Parenting Corner

Waspada Infeksi Pencernaan pada Anak! Ini yang Perlu Moms Cegah

09 September 2026

penyebab infeksi pencernaan pada anak

Infeksi pencernaan pada anak umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri yang menular melalui makanan, minuman, tangan yang kotor, atau benda yang terkontaminasi. Anak-anak lebih rentan terpapar karena sering memasukkan tangan atau benda ke mulut, ditambah sistem imun dan pencernaannya yang masih berkembang.

Kondisi ini bisa membuat Moms khawatir, apalagi jika Si Kecil tiba-tiba mengalami muntah, diare, atau kehilangan nafsu makan, karena bisa mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari anak.

Oleh karena itu, Moms perlu memahami berbagai penyebab infeksi pencernaan pada anak, serta cara mencegahnya sejak dini agar kesehatan pencernaan si Kecil tetap terjaga.

Bagaimana Kuman Bisa Masuk ke Tubuh Si Kecil? 

Kuman penyebab gangguan pencernaan dapat masuk ke tubuh anak melalui berbagai cara. Penularan paling sering terjadi ketika anak mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, menyentuh benda kotor, lalu memasukkan tangan ke mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Anak-anak juga cenderung lebih aktif menyentuh berbagai benda di sekitar, mulai dari mainan, lantai, gagang pintu, hingga permukaan meja. Jika tangan tidak dibersihkan dengan baik, kuman dapat dengan mudah berpindah ke saluran cerna.

Selain melalui makanan yang kotor, makanan yang kurang matang atau penyimpanannya tidak higienis juga dapat menjadi sumber masuknya bakteri ke dalam tubuh. Inilah sebabnya Moms perlu menjaga kebersihan lingkungan dan makanan untuk membantu mencegah terjadinya infeksi pencernaan.

3 Sumber Utama Penularan Infeksi

Ada beberapa sumber utama penyebaran kuman yang perlu Moms perhatikan agar risiko infeksi saluran cerna pada anak dapat diminimalkan. 

1. Makanan

Makanan menjadi salah satu sumber penularan kuman yang paling umum pada anak. Bahan makanan mentah, terutama daging, telur, dan seafood, bisa menjadi media penyebaran bakteri jika tidak disimpan atau dimasak dengan benar. Selain itu, makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang juga lebih mudah terkontaminasi bakteri.

Tidak hanya makanan utama, jajanan yang kebersihannya kurang terjaga juga dapat menjadi sumber masuknya kuman ke saluran pencernaan anak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko keracunan makanan anak yang biasanya ditandai dengan mual, muntah, sakit perut, atau diare.

Oleh karena itu, pastikan makanan yang dikonsumsi Si Kecil diolah secara higienis dan dimasak hingga matang sempurna, ya, Moms.

2. Air

Air yang digunakan untuk minum, mencuci makanan, atau membersihkan peralatan makan juga dapat menjadi media penyebaran kuman jika kebersihannya tidak terjaga.

Air yang terkontaminasi bakteri dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare dan muntah. Oleh sebab itu, pastikan air minum anak berasal dari sumber yang bersih dan aman.

Selain air minum, kebersihan botol minum dan alat makan anak juga perlu diperhatikan karena sisa makanan yang menempel dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

3. Lingkungan

Lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber penyebaran kuman penyebab gangguan pencernaan pada anak. Mainan, meja makan, lantai, hingga gadget yang sering disentuh dapat menjadi tempat berpindahnya bakteri ke tangan Si Kecil.

Jika setelah bermain anak langsung makan atau memasukkan tangan ke mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, kuman dapat masuk ke saluran pencernaan dan meningkatkan risiko infeksi.

Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau: Ini Penyebabnya!

Bakteri Jahat yang Sering Mengganggu Pencernaan

Berikut beberapa bakteri yang paling umum menyebabkan gangguan pencernaan.

1. Bakteri Salmonella

Bakteri Salmonella biasanya ditemukan pada makanan mentah atau kurang matang, terutama telur, ayam, daging, dan seafood. Penularannya dapat terjadi ketika makanan tidak diolah secara higienis atau terkontaminasi selama proses penyimpanan.

Infeksi Salmonella dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, sakit perut, mual, muntah, hingga demam pada anak. Kondisi ini juga dapat membuat anak kehilangan banyak cairan sehingga tubuh terasa lemas dan nafsu makan menurun.

2. Bakteri E. coli

Selain Salmonella, bakteri E. coli juga cukup sering menyebabkan gangguan pada saluran cerna anak. Bakteri ini umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, termasuk air yang kebersihannya kurang terjaga.

Infeksi E. coli dapat memicu diare, kram perut, mual, hingga rasa tidak nyaman pada pencernaan. Pada beberapa kasus, anak juga dapat mengalami BAB lebih sering dari biasanya sehingga tubuh lebih mudah kehilangan cairan.

