Parenting Corner

Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak di Rumah dan Kapan ke Dokter

04 April 2022

cara atasi sakit perut anak

Cara mengatasi sakit perut pada anak di rumah sebenarnya cukup sederhana. Moms dapat membiarkan Si Kecil beristirahat, memberikannya larutan oralit secara berkala dan makanan yang mudah dicerna, serta menempelkan kompres hangat pada bagian tubuh yang tidak nyaman.

Namun, sakit perut pada anak bisa disebabkan oleh faktor yang beragam. Pada kasus yang lebih serius, ia mungkin membutuhkan perawatan lebih lanjut. Oleh karena itu, Moms perlu memperhatikan kondisi Si Kecil dan gejala lain yang menyertainya agar dapat memberikan pertolongan yang tepat.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Anak Sakit Perut

Sebelum memberikan pertolongan, coba perhatikan seperti apa sakit perut yang dirasakan Si Kecil. Moms bisa mengamati beberapa hal berikut.

  • Lokasi dan durasi sakit. Tanyakan bagian perut mana yang terasa sakit dan sudah berapa lama keluhan muncul.
  • Makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ingat kembali apa saja yang dikonsumsi Si Kecil sebelum sakit perut.
  • Gejala lain yang menyertai. Perhatikan apakah sakit perut disertai demam, muntah, diare, atau sembelit.
  • Aktivitas Si Kecil. Lihat apakah ia masih mau bermain dan beraktivitas atau tampak lemas dan tidak bertenaga.

Hal-hal tersebut dapat membantu Moms mengetahui apakah keluhannya masih tergolong ringan atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

7 Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak

Jika Si Kecil masih cukup aktif dan sakit perutnya tergolong ringan, beberapa cara berikut bisa Moms lakukan untuk membantu membuatnya lebih nyaman.

1. Biarkan anak beraktivitas

Salah satu cara sederhana untuk membantu meredakan sakit perut pada anak adalah memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat. Selama kondisinya belum membaik, batasi aktivitas yang terlalu melelahkan dan biarkan Si Kecil beristirahat, terutama setelah makan.

2. Atasi sesuai gejalanya

Untuk membantu meredakan sakit perut, pastikan Si Kecil mendapatkan cukup cairan, seperti air putih atau kaldu, serta makanan ringan yang mudah dicerna, seperti roti tawar, crackers, atau nasi.

Sementara itu, hindari makanan pedas dan berminyak, serta minuman bersoda atau berkafein selama Si Kecil masih mengalami gejala. Setelah kondisinya membaik, makanan dan minuman tersebut dapat kembali diberikan secara bertahap sesuai toleransinya.

3. Berikan obat jika perlu

Beberapa obat dapat membantu meredakan sakit perut pada anak. Namun, sebelum memberikan obat apa pun, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan jenis dan dosisnya sesuai dengan kondisi serta usia Si Kecil. Pemberian obat yang tidak tepat justru dapat memperburuk keluhan.

4. Beri teh chamomile

Moms juga bisa memanfaatkan bahan herbal berkhasiat sebagai pilihan obat alami sakit perut anak yang aman dikonsumsi. Teh chamomile adalah teh yang bebas kafein dan aman diminum oleh anak-anak. Selain memberikan efek menenangkan, zat anti-inflamasi dalam teh ini dapat membantu meredakan sakit perut.

Teh chamomile juga dapat membantu menenangkan otot bagian atas saluran pencernaan, meredakan kejang dan kram, serta kontraksi yang menggerakkan makanan melalui perut dan usus kecil. Meski begitu, perlu diingat bahwa teh herbal bukan pengganti pemeriksaan atau pengobatan dari dokter.

Baca Juga: Flu Perut pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

5. Beri minuman jahe

Teh jahe mengandung gingerol, zat dengan sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Jahe juga dikenal dapat membantu meredakan mual. Namun, manfaat jahe untuk sakit perut pada anak dapat berbeda-beda sehingga pemberiannya perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi Si Kecil.

6. Kompres perut

Mengompres perut dengan kain hangat atau botol berisi air panas sambil duduk atau berbaring juga dapat dilakukan sebagai cara mengatasi sakit perut pada anak. Panas dapat melancarkan aliran darah ke permukaan kulit dan lambat laun membantu mengurangi rasa sakit yang datang dari bagian dalam perut.

7. Berikan pijatan ringan

Memberikan pijatan pada perut anak yang sakit bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Si Kecil merasa lebih nyaman, terutama ketika perutnya terasa kembung. Moms bisa mengusap perutnya perlahan dengan gerakan melingkar searah jarum jam.

