Triliunan bakteri baik hidup di usus anak dan berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna serta mendukung daya tahan tubuhnya, sehingga keberadaannya tidak kalah penting dibanding faktor lain seperti makanan atau waktu tidur yang cukup.
Yuk, berkenalan lebih jauh dengan bakteri baik di usus anak dan kenapa mereka penting untuk kesehatan si Kecil!
Apa Itu Bakteri Baik dan Mengapa Penting untuk Anak?
Di dalam saluran pencernaan manusia terdapat sangat banyak mikroorganisme, bahkan jumlahnya bisa mencapai hampir 100 triliun. Sebagian besar bakteri ini hidup dan berkembang di usus halus serta usus besar, yang menjadi pusat aktivitas penting dalam sistem pencernaan.
Di dalam usus, terdapat dua kelompok utama bakteri, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri jahat seperti E. coli, Clostridium, Proteus, dan Staphylococcus dapat memicu penyakit. Sementara itu, bakteri baik seperti Lactobacillus berperan membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan si Kecil.
Kumpulan bakteri ini disebut mikrobiota usus, yang terdiri dari sekitar 1.000 hingga 1.500 jenis bakteri. Komposisinya mulai terbentuk sejak si Kecil lahir dan terus berkembang seiring waktu, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, lingkungan, dan penggunaan antibiotik.
Bakteri baik (atau dikenal juga dengan “probiotik”) memiliki peran sangat penting bagi kesehatan anak. Mereka membantu proses pencernaan, menghasilkan vitamin tertentu, menjaga keseimbangan usus, serta membantu penyerapan nutrisi.
Hubungan Bakteri Baik di Usus dan Sistem Imun Anak
Mikrobiota usus adalah kumpulan bakteri baik di dalam usus si Kecil yang berperan seperti “tim penjaga tubuh”.
Bakteri baik ini bekerja setiap hari untuk menjaga kesehatan, baik saat si Kecil sehat maupun ketika sedang sakit, sebab usus juga berperan sebagai pusat sistem imun. Bakteri baik di usus membantu imun dengan cara:
- Melatih sistem imun mengenali bakteri jahat
- Menghasilkan zat pelindung alami
- Menjaga respon peradangan tetap seimbang
- Mendukung pembentukan antibodi
Hubungan antara bakteri baik dan kekebalan tubuh ini disebut gut–immune axis.
Baca Juga: Perbedaan L. Reuteri dan Rhamnosus
Lactobacillus reuteri, Bakteri Baik bagi Usus Anak Di dalam usus terdapat triliunan bakteri, dengan perkiraan jumlah bakteri baik mencapai 39 hingga 100 triliun lebih. Flora normal ini memiliki manfaat penting dalam membantu proses pencernaan makanan, mendukung pembentukan vitamin, serta menjaga daya tahan tubuh.
Namun, manfaat probiotik tidak hanya ditentukan oleh jumlah bakteri baik yang ada, melainkan juga oleh karakteristik masing-masing strain, termasuk Lactobacillus reuteri atau L. reuteri yang telah banyak diteliti manfaatnya bagi kesehatan saluran cerna dan daya tahan tubuh.
Bakteri baik ini membantu menyeimbangkan kondisi usus, sehingga pencernaan bekerja lebih optimal dan tubuh lebih terlindungi dari kuman penyebab penyakit.
Selain itu, L. reuteri membantu mengatur respon imun dengan menurunkan zat penyebab peradangan dan memperkuat lapisan pelindung usus. Dengan begitu, usus si Kecil menjadi lebih sehat dan lebih tahan terhadap gangguan bakteri jahat.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa L. reuteri dapat membantu mempercepat pemulihan diare pada anak dengan aman. Pada bayi, bakteri ini juga bermanfaat untuk mengurangi kolik, serta membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sakit perut, sembelit, hingga gumoh berlebihan.
Peran Probiotik L. reuteri dan Prebiotik Inulin untuk Menjaga Kesehatan Usus
Dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus si Kecil, ada dua komponen penting yang perlu Moms kenali, yaitu probiotik dan prebiotik. Salah satu contoh probiotik adalah bakteri baik L. reuteri, sementara prebiotik seperti inulin berperan sebagai “makanan” bagi bakteri baik di dalam usus.
L. reuteri membantu menjaga keseimbangan bakteri di usus dengan melawan bakteri jahat sekaligus mendukung daya tahan tubuh si Kecil. Bakteri baik ini juga berperan dalam menjaga sistem pencernaan tetap nyaman dan stabil.
Selain itu, L. reuteri dapat membantu meredakan gangguan pencernaan seperti sakit perut, sembelit, dan diare. Bakteri ini juga menghasilkan senyawa alami yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, sehingga sistem imun di dalam usus bisa bekerja lebih optimal.
Sementara itu, inulin berfungsi sebagai serat alami yang mendukung pertumbuhan bakteri baik seperti Lactobacillus.
Dengan menjaga keseimbangan flora normal usus dan membantu kelancaran pencernaan, kombinasi probiotik dan prebiotik ini bekerja bersama untuk mendukung kesehatan pencernaan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh si Kecil.
3 Faktor yang Merusak Keseimbangan Flora Usus
Ketika jumlah bakteri jahat lebih dominan dan menggantikan bakteri baik di usus, kondisi ini disebut disbiosis yang dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota. Ketidakseimbangan ini berisiko menyebabkan berbagai masalah seperti sembelit, diare, perut kembung, hingga gangguan lain, dan biasanya dipengaruhi oleh pola makan, obat-obatan, serta gaya hidup sehari-hari. Berikut beberapa faktor utama yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus:
1. Faktor pola makan
- Konsumsi gula berlebihan dan makanan olahan dapat memberi “makanan” bagi bakteri jahat sehingga mereka berkembang lebih cepat
- Asupan serat yang rendah membuat bakteri baik kekurangan nutrisi dan jumlahnya menurun
- Pemanis buatan seperti aspartam dan sukralosa dapat mengubah komposisi bakteri usus
- Bahan tambahan makanan pada produk olahan dapat mengganggu lapisan pelindung usus dan memicu peradangan
2. Penggunaan obat-obatan
- Antibiotik dapat membunuh bakteri jahat, tetapi juga ikut membunuh bakteri baik jika digunakan berlebihan
- Obat pereda nyeri tertentu dapat merusak lapisan usus dan membuat usus lebih mudah teriritasi
- Obat asam lambung dapat mengubah tingkat keasaman usus sehingga memengaruhi keseimbangan bakteri
3. Gaya hidup dan lingkungan
- Stres atau kecemasan berkepanjangan
- Kurang tidur
- Kurang aktivitas fisik
- Lingkungan yang terlalu steril dapat mengurangi paparan alami yang dibutuhkan untuk perkembangan mikrobiota
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mikrobiota Usus?
Menjaga mikrobiota usus sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Berikut 6 cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat flora normal di usus anak:
1. Perbanyak Makan Makanan Berserat
Serat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Makanan seperti sayur, buah, oatmeal, edamame, dan roti gandum bisa menjadi sumber serat yang baik untuk si Kecil.
Buah-buahan berry seperti blueberry, raspberry, dan cranberry juga dapat membantu menjaga mikrobiota usus.
Namun, jangan lupa imbangi konsumsi makanan berserat dengan air putih yang cukup untuk membantu melancarkan pencernaan dan mendukung kerja mikrobiota usus si Kecil, Moms.
2. Konsumsi Makanan sumber Probiotik
Makanan dan minuman fermentasi dikenal sebagai sumber probiotik alami, yaitu bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Beberapa contohnya adalah tempe, yoghurt, kefir, kimchi, miso, asinan kubis, dan kombucha.
Selain dari makanan, probiotik juga tersedia dalam bentuk suplemen. Asupan probiotik yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri usus dan menurunkan risiko gangguan pencernaan.
3. Batasi Asupan Gula
Makanan dan minuman manis memang disukai anak-anak, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat mengganggu kesehatan usus.
Gula yang terlalu banyak bisa menjadi “makanan” bagi bakteri jahat sehingga jumlahnya meningkat dan mengganggu keseimbangan bakteri baik. Karena itu, asupan gula anak sebaiknya dibatasi.
Untuk anak usia di atas 2 tahun, asupan gula tambahan sebaiknya tidak lebih dari 6 sendok teh per hari, atau setara dengan kurang lebih 24 hingga 25 gram. Untuk anak di bawah usia 2 tahun, sebaiknya tidak diberikan tambahan gula sama sekali.
4. Pastikan Tidurnya Cukup
Saat si Kecil stres, kurang tidur, atau terlalu lama berada di lingkungan yang tidak nyaman, keseimbangan bakteri baik di usus bisa ikut terganggu. Akibatnya, usus si Kecil menjadi lebih rentan mengalami peradangan dan gangguan pencernaan bisa terasa lebih mengganggu.
Untuk itu, penting bagi Moms untuk membantu si Kecil mengelola stres dalam kesehariannya. Cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain menyediakan waktu untuk relaksasi, melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama si Kecil, serta memastikan waktu tidur yang cukup.
Jam tidur si Kecil berbeda sesuai usianya, tetapi secara umum anak umur 1–2 tahun butuh 11–14 jam setiap hari dan anak usia 3–5 tahun perlu tidur selama 10–13 jam tiap hari, yang termasuk 1-2 jam tidur siang. Anak disarankan tidur malam sebelum pukul 20.00–21.00 agar hormon pertumbuhannya bekerja optimal.
5. Olahraga teratur
Olahraga ternyata membantu meningkatkan jumlah bakteri baik sehingga pencernaan menjadi lebih lancar dan seimbang, Moms.
Anak yang aktif bergerak bahkan cenderung memiliki mikrobiota usus yang lebih sehat dan beragam. Tidak perlu memilih olahraga yang berat. Cukup ajak si Kecil melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, bermain di luar rumah, atau yoga sederhana.
Yang terpenting adalah dilakukan secara konsisten agar manfaatnya terasa bagi kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh si Kecil.
6. Konsumsi antibiotik dengan bijak
Antibiotik memang diperlukan untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi penggunaannya harus tetap hati-hati, ya, Moms.
Jika digunakan tanpa anjuran dokter, antibiotik tidak hanya membunuh bakteri jahat, tetapi juga bisa mengurangi jumlah bakteri baik di usus si Kecil.
Karena itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum memberikan antibiotik. Dengan penggunaan yang tepat, kesehatan usus si Kecil tetap terjaga dan keseimbangan bakteri baik tidak mudah terganggu.
Mengapa Kesehatan Usus Sangat Penting untuk Imun Anak?
Bakteri baik di usus memiliki peran penting dalam menjaga imun dari pencernaan, karena sekitar 80% sistem imun tubuh berada di usus. Ketika mikrobiota usus si Kecil seimbang, sistem imun bekerja lebih optimal sehingga tubuhnya bisa lebih kuat melawan infeksi dan risiko sakit yang berulang atau kambuhan menurun.
Jadi, semakin banyak bakteri baik di usus si Kecil, semakin kuat juga pertahanan tubuhnya dari dalam agar ia tidak mudah sakit. Kalau keseimbangannya terganggu, si Kecil justru bisa lebih mudah sakit, rentan terkena infeksi, atau masalah pencernaan.
Hal penting yang perlu diingat adalah pola makan yang tepat dan gaya hidup sehat sejak dini dapat membantu menjaga imun dari pencernaan si Kecil. Moms juga bisa memberikan LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
Pertanyaan Seputar Bakteri Baik di Usus
- Mengapa usus membutuhkan bakteri baik?
Usus membutuhkan bakteri baik untuk membantu mencerna makanan, menyerap nutrisi, menjaga keseimbangan flora usus, serta memperkuat sistem imun si Kecil agar tidak mudah sakit.