Untuk membantu mengurangi risiko infeksi, Moms perlu menjaga kebersihan makanan, memastikan air minum anak aman dikonsumsi, serta membiasakan Si Kecil mencuci tangan sebelum makan.

Menjaga Kebersihan Tangan untuk Mencegah Infeksi Pencernaan

Salah satu langkah paling sederhana namun efektif untuk membantu mencegah infeksi pencernaan adalah menjaga kebersihan tangan.

Tangan menjadi media utama perpindahan kuman dari benda-benda di sekitar ke dalam tubuh. Anak-anak yang aktif bermain sering kali menyentuh berbagai permukaan tanpa menyadari adanya kuman yang menempel.

Karena itu, Moms perlu membiasakan Si Kecil mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama:

  • Sebelum makan
  • Setelah dari toilet
  • Setelah bermain di luar rumah
  • Setelah memegang hewan
  • Setelah batuk atau bersin

Menjaga kebersihan tangan secara rutin membantu mengurangi risiko perpindahan bakteri ke makanan maupun mulut anak.

5 Tips Mengelola Makanan di Rumah Agar Terbebas dari Kontaminasi 

Selain menjaga kebersihan tangan, pengelolaan makanan yang tepat juga penting untuk membantu mencegah gangguan pencernaan pada anak.

Berikut beberapa langkah yang bisa Moms terapkan di rumah. 

1. Jaga Kebersihan

Pastikan area dapur, peralatan memasak, dan meja makan selalu bersih. Biasakan mencuci tangan sebelum mengolah makanan agar kuman tidak berpindah ke bahan makanan. 

2. Pisahkan Makanan Mentah dan Matang

Pengolahan dan penyimpanan makanan mentah sebaiknya tidak dicampur dengan makanan matang. Gunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk mencegah kontaminasi silang. 

3. Masak Makanan Hingga Matang

Memasak makanan hingga matang membantu membunuh bakteri penyebab penyakit. Pastikan bagian dalam makanan benar-benar matang sebelum diberikan kepada anak. 

4. Simpan Makanan di Suhu yang Tepat

Makanan yang tidak langsung dikonsumsi sebaiknya segera disimpan di kulkas. Suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri pada makanan. 

5. Gunakan Bahan Segar

Pilih bahan makanan yang masih segar dan bersih. Jangan lupa mencuci buah dan sayur sebelum diolah atau dikonsumsi. 

Peran Probiotik dalam Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak

Selain menjaga kebersihan lingkungan dan makanan anak, keseimbangan mikrobiota usus juga berperan dalam mendukung fungsi saluran cernanya. Namun, pencegahan infeksi pencernaan tetap perlu dimulai dari kebiasaan menjaga kebersihan tangan, makanan, air minum, dan lingkungan sekitar.

Probiotik merupakan bakteri baik yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Ketika keseimbangan mikrobiota usus terjaga, saluran cerna dapat menjalankan fungsinya dengan baik.Jenis probiotik tertentu juga diketahui membantu menjaga kenyamanan pencernaan anak dan mendukung kesehatan usus secara keseluruhan.

Selain itu, Moms tetap perlu memastikan kebutuhan nutrisi harian Si Kecil terpenuhi melalui makanan bergizi seimbang dan asupan yang sesuai. Untuk anak usia 1+ tahun, pencernaan sehat merupakan kunci penyerapan nutrisi optimal untuk mendukung tumbuh kembang anak setiap hari.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0g sukrosa. LACTOGROW juga dilengkapi DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, serta 7 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Pertanyaan Seputar Penyebab Infeksi Pencernaan Pada Anak

  1. Bagaimana kuman masuk ke sistem pencernaan anak?
    Kuman dapat masuk ke sistem pencernaan anak melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta melalui tangan yang kotor saat anak makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu.
     
  2. Apa sumber utama penularan infeksi usus di sekolah?
    Di sekolah, infeksi usus umumnya menyebar dari jajanan yang kurang higienis, kebiasaan anak tidak mencuci tangan sebelum makan, serta penggunaan air atau alat makan yang terkontaminasi di lingkungan sekolah. 

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.


Referensi:

Ekundayo, T. C. et al. (2021). Human norovirus contamination in water sources: A systematic review and meta-analysis. Environmental Pollution, 291. https://doi.org/10.1016/j.envpol.2021.118164

World Health Organization. (2024). Diarrhoeal disease. World Health Organization. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Solomon. et al (2021). Handwashing effect on diarrheal incidence in children under 5 years old in rural eastern Ethiopia: a cluster randomized controlled trial. Tropical Medicine and Health, 49. https://doi.org/10.1186/s41182-021-00315-1

World Health Organization. (2023). Public health advice on food safety during summer. World Health Organization. https://www.who.int/europe/news-room/fact-sheets/item/public-health-advice-on-food-safety-during-summer




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya