Parenting Corner

Kenapa Anak Sering Sakit Perut? Ini Penyebab dan Solusi Tepat

07 September 2026

kenapa anak sering sakit perut

Anak sering sakit perut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga kondisi lain yang perlu diwaspadai, dan mengenali penyebabnya sejak awal bisa membantu Moms menentukan penanganan yang paling tepat untuk si Kecil.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada anak, jadi Moms tidak perlu langsung panik saat si Kecil mengeluh sakit perut.

Kenapa Anak Sering Sakit Perut?

Anak sering sakit perut bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari gangguan pencernaan ringan seperti diare, alergi makanan, atau gangguan pencernaan kronis.

Sakit perut pada Si Kecil juga tidak selalu berkaitan dengan makanan. Beberapa anak mungkin dapat mengeluhkan sakit perut karena stres, kecemasan, atau perubahan drastis pada rutinitas hariannya. 

Meski sebagian besar tidak berbahaya, Moms tetap perlu waspada jika terlalu sering kambuh atau disertai gejala lain, seperti muntah, diare, nafsu makan menurun,  penurunan berat badan, atau Si Kecil tampak lemas.

7 Penyebab Anak Sering Sakit Perut

Sakit perut yang sering kambuh pada anak dapat menandakan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi virus atau bakteri, sembelit, reaksi alergi makanan, keracunan makanan, hingga faktor emosional seperti stres dan rasa cemas. 

Lalu, kenapa anak sering sakit perut?

1. Diare

Sakit perut akibat diare biasanya terjadi karena infeksi pada saluran pencernaan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kuman, seperti virus, bakteri, atau parasit, yang masuk lewat makanan dan minuman yang kurang bersih. 

Saat kuman masuk ke usus, saluran cerna bisa mengalami iritasi dan peradangan sehingga anak merasa mulas, kram perut, lalu BAB menjadi lebih sering atau encer.

Pada beberapa kondisi tertentu, seperti gangguan pencernaan kronis, gejala sakit perut saat diare bisa terjadi lebih sering.

2. Sembelit

Sembelit bisa membuat perut anak terasa sakit karena tinja yang keras menumpuk di usus dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, usus menjadi penuh dan otot perut harus bekerja lebih keras untuk mendorong feses keluar.

Sembelit juga sering menyebabkan perut anak kembung, yang terasa begah dan kram, terutama di area perut bawah.

Pada anak, sembelit umumnya disebabkan oleh kurang konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran, juga kurang minum. 

3. Alergi Makanan

Salah satu penyebab umum kenapa anak sering sakit perut adalah alergi makanan. Alergi makanan dapat menyebabkan sakit perut karena sistem imun anak keliru menganggap protein tertentu dalam makanan sebagai zat berbahaya. 

Akibatnya, tubuh melepaskan zat kimia seperti histamin yang memicu reaksi alergi di berbagai bagian tubuh, termasuk saluran pencernaan. Reaksi ini dapat menimbulkan peradangan dan iritasi pada lambung maupun usus yang memicu sakit perut.

Pada beberapa anak, sakit perut akibat alergi makanan juga bisa disertai sesak napas, ruam kulit, gatal, sensasi kembung, diare atau mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan tertentu.

4. Stres dan Kecemasan

Stres dan kecemasan dapat menyebabkan sakit perut pada anak karena otak dan saluran cerna saling terhubung melalui gut-brain axis. Saat anak merasa cemas atau tertekan, otak mengirim sinyal yang dapat mengganggu proses pencernaan sehingga perut terasa mulas, kram, mual, atau kembung.

Pada beberapa anak, sakit perut karena stres bisa muncul di pagi hari atau sebelum berangkat sekolah, terutama di situasi yang membuatnya tertekan. Misalnya, karena cemas menghadapi ujian, takut berpisah dengan orang tua, atau masalah pertemanan di sekolah. 

Selain membuat saluran cerna lebih sensitif, stres berkepanjangan juga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus yang dapat memicu keluhan seperti kembung atau nyeri perut.

Namun, keluhan ini biasanya akan berangsur membaik setelah anak merasa lebih tenang.

Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau: Bahaya Kah?

5. Infeksi Cacing (Cacingan)

Infeksi cacing dapat menjadi salah satu penyebab anak sering sakit perut, terutama jika anak sering bermain di tanah atau kurang menjaga kebersihan tangan. Cacing yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi dapat hidup di usus dan mengganggu proses pencernaan.

Akibatnya, anak bisa mengalami gejala seperti nyeri perut berulang, perut kembung, nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, hingga gatal di area anus (terutama pada malam hari).

Jika tidak ditangani, infeksi cacing juga bisa memengaruhi penyerapan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan pemberian obat cacing secara berkala sangat dianjurkan.

6. Masalah saat Toilet Training

Masalah toilet training juga dapat menjadi penyebab anak sering sakit perut di pagi hari karena Si Kecil merasa stres atau terbebani dengan “kewajiban” BAB sebelum berangkat sekolah. 

Ketika anak stres, hormon stres seperti kortisol dan adrenalin meningkat sehingga aliran darah dialihkan dari sistem pencernaan ke otot tubuh. Inilah yang dapat menyebabkan sakit perut, kembung, atau rasa tidak nyaman di perut. 

Bahkan, aktivitas pencernaan normal dan gas di perut bisa terasa lebih menyakitkan karena tubuh anak menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan di saluran cerna.

Rutinitas toilet training yang dimulai terlalu dini sebelum anak benar-benar siap juga bisa membuatnya stres sehingga memilih menahan BAB.

7. Gangguan Pencernaan Kronis

Pada beberapa kasus, sakit perut berulang bisa menjadi tanda gangguan pencernaan kronis, seperti:

  • IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • konstipasi kronis
  • GERD atau asam lambung
  • intoleransi laktosa persisten

Selain sakit perut, anak juga bisa mengalami keluhan lain seperti mual, muntah, sembelit, atau diare, bahkan beberapa gejala sekaligus. Nafsu makan Si Kecil pun bisa menurun, atau mereka merasa cepat kenyang meski baru makan sedikit.

5 Cara Mengatasi dan Mencegah Sakit Perut Berulang pada Anak

Setelah mengetahui berbagai penyebab kenapa anak sering sakit perut, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah membantu mencegah sakit perut agar tidak terus berulang. 

Kabar baiknya, banyak kasus sakit perut pada anak bisa dikurangi dengan perubahan sederhana pada pola makan, kebiasaan sehari-hari, hingga pengelolaan stres yang lebih baik.

1. Perbaiki Pola Makan Anak

Pola makan yang baik membantu menjaga kesehatan saluran cerna anak.

Biasakan Si Kecil makan teratur, cukup minum air putih, serta mengonsumsi sayur, buah, dan sumber serat lainnya. Batasi makanan ultra-proses, gorengan, dan minuman tinggi gula yang dapat memicu gangguan pencernaan.

Sistem pencernaan yang sehat membantu mengurangi risiko sakit perut berulang pada anak. 

2. Konsumsi Probiotik

Konsumsi makanan bergizi seimbang dan tinggi serat yang diimbangi dengan asupan probiotik alami seperti yoghurt atau tempe dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. 

Moms juga dapat memberikan susu pertumbuhan seperti susu LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!

3. Kenali Pemicu Makanan

Jika Si Kecil sering sakit perut setelah makan makanan tertentu, Moms bisa mencoba membuat catatan makanan harian atau food diary.

Cara ini membantu mengenali apakah ada makanan yang memicu keluhan, misalnya susu, makanan pedas, gorengan, atau makanan tinggi gula.

4. Bantu Anak Mengelola Stres

Kesehatan emosional anak juga penting untuk menjaga kesehatan pencernaannya. 

Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak, bantu ia merasa nyaman, dan hindari tekanan berlebihan pada kehidupan akademik dan sosialnya. 

Tidur yang cukup dan menerapkan rutinitas yang teratur juga membantu mencegah sakit perut karena stres pada anak.

