Parenting Corner

3 Cara Menyendawakan Bayi dengan Benar untuk Cegah Kembung

29 May 2026

cara menyendawakan bayi

Wactu Baca: 3 menit

Bersendawa mungkin menjadi hal yang lumrah bagi orang dewasa, namun bagi bayi bersendawa ternyata cukup penting dan membantu bayi tumbuh berkembang secara optimal.

Tapi tahukah Moms, tidak semua bayi dapat bersendawa sendiri, terutama yang belum berusia 6 bulan. Hal itu karena bagian otot kerongkongan yang bernama sfingter pada bayi yang belum terbentuk sempurna. Itulah sebabnya Moms perlu membantu dengan cara menyendawakan bayi.

Membantu bayi bersendawa pun tidak bisa asal-asalan, melainkan harus dengan cara yang tepat dan lembut agar tidak justru membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.

Kenapa Bersendawa Penting untuk Bayi?

Bersendawa merupakan proses keluarnya udara dari dalam lambung melalui kerongkongan dan keluar dari mulut. Sendawa bisa terjadi karena adanya gas yang masuk ke lambung.

1 Year Old

Pada bayi, gas masuk ke dalam lambung saat menyusu ASI atau minum susu dari botol. Gas juga bisa muncul sebagai reaksi sistem pencernaan bayi. Biasanya jika ibu menyusui banyak makan makanan yang menghasilkan gas seperti kacang-kacangan dan kol, maka bayinya juga akan banyak bersendawa.

Terlalu banyak gas di lambung akan membuat bayi cepat merasa kenyang. Itulah mengapa bersendawa penting bagi bayi untuk mengeluarkan konsentrasi gas yang berlebih dari dalam lambung. Dengan begitu akan lebih banyak ruang di lambung untuk ASI dan bayi akan mendapat lebih banyak nutrisi.

Konsentrasi gas yang berlebih dalam perut juga akan membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga mudah rewel. Setelah bersendawa bayi akan merasa lebih baik dan dapat beristirahat dengan nyaman.

3 Cara Menyendawakan Bayi yang Benar

Tidak ada aturan tentang kapan Moms harus menyendawakan bayi. Namun biasanya, bayi akan menelan gas ketika menyusu, sehingga disarankan Moms membantu Si Kecil bersendawa setelah menyusuinya.

Ada beberapa posisi menyendawakan bayi yang bisa Moms praktikkan, yaitu:

1. Menggendong Bayi di Dada

  • Gendong dan letakkan tubuh bayi di dada dengan dagunya bertumpu pada bahu ibu.
  • Pegangi bayi dengan satu tangan sementara tangan lainnya digunakan untuk menepuk-nepuk dan mengusap punggung bayi dengan lembut.
  • Cara ini bisa dilakukan sambil duduk atau berjalan-jalan. Juga lebih mudah karena tubuh bayi bersandar sepenuhnya pada tubuh ibu.

2. Duduk di Pangkuan untuk Menyendawakan Bayi

  • Dudukkan bayi di pangkuan ibu, bisa dengan posisi menyamping atau memunggungi ibu.
  • Gunakan satu tangan untuk menopang badan bayi di bagian dada. Posisikan jari ibu untuk menyangga rahang dan kepala bayi.
  • Condongkan tubuh Si Kecil dan tepuk-tepuk lembut punggungnya menggunakan telapak tangan ibu yang dibusungkan.

3. Bayi Tengkurap di Pangkuan

  • Letakkan bayi dengan posisi tengkurap di pangkuan ibu. Posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuh.
  • Pegangi dagu dan rahang bayi menggunakan salah satu tangan ibu.
  • Tepuk-tepuk dan usap punggung Si Kecil dengan telapak tangan ibu untuk membantunya bersendawa. Cara ini tepat untuk teknik sendawa newborn.
     

Pilih salah satu dari tiga cara menyendawakan bayi setelah minum susu di atas mana yang paling nyaman untuk Moms dan juga Si Kecil.

Baca Juga: Apakah Bayi Newborn Tidak Bisa BAB? Cek di Sini!

Menyendawakan Bayi yang Tertidur

Lalu bagaimana cara menyendawakan bayi saat tidur? Terkadang bayi akan tertidur saat sedang menyusu. Jika demikian, Moms tetap perlu mencoba menyendawakan Si Kecil. Caranya sama dengan menyendawakan bayi saat terbangun. Hanya saja Moms perlu perlahan memposisikan bayi agar tidak terbangun.

Moms bisa memilih cara menyendawakan bayi yang dirasa paling nyaman untuk Si Kecil yang terlelap. Jika Si Kecil terlelap saat menyusu dalam posisi Moms berdiri, coba angkat tubuh Si Kecil di dada dan tempatkan dagunya di pundak. Posisi ini membuat Si Kecil tetap nyaman dan tekanan di perutnya akan membantu gas keluar.

Atau ketika Moms menyusui Si Kecil dalam posisi duduk, balik tubuhnya menjadi telungkup dan baringkan di pangkuan dengan perut bayi di bagian lutut. Moms bisa menepuk punggung samping menggoyangkan kaki perlahan untuk membantunya sendawa meski sedang tertidur. 

Menyendawakan bayi penting dilakukan meskipun sedang tertidur untuk mencegahnya terbangun karena merasa tidak nyaman akibat perut yang kembung. Menyendawakan Si Kecil setelah menyusu juga menjadi cara agar bayi tidak kolik atau menangis dalam waktu lama yang sering dialami bayi baru lahir. Karenanya, pastikan Moms menyendawakan Si Kecil setelah menyusu sebelum membaringkannya ke tempat tidur.

Saat bersendawa, bayi kemungkinan akan gumoh atau mengeluarkan sedikit susu yang baru diminum. Tidak perlu khawatir karena hal ini normal. Karenanya, siapkan kain atau lap untuk menampung gumoh Si Kecil. Bayi gumoh setelah bersendawa justru akan membuatnya merasa nyaman, meski bagi Moms mungkin akan sedikit merepotkan. 

Kapan Waktu yang Tepat Menyendawakan Bayi?

Membuat Si Kecil bersendawa memang penting, lalu kapan waktu yang tepat? Moms bisa membantu menyendawakan Si Kecil sesaat setelah selesai menyusu atau di tengah waktu menyusu. Jika ingin menyendawakan bayi di tengah menyusu, Moms bisa melakukannya saat hendak memindahkan Si Kecil dari menyusu di satu payudara ke sisi lainnya. Setelah Si Kecil bersendawa, Moms bisa melanjutkan menyusui Si Kecil hingga selesai.

Untuk menyendawakan Si Kecil seusai menyusu, lakukan selama 1-2 menit. Jika bayi tidak bersendawa, coba baringkan bayi. Bila Si Kecil masih menunjukkan sinyal tidak nyaman seperti rewel, coba pijat bagian perutnya dan gerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda.

Jika setelah bersendawa Si Kecil masih menunjukkan sikap tidak nyaman, kemungkinan masih ada kelebihan gas di dalam perutnya. Cobalah lakukan sesi menyendawa beberapa menit lagi sampai Si Kecil merasa lebih nyaman.

Jika Si Kecil belum juga bersendawa, coba gendong tubuh bayi dalam posisi tegak dan menempel pada tubuh Moms. Posisi ini memungkinkan gas dalam perut Si Kecil keluar dengan sendirinya meski tidak dibantu. Namun cara ini membutuhkan lebih banyak waktu sampai gas berhasil keluar. 2

Bayi akan dapat bersendawa sendiri biasanya setelah berusia 6 bulan. Saat bayi sudah berusia 6 bulan, Moms juga bisa mulai memberinya makanan pendamping ASI atau MPASI. Pastikan selalu nutrisi Si Kecil terpenuhi dengan asupan yang bergizi.

Demikian Moms, penjelasan mengenai cara menyendawakan bayi yang tepat. Semoga informasinya bisa bermanfaat untuk Moms dan Si Kecil. Jangan lupa gabung LACTOCLUB Community untuk sharing tips parenting tanpa judging bareng Moms dan Expert!

Pertanyaan Seputar Cara Menyendawakan Bayi

1. Mengapa bayi harus disendawakan setelah minum ASI/Susu?

Bayi harus disendawakan setelah minum ASI atau susu karena saat menyusu bayi seringkali juga menelan udara. Selain itu, proses pencernaan di usus bayi juga dapat menghasilkan gas yang dapat memenuhi lambung. Konsentrasi gas dan udara tersebut akan terjebak di lambung dan jika tidak dikeluarkan dapat membuat bayi merasa tidak nyaman atau rewel. Selain itu udara yang memenuhi lambung akan membatasi asupan susu yang masuk. Akibatnya, gizi yang diperoleh bayi tidak maksimal. Menyendawakan bayi membantu gas keluar melalui mulut, membuat bayi merasa lebih nyaman dan memberi lebih banyak ruang untuk ASI dan susu, sehingga nutrisi yang didapat bayi lebih optimal.

2. Berapa lama waktu untuk menyendawakan bayi?

Menyendawakan bayi bisa dilakukan setelah menyusu atau di tengah proses menyusu. Lakukan cara menyendawakan bayi selama 1-2 menit. Jika bayi tidak bersendawa, coba baringkan tubuhnya lalu pijat bagian perut dan gerakkan kaki bayi memutar seperti mengayuh sepeda untuk membantunya bersendawa.


Referensi :

1.    Illustrated Guide for Burping Your Sleeping Baby - Healthline. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.healthline.com/health/how-to-burp-a-sleeping-baby#why-burping-matters

2.    Effective ways to burp a sleeping baby - Medical News Today. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-to-burp-a-sleeping-baby 


“Tumbuh



Bagikan : Facebook WhatsApp