat di punggung bagian bawah selama menjelang persalinan bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya jika posisi bayi di bawah tetapi menghadap ke arah perut ibu.
Nyeri punggung dan pinggul juga bisa terjadi selama kontraksi.5
Baca Juga: Pentingnya Melakukan Persiapan Persalinan untuk Ibu Hamil
Tahapan Pembukaan pada Persalinan
Jika ingin melahirkan secara per vaginam, Moms bisa menunggu pembukaan lengkap secara natural. Pembukaan pada persalinan adalah proses terbukanya serviks atau leher rahim sebagai jalan lahir dimulai dari menipisnya serviks.
Saat akan melahirkan, leher rahim akan terbuka hingga 10 cm6. Tentunya pembukaan ini tidak langsung 10 cm ya, Moms tapi bertahap dari 1 cm. Inilah mengapa disebut pembukaan 1 hingga 10.
Ada 3 tahap pembukaan persalinan hingga lengkap 10 cm.7 Berikut penjelasannya.
1. Tahap Laten
Fase atau tahap laten terjadi pada pembukaan 1-4. Biasanya tanda pembukaan pertama pada persalinan adalah kontraksi yang mulai intens dirasakan. Pada saat ini, Moms perlu mulai mencatat seberapa sering kontraksi yang dirasakan.
Apa Tanda Melahirkan Pembukaan 1 dalam Proses Persalinan?
Pembukaan mengacu pada seberapa lebar leher rahim (serviks) terbuka sebagai bagian dari proses persalinan. Pembukaan diukur dalam satuan sentimeter (cm), dari 0 hingga 10 cm. Ketika sudah mencapai 10 cm, artinya jalan lahir sudah siap untuk proses kelahiran bayi.
Pembukaan 1 berarti serviks sudah mulai membuka sekitar 1 cm. Ini adalah tanda melahirkan pembukaan 1 di mana tubuh Moms sedang memasuki fase awal persalinan, yang disebut juga sebagai fase laten. Namun, penting untuk diketahui bahwa:
• Pembukaan 1 belum berarti persalinan akan segera terjadi
• Fase ini bisa berlangsung cukup lama, bahkan berjam-jam hingga beberapa hari
• Setiap Moms memiliki pengalaman yang berbeda
Pada tahap ini, tubuh sedang mempersiapkan diri secara alami untuk proses persalinan yang lebih intens di tahap berikutnya.
2. Tahap Aktif
Tahap atau fase aktif merupakan proses pembukaan 5 hingga 8. Pada fase ini, kontraksi makin intens. Selain itu, biasanya pertambahan pembukaan terjadi lebih cepat dibanding fase laten. Pada fase ini, sebaiknya Moms segera berangkat ke rumah sakit.
3. Tahap Transisi dan Persalinan
Tahap atau fase transisi dan persalinan terjadi saat pembukaan antara 8-10 cm. Pada fase ini, Moms akan mulai mengejan untuk mengeluarkan bayi. Fase ini biasanya paling singkat namun paling menantang.
Cara Mempercepat Pembukaan Persalinan
Moms diharapkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan sebelum memulai upaya mempercepat persalinan. Ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang bisa membuat upaya ini berbahaya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin malah menyarankan untuk istirahat total untuk menjaga keamanan Moms dan bayi.8 Dan berikut beberapa informasi terkait cara mempercepat pembukaan pada proses persalinan.
1. Aktif Bergerak dengan Berdiri, Berjalan Kaki, atau Berjongkok
Salah satu keuntungan berdiri selama proses melahirkan adalah gravitasi, yang membantu tekanan pada mulut rahim dan membuat posisi bayi di dalam panggul tidak berubah.
2. Menstimulasi Payudara
Stimulasi payudara melepaskan hormon oksitosin ke dalam aliran darah yang bisa memperlancar kontraksi dan menjadi cara mempercepat pembukaan pada persalinan.
3. Pijat atau Akupresur
Pijat dan akupresur bermanfaat dalam membantu mempercepat proses persalinan yang terhenti. Pijat membuat ibu relaks, mengurangi rasa sakit, dan menimbulkan rasa senang.
4. Berganti Suasana
Setelah mencoba berbagai cara untuk mempercepat kelahiran namun belum berhasil, ibu bisa berganti suasana untuk keluar sejenak dari ketidaknyamanan proses melahirkan.
5. Intervensi Medis
Banyak ahli yang merekomendasikan menghindari intervensi medis. Tapi, kadang-kadang, tindakan medis jadi pilihan terbaik, seperti saat Moms mengalami komplikasi atau proses melahiran berjalan lambat. Beberapa contoh tindakan medis termasuk suntikan untuk mengurangi rasa sakit (epidural), obat untuk mempercepat kontraksi (pitocin), dan prosedur untuk memecahkan kantung air (amniotomi). Jadi, selalu diskusikan dengan dokter atau bidan ya, Moms.9
Kapan Harus ke Rumah Sakit?
Salah satu pertanyaan paling umum adalah: kapan waktu yang tepat untuk pergi ke rumah sakit? Pada tanda melahirkan pembukaan 1, biasanya Moms belum perlu langsung ke rumah sakit, kecuali ada kondisi tertentu. Namun, Moms perlu segera berangkat jika mengalami hal-hal berikut:
1. Kontraksi Sudah Teratur dan Semakin Kuat
Jika kontraksi:
• Datang setiap 5–10 menit
• Semakin kuat dan menyakitkan
• Berlangsung selama 30–60 detik
Ini bisa menjadi tanda bahwa persalinan sudah memasuki fase aktif.
2. Air Ketuban Pecah
Jika air ketuban keluar, baik sedikit maupun banyak, Moms sebaiknya segera ke rumah sakit meskipun kontraksi belum terasa kuat.
3. Pendarahan Banyak
Jika terjadi pendarahan seperti menstruasi atau lebih banyak, segera cari pertolongan medis.
4. Gerakan Bayi Berkurang
Jika Moms merasa gerakan Si Kecil berkurang atau tidak seperti biasanya, sebaiknya segera diperiksa.
5. Memiliki Kondisi Kehamilan Tertentu
Jika Moms memiliki kondisi khusus seperti kehamilan risiko tinggi, dokter mungkin menyarankan untuk datang lebih awal.
Itu tadi beberapa tanda melahirkan pembukaan 1 maupun tahapan pembukaan pada persalinan yang perlu Moms ketahui. Semoga informasinya bisa bermanfaat untuk Moms ya!
Agar Moms tidak merasa bingung atau sendirian dalam mempersiapkan kehadiran Si Kecil, yuk, bergabung dengan Lactoclub Community. Di sana, Moms bisa mendapatkan informasi terpercaya seputar kehamilan dan tumbuh kembang anak, sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama Moms. Dukungan dan edukasi yang tepat akan membantu Moms menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan percaya diri.
Pertanyaan Seputar Pembukaan 1 Persalinan
1. Apa saja tanda persalinan mulai memasuki pembukaan 1?
Kontraksi ringan dan tidak teratur, lendir bercampur darah (bloody show), serta rasa kencang di perut atau punggung.
2. Berapa lama biasanya fase awal pembukaan berlangsung?
Bisa berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari, terutama pada kehamilan pertama.
3. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada pembukaan 1?
Boleh istirahat, berjalan ringan, dan makan ringan. Hindari aktivitas berat dan panik berlebihan.
Referensi:
1. What To Expect. (2022). Signs of Labor: Early Labor, Active Labor & More. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-signs
2. What To Expect. (2022). Braxton Hicks Contractions: Causes, Signs and Relief. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/braxton-hicks-contractions.aspx
3. WebMD. (2020, March 10). What Is Bloody Show? https://www.webmd.com/baby/what-is-bloody-show
4. RSBUDI Sehat Purworejo. (n.d.). 5 Tanda Akan Melahirkan Sudah Dekat. http://rsbudisehatpurworejo.com/5-tanda-akan-melahirkan-sudah-dekat/
5. What To Expect. (2022). Frequent Urination During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/frequent-urination
6. What To Expect. (2022). Back Labor: Symptoms, Causes and Relief. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/back-labor/
7. Mayo Clinic. (2022, January 25). Stages of labor: Baby, it's time!. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/stages-of-labor/art-20046545
8. Healthline. (2022, February 8). Cervical Dilation Chart: The Stages of Labor. https://www.healthline.com/health/pregnancy/cervix-dilation-chart
9. Verywell Family. (2022, February 11). 11 Ways to Speed Up Labor. https://www.verywellfamily.com/ways-to-speed-up-labor-2759005
Artikel Terkait