5. Biasakan Anak Menjaga Kebersihan Diri 

Mengajarkan Si Kecil untuk selalu menjaga kebersihan diri dapat membantu mencegah berbagai penyebab sakit perut, terutama yang berasal dari infeksi kuman atau parasit.

Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?

Meski sebagian besar sakit perut pada anak tidak berbahaya, Moms perlu segera memeriksakan Si Kecil ke dokter bila muncul tanda berikut:

  • Nyeri perut yang sangat hebat, semakin memburuk, atau berpindah lokasi.
  • Demam atau menggigil.
  • Tubuh terlihat pucat, berkeringat, dan tampak lemas atau tidak sehat.
  • Muntah lebih dari 24 jam.
  • Menolak makan maupun minum.
  • Terdapat darah pada muntahan atau feses (BAB).
  • Kesulitan buang air kecil atau frekuensi pipis berkurang, misalnya popok basah kurang dari empat kali sehari.
  • Muncul ruam pada kulit disertai rasa nyeri.

Gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan kesehatan serius yang memerlukan penanganan medis segera. Jadi, jangan tunda ke dokter, ya, Moms.

Selain itu, bila sakit perut membuat anak sering absen sekolah, rewel berlebihan, atau mengganggu kualitas tidurnya, konsultasi ke dokter juga dianjurkan agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini dan ditangani dengan tepat.

Pertanyaan Seputar Penyebab Anak Sering Sakit Perut

  1. Mengapa anak sering mengeluh sakit perut di pagi hari?
    Sakit perut di pagi hari cukup sering terjadi pada anak usia sekolah. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari telat makan malam, sembelit, asam lambung, hingga rasa cemas sebelum sekolah. Kurang tidur dan jadwal makan yang tidak teratur juga dapat membuat sistem pencernaan anak lebih sensitif saat pagi hari.
     
  2. Kapan sakit perut berulang perlu diperiksakan ke dokter?
    Orang tua perlu lebih waspada apabila sakit perut disertai gejala berikut:
  • Demam tinggi
  • Muntah terus-menerus
  • Diare berkepanjangan atau BAB berdarah
  • Berat badan turun atau anak sulit makan
  • Perut tampak bengkak
  • Nyeri hebat hingga anak sulit tidur atau beraktivitas
  • Nyeri berpindah ke kanan bawah perut
  • Anak tampak lemas, pucat, atau dehidrasi
  • Keluhan berlangsung lebih dari beberapa minggu atau sering kambuh

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Referensi:

‌Modglin, L. (2019, March 7). What’s Causing This Abdominal Pain and Diarrhea? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/abdominal-pain-and-diarrhea#common-causes

Wells, D. (2018, March 20). Abdominal Pain and Constipation. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/abdominal-pain-and-constipation#causes

Food Allergy. (2023). Phoenix Children’s Hospital. https://phoenixchildrens.org/specialties-conditions/food-allergy#:~:text=Your%20immune%20system%20makes%20IgE,pains%2C%20vomiting%2C%20or%20diarrhea.

Stress, Anxiety & Stomach Aches in Kids - Children’s Health. (2022). Childrens.Com. https://www.childrens.com/health-wellness/stress-anxiety-and-stomach-aches-in-kids

Constipation in children-Constipation in children - Symptoms & causes - Mayo Clinic. (2025). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242

McCarthy, C. (2023, August 23). Chronic stomach pain in children: What’s the most common cause? - Harvard Health. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/chronic-stomach-pain-in-children-whats-the-most-common-cause-202308232964

Abdominal pain - children under age 12: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2025). Medlineplus.Gov. https://medlineplus.gov/ency/article/007504.htm

The. (2026). Food as Medicine: Probiotic Foods. Children’s Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/health-resources/food-medicine-probiotic-foods

Health. (2024). Abdominal pain in children. Vic.Gov.Au. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/abdominal-pain-in-children#taking-care-of-your-child-with-abdominal-pain

Villamizar E, Mendez M, Bonilla E, Varon H, de Ontra S. Ascaris lumbricoides infestation as a cause of intestinal obstruction in children. Journal of Pediatric Surgery. 1996;31(1):201–205.




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya