Pertolongan pertama anak sakit perut perlu disesuaikan dengan penyebabnya, karena setiap penyebab, mulai dari masuk angin, kembung, hingga gangguan pencernaan lain sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda. Dengan memahami hal ini, Moms bisa memberikan pertolongan yang lebih tepat sasaran saat si Kecil mengeluh sakit perut.
Meski tidak semua sakit perut menandakan penyakit berbahaya, orang tua mungkin merasa cemas dan panik ketika melihat anak kesakitan. Kondisi ini wajar terjadi dan bisa membuat Moms bingung menghadapi keluhan si Kecil.
Tenang, simak dulu serba-serbi sakit perut pada anak dan pertolongan pertamanya di bawah ini. Moms juga akan pelajari tanda-tanda jika sakit perut bisa menjadi bahaya dan butuh penanganan secepatnya.
Wajarkah Anak Sakit Perut?
Ya, sakit perut itu wajar dan sangat umum dialami anak-anak. Kabar baiknya, kebanyakan kasus sakit perut pada anak tidak membutuhkan penanganan serius karena sakitnya akan berkurang sendiri dalam beberapa saat.
Sakit perut pada anak bisa muncul di mana saja, mulai dari bawah dada hingga di atas panggul. Ini karena kemungkinan penyebab sakit perut ada banyak, sehingga keluhan yang dirasakan si Kecil bisa berbeda-beda.
Jenis Sakit Perut pada Anak
Anak mungkin masih sulit menggambarkan rasa sakit yang muncul. Untuk itu, Moms bisa bantu mengerucutkan lagi jenis sakit dan titik sakit yang dirasakan anak, misalnya:
- Sakit di seluruh area perut secara merata, tidak ada titik khususnya.
- Sakitnya seperti kram, ada kontraksi yang membuat perut terasa mengencang atau seperti diremas-remas.
- Sakit yang datang dan pergi, tidak terus-menerus dirasakan tapi ketika datang nyerinya cukup hebat.
- Sakit perut seperti gejala kolik anak yang membuat seluruh badannya, termasuk area perut jadi tegang atau mengencang.
- Hanya sakit di beberapa atau satu titik tertentu saja, misalnya di bagian kanan bawah perut.
Bila anak sudah cukup besar, tanyakan juga pada anak seberapa sakit perutnya. Apakah tidak terlalu mengganggu, sakit seperti yang sudah pernah ia alami sebelumnya, atau lebih parah lagi? Ini bisa membantu orang tua memetakan pertolongan pertama anak sakit perut yang tepat.
3 Penyebab Sakit Perut pada Anak
Ada banyak penyebab sakit perut pada anak, mulai dari yang ringan hingga serius. Simak berbagai kemungkinannya di bawah ini, Moms.
1. Penyebab Sakit Perut yang Umum dan Ringan
Sakit perut ini cukup sering terjadi dan biasanya tidak serius. Anak tidak membutuhkan penanganan medis khusus dan kemungkinan tidak perlu dibawa ke dokter bila sakit perut disebabkan oleh:
- Menelan terlalu banyak udara
- Makan kekenyangan
- Sembelit (susah BAB)
- Perut bergas atau kembung
- Alergi atau intoleransi makanan
- Keracunan makanan
- Menelan rumput, tanaman, atau tanah
- Refluks asam lambung (maag)
- Rasa cemas, sedih, atau gugup
2. Penyebab Sakit Perut yang Perlu Diperhatikan
Dalam beberapa kasus, anak mungkin merasakan gejala lain di luar pencernaan (misalnya demam) dan sakit yang dirasakan bisa cukup mengganggu atau tidak kunjung hilang. Kemungkinan penyebabnya adalah:
- Radang lambung (gastroenteritis)
- Infeksi virus atau bakteri seperti mononukleosis, influenza, dan radang tenggorokan
Bila Moms mencurigai ada penyakit tertentu yang menyebabkan anak sakit perut, periksakan ke dokter supaya si Kecil bisa mendapat penanganan yang sesuai.
Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau: Normal Kah?
3. Penyebab Sakit Perut yang Bisa Berbahaya
Meski jarang terjadi, sakit perut pada anak juga bisa menandakan penyakit serius yang butuh penanganan medis secepatnya. Contoh penyebab sakit perut yang berpotensi berbahaya bagi anak adalah:
- Keracunan bahan kimia karena menelan cat, tinta, sabun, atau cairan pembersih
- Menelan benda asing seperti koin atau mainan kecil
- Radang usus buntu
- Batu empedu
- Tukak lambung
- Infeksi saluran kemih (ISK)
- Penyakit radang usus
Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut
Saat anak sakit perut, Moms bisa memberikan pertolongan pertama untuk meredakan nyeri atau membuat si Kecil jadi lebih nyaman. Inilah tindakan pertolongan pertama anak sakit perut:
- Pastikan anak cukup istirahat.
- Bujuk anak untuk minum sedikit demi sedikit, tapi sering.
- Jika anak belum mau makan, jangan dipaksa. Yang penting ia tidak kekurangan cairan.
- Jika anak lapar, berikan makanan dalam porsi kecil dulu seperti biskuit, pisang, atau bubur polos.
- Biarkan anak berbaring dengan tenang dan amati apakah sakitnya membaik.
- Ajak anak ke toilet untuk buang air. Kadang sakitnya bisa mereda setelah ia buang air besar.
- Jangan memberikan anak obat pereda nyeri sebelum berkonsultasi ke dokter.
- Kompres hangat perut anak, terutama di area yang sakit.
- Pijat perlahan perut anak yang sakit.
- Alihkan perhatiannya dengan aktivitas ringan seperti membaca buku cerita bersama.
Kalau Moms sudah mencoba berbagai pertolongan pertama di atas tetapi sakit perut pada anak belum juga membaik, sebaiknya periksakan ke dokter.
4 Cara Meredakan Sakit Perut di Rumah
Supaya sakit perut anak mereda dan tidak semakin parah, Moms bisa coba berbagai cara berikut di rumah:
1. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Sakit Perut
Makanan dan minuman tertentu bisa semakin mengiritasi lambung. Contohnya antara lain:
- Minuman bersoda
- Minuman berkafein (teh, kopi, cokelat, matcha)
- Buah yang asam seperti jeruk dan lemon
- Makanan yang berlemak
- Gorengan
Lebih baik berikan anak makanan dan minuman yang mudah dicerna seperti air putih hangat, bubur, biskuit, atau oatmeal.
2. Berbaring dengan Bantal Tinggi
Berbaring telentang bisa memicu asam lambung naik ke kerongkongan sehingga perut dan kerongkongan terasa sakit. Karena itu, sangga kepala dan leher anak dengan bantal atau guling yang cukup tinggi saat ia berbaring agar asam lambung tidak naik.
3. Kompres Hangat Perut Anak
Siapkan kompres hangat untuk meredakan sakit perut. Moms bisa mengisi botol air dengan air hangat (jangan sampai kepanasan) dan menempelkannya di area perut si Kecil.
Moms juga bisa mencelupkan handuk kecil ke air hangat. Pastikan suhu airnya tidak lebih dari 37,8 derajat Celcius, ya. Lalu tempelkan ke perut anak perlahan-lahan. Kalau kainnya sudah mulai dingin, celupkan lagi ke air hangat dan ulangi sampai anak merasa lebih baik.
4. Pijat Perut Anak
Memijat perut terbukti dapat meredakan sakit perut yang disebabkan oleh masalah pencernaan, seperti sembelit, kembung, begah, dan kram. Cara memijat perut sebagai pertolongan pertama anak sakit perut:
- Biarkan anak berbaring telentang dengan rileks, kalau bisa ganjal kepala dan lehernya dengan bantal yang cukup tinggi.
- Tumpuk kedua telapak tangan Moms di atas perut anak, tepatnya di bawah pusar. Berikan tekanan lembut selama beberapa saat sambil mengajak anak mengambil napas dalam.
- Letakkan kedua tangan Moms di bagian perut bawah si Kecil. Pijat ke arah atas (di atas pusar) dan ulangi sampai 10 kali.
- Pijat perlahan kedua sisi perut (sekitar rusuk) dengan gerakan memutar kedua tangan dari perut bawah ke bagian perut atas. Ulangi beberapa kali.
- Kepalkan satu tangan Moms lalu mulai pijatan dengan menekan lembut kepalan tangan Moms ke bagian perut kiri atas anak, ke kiri bawah, tengah bawah, kanan bawah, kanan atas, tengah atas, dan kembali lagi ke titik awal (seperti memutari pusar). Ulangi sebanyak 8–10 kali putaran.
- Terakhir, letakkan salah satu atau kedua tangan Moms di atas perut anak bagian atas (di bawah ulu hati, di atas pusar) lalu pijat ke bawah sambil sedikit menggoyangkan perut anak. Ulangi gerakan hingga 10 kali.
Obat Sakit Perut Alami yang Aman untuk Anak
Sebagai pertolongan pertama anak sakit perut, Moms bisa coba memberikan beberapa obat sakit perut alami yang aman untuk anak. Simak daftar obat alami untuk anak sakit perut di bawah ini:
- jahe
- pisang
- nasi putih
- lidah buaya
Namun, hati-hati kalau mau memberikan obat sakit perut alami di atas untuk anak. Pastikan dokter sudah membolehkan.
Kapan Harus ke Dokter kalau Anak Sakit Perut?
Segera periksakan anak ke dokter atau bawa ke IGD apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda bahaya sakit perut berikut ini:
- Sakit perutnya sangat parah atau berpindah tempat
- Tidak mau atau kesulitan bergerak/pindah
- Demam di atas 38°C
- Tampak pucat, berkeringat, sangat lemas, atau susah dibangunkan
- Menolak minum
- Muntah lebih dari 24 jam atau muntah berwarna hijau
- Ada darah pada muntah atau feses
- Sulit buang air kecil
- Ada benjolan atau nyeri di selangkangan
- Muncul ruam yang sakit atau perih
- Baru mengalami cedera, misalnya jatuh dan perut terbentur stang sepeda
4 Tips Mencegah Sakit Perut Datang Lagi
Si Kecil sering mengeluh sakit perut? Kondisi ini memang bisa membuat orang tua khawatir, tetapi belum tentu ada penyakit serius yang jadi penyebabnya. Pada sebagian anak, sakit perut juga bisa muncul saat ia stres, cemas, takut, atau banyak pikiran.
Coba perhatikan apakah ada hal yang sedang mengganggu anak, misalnya masalah di rumah, sekolah, atau dengan teman-temannya. Jika sakit perut sering muncul atau membuat aktivitas anak terganggu, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Selain itu, Moms juga bisa melakukan hal-hal ini untuk mencegah sakit perut datang lagi:
1. Jaga Pola Makan Anak
Bangun pola makan sehat dan seimbang dengan mencukupi kebutuhan nutrisi sesuai usianya. Ini penting supaya sistem pencernaannya tetap sehat dan berfungsi baik, sekaligus untuk mencegah sembelit.
Selain itu, batasi konsumsi makanan dan minuman yang bisa memicu masalah pencernaan. Contohnya makanan yang pedas, berlemak, minuman dan camilan manis, serta makanan dengan banyak tambahan kimia yang melalui proses pengolahan industri secara berlebihan (UPF).
2. Ajak Anak Beraktivitas Fisik
Beraktivitas fisik dan berolahraga dapat membantu keseimbangan bakteri baik di usus anak. Aktif bergerak juga memperlancar gerakan usus, sehingga anak terhindar dari sakit perut karena sembelit.
Jadi, pastikan si Kecil aktif bergerak setiap harinya, ya. Moms bisa mengajaknya bermain di playground atau berolahraga seperti main sepeda, basket, dan lainnya.
3. Ajari Anak Mengelola Emosinya
Menyesuaikan usia anak, Moms juga harus membekali si Kecil dengan kemampuan mengenali serta mengelola perasaannya. Dengan begitu, anak jadi bisa mengatasi gejolak emosi yang muncul dengan sehat.
Tanpa kemampuan ini, emosi anak yang tidak dikelola dengan baik bisa mengirimkan “sinyal peringatan” bagi tubuhnya bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Salah satu sinyal yang mungkin dirasakan anak yaitu sakit perut.
4. Cukupi Kebutuhan Probiotik Anak
Probiotik adalah bakteri hidup yang juga dikenal sebagai bakteri baik. Probiotik banyak ditemukan di tubuh, khususnya di usus. Tugasnya yaitu mendukung sistem pencernaan anak dan menjaga kesehatan secara umum.
Menurut sejumlah penelitian, probiotik bisa jadi salah satu pilihan obat sakit perut alami bagi anak sekaligus mencegah sakit perut datang lagi. Ini karena bakteri baik dapat membantu cegah gangguan pencernaan pada anak.
Moms bisa mencukupi kebutuhan bakteri baik anak setiap hari dari makanan dan minuman fermentasi seperti yogurt, tempe, atau susu pertumbuhan yang diperkaya L. reuteri yang menyehatkan pencernaan.
Untuk melengkapi asupan Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
Jadi, pertolongan pertama anak sakit perut bisa Moms lakukan sembari memantau apakah keluhannya membaik atau bertambah parah. Di luar itu, setiap hari Moms harus pastikan langkah-langkah pencegahan sakit perut, salah satunya dengan mencukupi asupan nutrisinya lewat makanan sehat yang dilengkapi susu pertumbuhan kaya L. reuteri.
Pertanyaan Seputar Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut
- Apa yang harus dilakukan saat anak mengeluh sakit perut tiba-tiba?
Biarkan anak istirahat, pastikan asupan cairan (minum) tetap terpenuhi, berikan kompres hangat di perut anak, pijat perutnya pelan-pelan, amati gejala dan keluhan lain yang muncul, dan berikan makanan mudah dicerna seperti biskuit dan bubur.
- Kapan sakit perut anak butuh bantuan medis?
Jika sakit perut berlangsung lebih dari 24 jam, disertai gejala-gejala lain seperti demam dan muntah, anak tidak mau minum, atau kondisi anak membuat Moms khawatir, segera cari pertolongan medis untuk penanganan lebih lanjut.
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
Referensi:
Tummy ache. (2023, August 5). NHS Nottingham and Nottinghamshire ICB. https://notts.icb.nhs.uk/your-services/childrens-health-and-wellbeing/concerned-your-child-is-unwell-3-months-and-older/tummy-ache/
Borke, J. (2025, January 7). Abdominal pain - children under age 12. Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007504.htm
Abdominal pain in children. (2022, November 7). Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/abdominal-pain-in-children
State Government of Victoria. (2013, July 31). Abdominal pain in children. Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/abdominal-pain-in-children
The Royal Children's Hospital Emergency Department. (2025, July). Kids Health Information : Abdominal pain. The Royal Children’s Hospital Melbourne. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Abdominal_pain/
Warm Compress or Soak - What You Need to Know. (2026, May 3). Drugs.com. https://www.drugs.com/cg/warm-compress-or-soak.html
NHS Torbay and South Devon. (2025). Self-abdominal Massage. NHS. https://www.torbayandsouthdevon.nhs.uk/uploads/25773.pdf
Schofield, K. (2025, March). Upset Stomach: 7 Natural Remedies. Healthline. https://www.healthline.com/health/digestive-health/natural-upset-stomach-remedies
Huizen, J. (2020, January 11). 21 home and natural remedies for upset stomach and indigestion. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322047
Thurrott, S. (2026, March 9). What to Do When Your Child Has Tummy Pain . Banner Health. https://www.bannerhealth.com/healthcareblog/teach-me/how-to-know-when-your-childs-tummy-troubles-need-expert-attention
Gordon M, Wallace C, Sinopoulou V, Akobeng AK. Probiotics for management of functional abdominal pain disorders in children. Cochrane Database of Systematic Reviews 2023, Issue 2. Art. No.: CD012849. DOI: 10.1002/14651858.CD012849.pub2.