Cara memperbaiki pencernaan anak di rumah bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari mengatur pola makan, memastikan asupan cairan cukup, hingga menjaga rutinitas aktivitas fisik si Kecil. Sebelum mencoba berbagai cara tersebut, Moms perlu mengenali dulu tanda-tanda pencernaan anak sedang bermasalah, seperti rewel, susah makan, perut tidak nyaman, atau sulit BAB.
Tanda Sistem Pencernaan Si Kecil Tidak Sehat
Gangguan pencernaan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang perlu diperhatikan lebih serius. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Nyeri perut hebat hingga anak sulit dialihkan atau terus menangis
- BAB disertai darah atau feses berwarna tidak normal
- Muntah terus-menerus, terutama jika disertai darah atau berwarna kehijauan
- Perut sakit di bagian kanan bawah
- Demam tinggi, batuk berat, atau napas terlihat tidak biasa
- Anak tampak sangat lemas, pucat, atau lebih mengantuk dari biasanya
- Nyeri saat buang air kecil
- Berat badan anak menurun tanpa sebab yang jelas
Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan Si Kecil. Untuk membantu meredakan keluhan sekaligus menjaga kesehatan ususnya, Moms bisa mulai dengan menerapkan pola makan yang tepat.
Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau? Ini Penyebabnya!
7 Cara Memperbaiki Pencernaan Anak
Untuk membantu menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil, Moms bisa mulai menerapkan beberapa kebiasaan baik dalam kesehariannya. Langkah-langkah ini dapat membantu mendukung kerja sistem pencernaan agar lebih optimal dan menjaga kenyamanan perut anak.
Berikut beberapa cara memperbaiki pencernaan anak yang bisa dilakukan di rumah:
1. Terapkan Pola Makan yang Teratur
Salah satu cara memperbaiki pencernaan anak yang paling penting adalah menerapkan jadwal makan yang konsisten. Saat anak terbiasa makan pada jam yang relatif sama setiap hari, tubuh akan lebih mudah mengenali ritme pencernaan harian.
Selain itu, biasakan Si Kecil makan secara perlahan dan tidak terburu-buru. Kebiasaan makan terlalu cepat dapat membuat anak menelan terlalu banyak udara yang akhirnya memicu perut kembung.
Moms juga bisa membagi porsi makan menjadi lebih kecil tetapi lebih sering agar saluran cerna anak tidak bekerja terlalu berat sekaligus.
2. Perbanyak Buah dan Sayur
Buah dan sayuran merupakan bagian penting dari makanan sehat untuk usus karena kaya akan serat, vitamin, dan mineral.
Serat membantu menjaga tekstur feses tetap lunak sehingga BAB menjadi lebih lancar. Selain itu, serat juga membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna.
Beberapa buah dan sayur yang baik untuk pencernaan anak antara lain:
- Pisang
- Pepaya
- Pir
- Apel
- Brokoli
- Wortel
- Bayam
Moms bisa menyajikannya dalam bentuk potongan buah, sup, smoothie, atau campuran menu favorit Si Kecil agar lebih mudah dikonsumsi.
3. Pilih Makanan Tinggi Serat
Selain buah dan sayur, sumber serat lain juga bisa diperoleh dari biji-bijian utuh (whole grains). Makanan seperti oatmeal, roti gandum, nasi merah, dan sereal gandum membantu menjaga pergerakan usus tetap lancar dan mendukung keseimbangan mikrobiota usus.
Konsumsi serat yang cukup juga membantu anak merasa kenyang lebih lama dan mendukung pola BAB yang lebih teratur.
4. Batasi Makanan Olahan dan Tinggi Gula
Konsumsi makanan olahan berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus. Makanan tinggi gula, tinggi garam, serta rendah serat juga dapat membuat sistem pencernaan anak menjadi lebih sensitif.
Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:
- Fast food
- Minuman manis
- Camilan tinggi gula
- Makanan instan
- Makanan yang mengandung pemanis buatan yang berlebihan
Bukan berarti anak tidak boleh mengonsumsinya sama sekali, tetapi makanan dan minuman ini sebaiknya diberikan dalam jumlah terbatas dan tidak terlalu sering.
5. Biasakan Anak Minum Air Putih yang Cukup
Selain makanan, kebiasaan minum air putih juga sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan anak. Air membantu proses pencernaan dengan melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan saat BAB. Cairan juga membantu melarutkan makanan dan mendukung penyerapan nutrisi seperti vitamin dan mineral di dalam tubuh.
Sebaliknya, kekurangan cairan dapat mengganggu proses pencernaan, menyebabkan BAB keras, serta memicu kembung dan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, Moms perlu menerapkan kebiasaan minum air putih sejak dini agar fungsi pencernaan Si Kecil tetap optimal setiap hari.
6. Ajak Anak Aktif Bergerak
Ternyata aktivitas fisik juga ikut berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil, lho, Moms!
Saat Si Kecil aktif bergerak, otot-otot di perut dan usus ikut terstimulasi untuk mendorong sisa makanan keluar dengan lebih lancar. Sebaliknya, kalau anak terlalu sering duduk, pergerakan usus bisa jadi lebih lambat. Akibatnya, feses jadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Jangan khawatir, Moms, Si Kecil tidak perlu berolahraga berat. Aktivitas sederhana seperti lari-larian, lompat, bersepeda, atau main di luar rumah sudah cukup membantu melancarkan BAB Si Kecil.
7. Bangun Rutinitas BAB yang Baik
Selain pola makan dan aktivitas, rutinitas harian juga berperan penting dalam membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil.
Membentuk kebiasaan BAB yang baik dapat membantu tubuh anak memiliki pola pencernaan yang lebih teratur. Beberapa kebiasaan yang bisa Moms terapkan antara lain:
- Membiasakan anak duduk di toilet secara rutin, terutama setelah makan
- Mengajarkan anak untuk tidak menahan BAB
- Memastikan posisi duduk nyaman saat BAB dengan kaki menapak
- Mendampingi anak dengan tenang tanpa terburu-buru
Rutinitas yang dilakukan secara konsisten membantu tubuh anak lebih “terlatih” untuk mengenali waktu BAB sehingga risiko sembelit dapat berkurang.
Manfaat Probiotik dan Serat untuk Membantu Memperbaiki Kondisi Usus Pasca Sakit
Setelah mengalami gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, atau infeksi saluran cerna, usus anak membutuhkan waktu untuk kembali pulih. Pada masa ini, keseimbangan bakteri baik di dalam usus juga dapat ikut terganggu sehingga sistem pencernaan menjadi lebih sensitif.
Untuk membantu proses pemulihan, asupan probiotik dan serat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil.
Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Ketika jumlah bakteri baik tetap terjaga, proses pencernaan dapat berlangsung lebih optimal dan perut anak terasa lebih nyaman.
Sementara itu, serat membantu menjaga keteraturan BAB dan mempertahankan tekstur feses tetap lunak. Serat juga menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota selama masa pemulihan.
Kombinasi probiotik dan serat bekerja saling melengkapi dalam membantu menjaga fungsi usus tetap optimal setelah anak mengalami gangguan pencernaan.
Dukungan Nutrisi untuk Menjaga Pencernaan Si Kecil
Selain menerapkan pola makan bergizi seimbang dan kebiasaan sehari-hari yang baik, Moms juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi. Untuk anak usia 1+ tahun, pencernaan sehat merupakan kunci penyerapan nutrisi optimal untuk mendukung tumbuh kembang anak setiap hari.
Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0g sukrosa. LACTOGROW juga dilengkapi inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, serta 7 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.
Pertanyaan Seputar Cara Memperbaiki Pencernaan Anak
- Bagaimana cara memperbaiki sistem pencernaan anak yang sering bermasalah?
Cara memperbaiki pencernaan anak dapat dimulai dengan menerapkan pola makan sehat dan teratur, memperbanyak asupan serat dari buah, sayur, serta whole grains, membiasakan anak minum air putih yang cukup, dan menjaga anak tetap aktif bergerak. Selain itu, asupan probiotik juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus sehingga sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal.
- Apakah olahraga membantu melancarkan BAB?
Ya, aktivitas fisik dapat membantu melancarkan BAB pada anak. Saat anak aktif bergerak, otot-otot di perut dan usus ikut terstimulasi sehingga membantu mendorong sisa makanan keluar lebih lancar.
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
Referensi:
- LeWine, Howard E. (2026). 10 signs that a child's stomachache could be something serious. Retrieved May 2026, from https://www.health.harvard.edu/blog/10-signs-that-a-childs-stomachache-could-be-something-serious-2017112112781
- Stanford Medicine Children’s Health. 5 Ways to Boost Your Child’s Gut Health. Retrieved May 2026, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=5-ways-to-boost-your-childs-gut-health-197-29161
- Birmingham Gastroenterology. Hydration And Digestion: The Link Between Water And Gut Health. Retrieved May 2026, from https://bgapc.com/hydration-and-digestion-gut-health/
- Magical City Physical Therapy. Get Moving: How Physical Activity Supports Kids’ Health and Keeps Constipation Away. Retrieved May 2026, from https://magiccitypt.com/get-moving-how-physical-activity-supports-kids-health-and-keeps-constipation-away/
- NHS UK. (2023). Constipation in children. Retrieved May 2026, from https://www.nhs.uk/baby/health/constipation-in-children/
- Hicks, Teresa. (2025). Gut check: How probiotics impact digestion and the body’s microbiome. Retrieved May 2026, from https://www.uab.edu/news/news-you-can-use/gut-check-how-probiotics-impact-digestion-and-the-bodys-microbiome