Parenting Corner

Perut Anak Terasa Panas: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

11 September 2026

perut anak terasa panas

Perut anak terasa panas bisa disebabkan oleh pola makan tertentu yang sifatnya sementara, namun pada beberapa kasus juga bisa menjadi tanda asam lambung naik atau gejala maag anak yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Kondisi ini biasanya ditandai dengan anak yang rewel setelah makan, sering memegang dada, atau susah tidur di malam hari.

Gejalanya sering tampak samar dan mirip gangguan pencernaan biasa, apalagi anak biasanya belum bisa menjelaskan rasa tidak nyamannya dengan jelas. Itulah sebabnya Moms perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku maupun pola makan si Kecil.

Yuk, pahami apa saja penyebab munculnya rasa panas di perut anak, gejala yang perlu diwaspadai, serta bagaimana cara membantu meredakannya di rumah.

Bisakah Anak-Anak Merasakan Sensasi Terbakar di Perut? 

Jawabannya, bisa. Sensasi panas atau terbakar di area perut hingga dada ternyata tidak hanya dialami orang dewasa. Bayi, balita, bahkan anak usia sekolah juga dapat mengalami kondisi serupa.

Pada anak-anak, sensasi ini biasanya muncul akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa panas di dada, ulu hati, atau tenggorokan yang sering disebut sebagai heartburn pada balita.

Keluhan ini biasanya bersifat sementara. Namun jika keluhan muncul berulang, Moms perlu waspada karena ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan tertentu pada Si Kecil.

Penyebab Ulu Hati Anak Terasa Panas 

Keluhan perut anak terasa panas atau rasa terbakar di area ulu hati bisa dipicu oleh beberapa gangguan pada sistem pencernaan. Berikut beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebabnya: 

1. Refluks Asam Lambung

Salah satu penyebab ulu hati anak panas adalah refluks asam lambung. Kondisi ini terjadi saat isi lambung, termasuk asam lambung, mengalir kembali ke kerongkongan.

Normalnya, ada katup di antara lambung dan kerongkongan yang membantu menahan asam tetap berada di lambung. Namun jika katup ini melemah atau terlalu rileks, asam lambung bisa naik kembali ke atas.

Saat hal itu terjadi, Si Kecil dapat merasakan panas di dada atau ulu hati yang sering disebut sebagai heartburn pada balita. Keluhan ini biasanya muncul setelah anak makan terlalu banyak, langsung tiduran setelah makan, atau makan makanan tertentu, seperti cokelat dan gorengan.

Jika asam lambung naik lebih dari dua kali seminggu dan terus berulang, dokter biasanya akan mempertimbangkan kemungkinan GERD (gastroesophageal reflux disease).

2. Maag

Selain refluks asam, rasa panas di ulu hati juga dapat berkaitan dengan maag pada anak. Kondisi ini terjadi ketika lambung mengalami iritasi sehingga produksi asam menjadi lebih sensitif.

Pada anak-anak, maag terkadang tidak hanya ditandai nyeri perut. Beberapa anak justru lebih sering mengeluhkan dada terasa panas, cepat kenyang, atau perut terasa tidak nyaman setelah makan.

Salah satu penyebabnya adalah katup antara lambung dan kerongkongan yang tidak menutup sempurna. Akibatnya, asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar.

3. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri Helicobacter pylori atau H. pylori juga dapat menjadi penyebab munculnya rasa panas di ulu hati. Bakteri ini menyerang lapisan pelindung lambung dan memicu peradangan.

Pada beberapa anak, infeksi ini tidak menimbulkan gejala yang jelas. Jika dibiarkan dalam waktu lama, infeksi H. pylori dapat membuat iritasi lambung semakin berat. 

Baca Juga: Kenapa Perut Sakit Melilit Hilang Timbul? Cek di Sini!

Gejala Khas Heartburn pada Balita yang Berbeda dari Orang Dewasa

Heartburn pada orang dewasa biasanya lebih mudah dikenali karena orang dewasa bisa menyebutkan gejala yang dialaminya dengan jelas, seperti dada terasa panas, nyeri ulu hati, atau rasa asam naik.

Ini berbeda dengan anak-anak, terutama bayi dan balita. Gejalanya sering tidak muncul dengan cara yang sama karena mereka belum bisa menjelaskan rasa tidak nyaman yang dialaminya. Itulah sebabnya, heartburn pada balita lebih sering terlihat melalui perubahan perilaku dibanding keluhan yang spesifik.

Berikut beberapa gejalanya:

  • Muntah cukup sering (6 kali per hari atau lebih).
  • Melengkungkan punggung atau menangis saat dan setelah makan.
  • Menolak makan atau minum.
  • Sering tersedak atau muntah berulang.
  • Berat badan sulit naik atau pertumbuhan kurang optimal.
  • Selain itu, beberapa anak juga dapat mengalami gangguan pernapasan seperti mengi atau infeksi saluran napas yang sering kambuh akibat iritasi dari asam lambung.

Makanan dan Minuman Pemicu Heartburn

Jenis makanan tertentu yang dikonsumsi anak juga bisa membuat perut anak terasa panas. Beberapa makanan diketahui dapat membuat katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks. Saat katup ini tidak menutup dengan sempurna, asam lambung naik jadi lebih mudah terjadi dan memicu sensasi panas di dada maupun ulu hati.

Pada anak yang sensitif, keluhan bahkan bisa muncul tidak lama setelah makan. Beberapa makanan dan minuman yang cukup sering menjadi pemicu antara lain:

  • Cokelat
  • Makanan tinggi lemak seperti gorengan atau fast food
  • Makanan pedas
  • Permen atau makanan rasa peppermint/mint
  • Buah sitrus seperti jeruk dan lemon
  • Tomat serta saus tomat
  • Minuman bersoda

5 Cara Alami Meredakan Keluhan Rasa Panas di Perut Anak

Saat Si Kecil mulai mengeluh tidak nyaman di perut atau dada terasa panas, Moms tidak perlu langsung panik. Pada banyak kasus, keluhan ini masih bisa dibantu dengan perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari di rumah.

Berikut beberapa hal yang bisa Moms terapkan:

1. Sajikan Porsi Kecil tapi Lebih Sering  

Makan dalam porsi besar sekaligus dapat membuat lambung terlalu penuh. Agar lambung anak tidak bekerja terlalu berat, Moms bisa memberikannya makanan dalam porsi yang lebih kecil, menjadwalkan makan lebih sering, dan memberikan camilan di antara waktu makan berat. 

2. Biasakan Anak Makan Lebih Pelan

Anak yang makan terlalu cepat cenderung menelan banyak udara dan membuat lambung cepat penuh. Akibatnya, risiko munculnya keluhan heartburn pada balita juga bisa meningkat. 

3. Hindari Langsung Tidur atau Rebahan Setelah Makan 

Kebiasaan berbaring atau rebahan setelah makan dapat mempermudah isi lambung untuk naik kembali ke kerongkongan. Usahakan Si Kecil tetap duduk atau beraktivitas setelah makan.

4. Bantu Anak Tetap Nyaman Saat Tidur 

Pada anak yang sering mengalami refluks asam lambung di malam hari, posisi tidur terkadang ikut berpengaruh. Posisikan tubuh bagian atas sedikit lebih tinggi untuk membantu mengurangi tekanan pada lambung sehingga asam lebih sulit naik ke kerongkongan, tapi hindari menumpuk bantal terlalu tinggi di area kepala karena ini justru bisa membuat Si Kecil kurang nyaman.

5. Pastikan Berat Badan Anak Tetap Sehat

Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada area perut dan memperburuk risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Dengan menjaga berat badan anak tetap ideal sesuai     usia, risiko keluhan rasa panas di perut juga bisa berkurang. Moms bisa mendukungnya dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup setiap hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Keluhan perut anak terasa panas yang muncul sesekali umumnya masih bisa membaik dengan perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari. Namun, Moms perlu lebih waspada jika keluhan muncul berulang atau semakin sering terjadi.

Jika asam lambung naik terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu dan perubahan pola makan tidak banyak membantu, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Si Kecil ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan refluks asam yang lebih serius atau gangguan pencernaan lainnya.

Dukung Kesehatan Pencernaan Anak Setiap Hari

Keluhan seperti perut terasa panas atau tidak nyaman setelah makan sering kali membuat anak menjadi lebih rewel dan kurang bersemangat beraktivitas. Karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kenyamanan Si Kecil dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain menerapkan pola makan yang tepat dan membiasakan anak memiliki jadwal makan yang teratur, Moms juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya dengan LACTOGROW.

LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0gr sukrosa. Selain itu, Lactogrow mengandung serat inulin serta diperkaya dengan omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil.

LACTOGROW dukung pencernaan sehat Si Kecil agar nutrisinya terserap optimal. Yuk, dukung tumbuh kembang Si Kecil bersama LACTOGROW.

Pertanyaan Seputar Perut Anak Terasa Panas

  1. Bisakah anak-anak merasakan asam lambung naik atau panas di perut?
    Ya, anak-anak juga bisa mengalami asam lambung naik atau sensasi panas di perut maupun dada. Pada anak, keluhannya sering terlihat dari perilaku, seperti sering muntah, rewel setelah makan, atau sulit tidur akibat rasa tidak nyaman di perut.
     
  2. Apa penyebab rasa terbakar di area ulu hati anak?
    Rasa terbakar di area ulu hati anak umumnya terjadi akibat asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas di dada atau perut. Kondisi ini dapat dipicu oleh refluks asam, maag pada anak, iritasi pada lambung, atau konsumsi makanan pemicu asam lambung.

Referensi:

Lamoreux, K., & Gill, K. (2023). to know about heartburn in kids. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/heartburn-in-kids

Schopis, M., & Marks, J. (2024). Why Does My Stomach Burn? Potential Causes and Treatments. Healthline. https://www.healthline.com/health/stomach-burning

Johns Hopkins Medicine. (n.d.). GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) in Children. Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gerd-gastroesophageal-reflux-disease-in-children

Canadian Digestive Health Foundation. (2025, October 29). GERD in infants: How symptoms differ from adults. Canadian Digestive Health Foundation. https://cdhf.ca/en/gerd-in-infants-how-symptoms-differ-from-adults

WebMD Editorial Contributors. (2024, October 14). Will this give me heartburn? WebMD. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/ss/slideshow-heartburn-foods 

Harvard Health Publishing. (2023, July 26). 11 stomach-soothing steps for heartburn. Harvard Medical School.https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/11-stomach-soothing-steps-for-heartburn

Johns Hopkins Medicine. (n.d.). GERD diet: Foods that help with acid reflux (heartburn).https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn

Mayo Clinic. (n.d.). Heartburn – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/symptoms-causes/syc-20373223




Bagikan : Facebook WhatsApp


Artikel Terkait

Lihat Artikel Lainnya