Parenting Corner

Penyebab Diare Anak dan Cara Mengatasi Diare bagi Si Kecil

05 November 2020

Diare hambatan Si Kecil Grow Happy

Moms tentu pernah mengalami diare, kan? Ya, diare adalah penyakit pencernaan yang umum dialami orang dewasa maupun anak-anak. Penyebab diare beragam, mulai dari salah konsumsi makanan hingga alergi.

Apalagi mengingat pada usia dini saluran cerna Si Kecil belum terbentuk dengan sempurna sehingga mereka memang masih rentan terkena berbagai penyebab diare atau penyakit pencernaan lainnya.

Walaupun diare umum dialami oleh anak-anak, tetapi jika tidak ditangani dengan cepat, diare dapat membahayakan lho, Moms. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Moms mengatasi diare anak. Simak, yuk.

Special Care

1. Berikan cairan yang cukup

Saat diare tubuh Si Kecil kehilangan banyak cairan sehingga yang paling utama adalah mengganti cairan yang hilang tadi agar anak tidak sampai mengalami dehidrasi. Karenanya, memastikan Si Kecil minum air putih yang cukup adalah salah satu cara mengatasi diare anak yang utama.

2. Berikan oralit

Oralit adalah campuran air, gula dan garam yang fungsinya menggantikan gula, elektrolit, dan mineral yang hilang saat diare. Untuk mengatasi diare anak, berikan anak oralit sekitar 10ml/kg berat badannya. Misalnya, jika berat badan Si Kecil 10kg maka berikan oralit sebanyak 100ml setiap ia diare. 

3. Tetap berikan makan

Jangan takut memberi Si Kecil makan saat diare ya, Moms. Makan tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi anak selama diare.  Beri makanan dalam porsi kecil namun sering, misalnya setiap 3-4 jam. Selain itu, pemberian jus buah segar tidak disarankan, karena mengandung sukrosa, fruktosa dan sorbitol yang osmolaritasnya tinggi sehingga sulit diserap tubuh. Yang disarankan adalah makanan dengan kandungan kalium tinggi seperti pisang.

4. Konsultasi dengan dokter 

Moms, sebelum memberikan obat antidiare sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, ya.  Selain itu, Moms juga perlu segera membawa Si Kecil ke dokter jika menunjukkan gejala dehidrasi seperti mulut anak kering, tidak BAK selama beberapa jam, air seni berwarna kuning gelap, lemas dan pucat, menangis tetapi tidak dapat mengeluarkan air mata, serta mengalami demam tinggi dan muntah, juga apabila diare sudah lebih dari 3 hari lamanya.

Hal lain yang dapat Moms lakukan untuk mencegah Si Kecil mengalami penyakit pencernaan seperti diare adalah dengan membiasakan Si Kecil menjaga kebersihan, termasuk dengan mengajarkan anak kebiasaan mencuci tangan yang baik sedini mungkin. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati bukan, Moms?

Nutrisi yang seimbang juga penting untuk pertumbuhan si Kecil. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian si Kecil, berikan LACTOGROW 3 adalah susu pertumbuhan, namun LACTOGROW 4 merupakan susu bubuk yang dapat sehari-hari.

Dalam 3, si Kecil mendapatkan manfaat nutrisi seperti serat pangan (inulin) dan L. reuteri, serta 13 vitamin & 7 mineral yang merupakan sumber zat besi & tinggi vitamin C, tinggi kalsium maupun vitamin D, sumber protein, serta minyak ikan dan omega 3 & 6.

Lactogrow 3 untuk anak berusia 1-3 tahun tersedia dalam rasa Original (350-750 gram), Madu (180 gram-1 kg), dan Vanilla (350 gram-1 kg). Sedangkan LACTOGROW 4 merupakan susu bubuk yang tersedia dalam rasa Madu (750 gram-1 kg) dan Vanilla (750 gram-1 kg).


“Special



Bagikan : Facebook WhatsApp