Hal yang Perlu Dihindari saat Anak Sakit Perut

Selain memberikan pertolongan yang tepat, Moms juga perlu menghindari hal-hal yang bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman atau memperburuk kondisinya.

1. Memijat atau menekan perut terlalu kuat

Pijatan yang terlalu kuat dapat membuat Si Kecil merasa sakit, terutama jika penyebab sakit perut belum diketahui.

2. Memberikan jamu atau obat herbal sembarangan

Jamu atau bahan herbal belum tentu aman untuk anak. Keamanan, dosis, dan efek sampingnya perlu diperhatikan, terutama pada anak yang masih kecil.

3. Memberikan antibiotik atau obat antidiare tanpa anjuran dokter

Antibiotik hanya diperlukan untuk kondisi tertentu, seperti infeksi bakteri, dan penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Begitu juga dengan obat antidiare yang tidak selalu diperlukan untuk anak.

Kapan Harus ke Dokter?

Sakit perut ringan biasanya dapat membaik setelah Si Kecil beristirahat dan mendapatkan asupan yang cukup. Meski begitu, segera bawa Si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan jika muncul tanda-tanda berikut.

  • Sakit perut terasa sangat berat, muncul tiba-tiba, menetap di satu bagian, atau semakin parah.
  • Perut tampak bengkak, keras, kaku, atau terasa sangat sakit ketika disentuh.
  • Si Kecil muntah terus-menerus, terutama jika muntah berwarna hijau.
  • Terdapat darah pada feses atau muntah.
  • Sakit perut disertai demam dan kondisi Si Kecil terlihat semakin lemas.
  • Muncul tanda dehidrasi, seperti sangat jarang buang air kecil, mulut kering, sangat lemas, atau sulit dibangunkan.
  • Si Kecil terus menangis karena kesakitan atau menolak makan dan minum.

Setelah mengetahui cara mengatasi sakit perut pada anak, Moms juga perlu memperhatikan kesehatan pencernaannya sehari-hari. Asupan makanan bergizi seimbang, cairan yang cukup, dan nutrisi yang mendukung kesehatan saluran cerna dapat membantu menjaga pencernaan Si Kecil tetap nyaman.

Sebagai pelengkap asupan nutrisi harian Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Inulin merupakan serat prebiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!*

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.

FAQ Mengenai Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak di Rumah

1. Bagaimana pertolongan pertama saat anak mengeluh sakit perut?

Biarkan anak beristirahat, pastikan cukup cairan, berikan makanan yang mudah dicerna, kompres perut, dan berikan pijatan.

2. Kapan sakit perut anak perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan anak jika sakit perut menetap, semakin parah, atau disertai gejala lain seperti demam, muntah, diare, sembelit, atau anak tampak semakin lemas.

3. Bagaimana cara membedakan sakit perut biasa dengan usus buntu pada anak?

Sakit perut biasa pada anak umumnya bersifat ringan dan dapat membaik setelah beristirahat, buang air besar, atau mendapatkan cukup cairan. Sementara itu, sakit akibat usus buntu biasanya semakin berat dan dapat bermula di sekitar pusar, kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Keluhan usus buntu juga dapat disertai gejala lain, seperti demam, mual atau muntah, serta kehilangan nafsu makan.


Sources

  1. Buel, K. L., Wilcox, J., & Mingo, P. T. (2024). Acute Abdominal Pain in Children: Evaluation and Management. American family physician, 110(6), 621–631 
  2. Friesen, C., Colombo, J. M., Deacy, A., & Schurman, J. V. (2021). An Update on the Assessment and Management of Pediatric Abdominal Pain. Pediatric health, medicine and therapeutics, 12, 373–393. https://doi.org/10.2147/PHMT.S287719
  3. WHO. (2024). Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age. World Health Organization (WHO). https://www.who.int/publications/i/item/9789240103412
  4. Cherry, R. N., et al. (2022). Herbal Approaches to Pediatric Functional Abdominal Pain. Children (Basel, Switzerland), 9(8), 1266. https://doi.org/10.3390/children9081266
  5. Theilen, T. M., & Rolle, U. (2023). Akutes Abdomen im Kindesalter [The acute abdomen in children]. Medizinische Klinik, Intensivmedizin und Notfallmedizin, 118(8), 619–625. https://doi.org/10.1007/s00063-023-01030-x
  6. Green, R. et al.(2021). Management of acute fever in children: Consensus recommendations for community and primary healthcare providers in sub-Saharan Africa. African journal of emergency medicine : Revue africaine de la medecine d'urgence, 11(2), 283–296. https://doi.org/10.1016/j.afjem.2020.11.004

“Tumbuh



Bagikan : Facebook WhatsApp