- Bagaimana cara meningkatkan populasi bakteri baik di perut anak?
Tingkatkan populasi bakteri baik di usus anak dengan memberikan makanan tinggi serat (prebiotik) seperti buah dan sayur, makanan fermentasi seperti yogurt dan tempe (probiotik), mengurangi gula dan makanan olahan, serta memastikan asupan nutrisi seimbang setiap hari.
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
Referensi:
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2022). Kemkes.Go.Id. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1626/mengenal-bakteri-usus-dan-kaitannya-dengan-kesehatan-jantung
IDAI | Saluran Cerna, Benteng Kesehatan Anak (Bagian 1). (2016). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/saluran-cerna-benteng-kesehatan-anak-bagian-i
Prof. Hania Szajewska, MD. (2024, October 23). Can Probiotics Prevent Respiratory Tract Infections in Infants and Children? - International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP). International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP). https://isappscience.org/can-probiotics-prevent-respiratory-tract-infections-in-infants-and-children/
IDAI | Gut Brain Axis dalam Kesehatan Anak: Tinjauan Komprehensif. (2024). Idai.Or.Id. https://www.idai.or.id/publications/buku-idai/gut-brain-axis-dalam-kesehatan-anak-tinjauan-komprehensif
Shah, A. B., Baiseitova, A., Zahoor, M., Ahmad, I., Ikram, M., Bakhsh, A., Shah, M. A., Ali, I., Idress, M., Ullah, R., Nasr, F. A., & Al-Zharani, M. (2024). Probiotic significance of Lactobacillus strains: a comprehensive review on health impacts, research gaps, and future prospects. Gut Microbes, 16(1). https://doi.org/10.1080/19490976.2024.2431643
Mu, Q., Tavella, V. J., & Luo, X. M. (2018). Role of L. reuteri in Human Health and Diseases. Frontiers in Microbiology, 9. https://doi.org/10.3389/fmicb.2018.00757
L. reuteri shortens acute infectious diarrhea in a pediatric outpatient setting – BioGaia. (2020). BioGaia. https://www.biogaiagroup.com/research-studies/lactobacillus-reuteri-shortens-acute-infectious-diarrhea-in-a-pediatric-outpatient-setting
Wadhwa, A., Kesavelu, D., Kumar, K., Chatterjee, P., Jog, P., Gopalan, S., Paul, R., Veligandla, K. C., Mehta, S., Mane, A., Pandit, S., Rathod, R., Jayan, S., & Mitra, M. (2022). Role of L. reuteri DSM 17938 on Crying Time Reduction in Infantile Colic and Its Impact on Maternal Depression: A Real-Life Clinic-Based Study. Clinics and Practice, 12(1), 37–45. https://doi.org/10.3390/clinpract12010005
Yekani, M., Baghi, H. B., Naghili, B., Vahed, S. Z., Sóki, J., & Memar, M. Y. (2020). To resist and persist: Important factors in the pathogenesis of Bacteroides fragilis. Microbial Pathogenesis, 149, 104506. https://doi.org/10.1016/j.micpath.2020.104506
Jewell, T. (2017, September 19). What Causes Dysbiosis and How Is It Treated? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/digestive-health/dysbiosis
Ingin Usus Tetap Sehat? Lakukan Ini! (2021). Ygi.Or.Id. https://doi.org/10.3389/fmicb.2015.01543
Post, A. (2025, December 6). Dokter FK Unair Bagikan Tips Menjaga Mikrobiota Usus Tetap Sehat -. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. https://fk.unair.ac.id/dokter-fk-unair-bagikan-tips-menjaga-mikrobiota-usus-tetap-sehat/
Sutanto, L. B., Dilantika, C., Pratiwi, D., & Latarissa, I. R. (2025) Crafting Paediatric Immunity: The Science of Prebiotic, Probiotic, and Synbiotic Roles in Child Health: Membangun Kekebalan Tubuh: Pengetahuan tentang Peran Prebiotik dan Probiotik dalam Kesehatan Anak. Amerta Nutrition, 9(4),