Probiotik adalah salah satu pilihan yang cukup sering ditujukan untuk membantu meredakan diare pada anak. Bakteri baik dalam probiotik bekerja dengan cara membantu menyeimbangkan kembali populasi bakteri di dalam saluran pencernaan yang terganggu akibat diare, baik yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun efek samping konsumsi antibiotik. Dengan keseimbangan bakteri baik yang terjaga, proses pencernaan si Kecil dapat kembali normal lebih cepat, durasi diare pun berpotensi lebih singkat, dan frekuensi BAB cair biasanya berkurang lebih cepat dibandingkan tanpa pemberian probiotik.
Meski begitu, pemberian probiotik tetap perlu disesuaikan dengan usia anak, jenis strain bakteri, serta dosis yang tepat, sehingga sebaiknya Moms berkonsultasi dulu dengan dokter anak sebelum memberikannya.
Bolehkah Memberikan Probiotik untuk Anak Diare?
Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama pencernaan. Walau bakteri baik ini ada di berbagai organ tubuh, jumlahnya terdapat paling banyak di usus.
Ketika anak diare, Moms boleh memberikan probiotik untuk mendukung pemulihannya. Apalagi jika Moms sudah mendapatkan persetujuan dari dokter dan mengetahui merek probiotik terbaik untuk anak diare yang direkomendasikan dokter.
Berbagai studi telah menunjukkan manfaat probiotik untuk penanganan diare, salah satunya dalam jurnal Frontiers in Pediatrics (2026) yang menyebutkan bahwa pemberian probiotik bisa membantu mempercepat penyembuhan diare hingga mengurangi frekuensi buang air besar Si Kecil.
Ditambah lagi, penelitian lain juga mengatakan bahwa pemberian probiotik untuk anak umumnya memiliki risiko efek samping yang rendah dan secara umum dapat ditoleransi oleh Si Kecil.
5 Mekanisme Probiotik dalam Mempercepat Penyembuhan Diare
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa probiotik jenis tertentu memiliki potensi untuk membantu mempercepat penyembuhan diare. Cara kerjanya adalah dengan melawan patogen (bakteri atau virus penyebab penyakit) yang menyebabkan diare pada anak sekaligus mengurangi peradangan yang terjadi pada usus.
Supaya lebih jelas, berikut ini cara kerja bakteri baik di dalam tubuh dalam melawan kuman penyebab diare.
1. Melawan Kuman Penyebab Penyakit
Diare pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti rotavirus dan norovirus. Keduanya adalah virus yang menyebabkan muntaber pada anak.
Secara natural, probiotik untuk anak diare bekerja dengan cara melawan kuman penyebab penyakit yang terdapat pada usus. Probiotik nantinya akan bersaing dengan kuman penyebab penyakit untuk mendapatkan tempat dan sumber daya di dalam usus.
Alhasil, virus dan bakteri penyebab diare pada anak akan lebih sulit menempel dan bertahan hidup pada dinding usus. Meski tidak secara langsung mempercepat penyembuhan diare, beberapa strain probiotik baik untuk anak karena membantu memperpendek durasi diare akut yang mereka alami.
2. Menghambat Pertumbuhan Bakteri
Selain berusaha melawan kuman penyebab diare pada anak, cara kerja bakteri baik dalam mengatasi bakteri penyebab diare adalah dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.
Contohnya, beberapa jenis probiotik untuk diare dapat menghasilkan zat antimikroba yang dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare di dalam usus.
3. Memperkuat Dinding Usus
Saat Si Kecil mengalami diare, virus atau bakteri yang menyerang akan menimbulkan peradangan pada dinding usus. Memberikan merek probiotik yang tepat untuk anak yang sedang diare bisa membantu memperkuat lapisan pelindung usus.
Selain membantu meredakan peradangan, probiotik bisa membantu mendukung pertahanan alami usus, termasuk melalui peningkatan produksi lendir pelindung, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit lebih sulit menempel dan berkembang.
Baca Juga: L. Reuteri untuk Perut Anak
4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Saat Si Kecil diare karena infeksi virus, tidak ada obat khusus yang diberikan. Biasanya, pengobatan diare pada anak akibat infeksi virus akan berfokus untuk meningkatkan sistem imun dan mencegah dehidrasi.
Sebab, infeksi virus sering kali akan “sembuh” sendiri seiring dengan sistem imunnya meningkat. Nah, beberapa jenis probiotik diketahui dapat berperan dalam mendukung respons kekebalan tubuh pada saluran cerna, termasuk untuk anak yang diare.
5. Mengatur Pergerakan Usus
Saat Si Kecil diare, pergerakan usus jadi lebih cepat dari normal. Feses pun akan bergerak dari usus besar lebih cepat dari biasanya. Inilah yang menyebabkan ia bolak-balik ke toilet, Moms.
Beberapa jenis probiotik juga diteliti dapat memengaruhi pergerakan usus sehingga berpotensi membantu mengurangi frekuensi BAB pada diare tertentu.
Jenis Probiotik untuk Anak Diare
Ada berbagai jenis probiotik yang tersedia, tetapi manfaatnya tidak dapat disamaratakan. Efektivitas probiotik tergantung pada jenis dan strain yang digunakan, dosis, kondisi anak, dan penyebab diare.
Salah satu probiotik yang telah diteliti pada anak adalah L. reuteri. Salah satu strain yang telah diteliti untuk membantu penanganan diare akut pada anak adalah L. reuteri DSM 17938.
Dalam sebuah studi pada anak usia 3–60 bulan yang dirawat di rumah sakit akibat gastroenteritis akut, pemberian L. reuteri DSM 17938 bersama terapi standar membantu memperpendek durasi diare sekitar 33 jam dibandingkan terapi standar saja.
Anak yang menerima probiotik ini juga mengalami frekuensi BAB yang lebih rendah dan menjalani perawatan di rumah sakit lebih singkat.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Weizman et al. (2005) juga menemukan potensi L. reuteri dalam membantu menjaga kesehatan pencernaan anak.
Bayi sehat yang mengonsumsi susu formula dengan tambahan L. reuteri ATCC 55730 selama 12 minggu mengalami episode diare yang lebih sedikit dan lebih singkat dibandingkan bayi yang menerima susu formula tanpa probiotik.
Namun, penelitian ini mengamati manfaatnya dalam membantu mencegah diare, bukan mengobati anak yang sedang diare.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat L. reuteri perlu dilihat berdasarkan strain dan tujuan penggunaannya. Karena itu, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan probiotik kepada Si Kecil yang sedang diare, termasuk untuk menentukan produk, strain, dan dosis yang sesuai.
Berapa Dosis Probiotik yang Tepat untuk Anak Diare?
Secara umum, probiotik adalah produk yang aman diberikan kepada anak dan minim efek samping. Moms pun bisa menemukan rekomendasi dosis aman probiotik untuk anak yang sedang diare pada kemasan produk yang Moms beli.
Meski demikian, Moms sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara tepat dalam memberikan probiotik untuk anak yang sedang diare.
Kombinasi Probiotik, Zinc, dan Oralit untuk Penanganan Diare Komprehensif
Kunci utama penanganan diare pada anak adalah pencegahan dehidrasi sekaligus langkah-langkah untuk mempercepat penyembuhan diare. Jika diare lebih cepat sembuh, ini berarti risiko Si Kecil kehilangan cairan lebih banyak juga berkurang.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa probiotik untuk anak diare dapat membantu mempercepat penyembuhan. Namun, Moms juga perlu memastikan kebutuhan cairan Si Kecil terpenuhi, ya. Sebab, tanpa asupan cairan yang lebih banyak, Si Kecil tetap berisiko mengalami dehidrasi.
Moms bisa memberikan air putih atau oralit untuk anak. Oralit tidak hanya mengandung air, tapi juga mineral dan elektrolit yang ikut hilang selama anak diare.
Selain itu, WHO juga merekomendasikan pemberian suplemen zinc sesuai anjuran dokter. Suplemen zinc diketahui dapat membantu mempercepat penyembuhan diare.
Agar Si Kecil tetap terhidrasi dan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi selama masa diare, Moms bisa memberikan makanan yang mudah dicerna, asupan cairan yang cukup, serta melanjutkan pemberian ASI atau susu sesuai usia dan anjuran dokter.
Setelah kondisi Si Kecil membaik, Moms tetap perlu menjaga pemenuhan nutrisi hariannya melalui makanan bergizi seimbang dan pilihan susu pertumbuhan yang sesuai untuk anak usia 1+ tahun.
Pencernaan sehat merupakan kunci penyerapan nutrisi optimal. Untuk melengkapi asupan Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si Kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal.
Kapan Anak Perlu ke Dokter?
Beberapa jenis probiotik memang dapat membantu mempercepat penyembuhan diare anak. Meski demikian, mengingat risiko dehidrasi pada anak yang diare cukup besar dan fatal, Moms sebaiknya tidak menunda ke dokter jika:
- Diare disertai darah
- Sakit perut terus-menerus
- Anak tidak bisa makan dan minum
- Muntah terus-menerus
- Muntah berwarna kehijauan
- Demam tinggi (di atas 38oC)
- Anak lemas dan terus mengantuk
Apabila Moms khawatir karena Si Kecil diare, apalagi disertai muntah-muntah, tak ada salahnya untuk tetap membawanya ke dokter, ya.
Pertanyaan Seputar Probiotik untuk Anak Diare
- Bolehkah memberikan probiotik saat anak sedang diare?
Moms boleh memberikan probiotik untuk anak yang sedang diare. Sebab, banyak penelitian yang membuktikan bahwa pemberian probiotik untuk anak yang sedang diare dapat membantu mempercepat penyembuhan.
- Bagaimana probiotik membantu menghentikan diare?
Probiotik membantu menghentikan diare dengan cara memperpendek durasi diare. Ini karena bakteri baik dari probiotik bekerja dengan cara melawan kuman penyebab diare pada anak, sehingga membantu mempercepat pemulihan infeksi bakteri atau virus.
Ketika infeksi dan peradangan membaik, gejala-gejala yang muncul saat diare juga akan berkurang.
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
Referensi:
Chen, C., Liu, P., Xiao, L., Cao, Q., Zhou, D., Liu, X., Shen, M., Jia, X., & Zhang, L. (2026). Probiotics for treating acute diarrhea in children: an evidence synthesis. Frontiers in Pediatrics, 13. https://doi.org/10.3389/fped.2025.1722257
Depoorter, L., & Vandenplas, Y. (2021). Probiotics in Pediatrics. A Review and Practical Guide. Nutrients, 13(7), 2176. https://doi.org/10.3390/nu13072176
Latif, A., Shehzad, A., Niazi, S., Zahid, A., Ashraf, W., Iqbal, M. W., Rehman, A., Riaz, T., Aadil, R. M., Khan, I. M., Özogul, F., Rocha, J. M., Esatbeyoglu, T., & Korma, S. A. (2023). Probiotics: mechanism of action, health benefits and their application in food industries. Frontiers in Microbiology, 14. https://doi.org/10.3389/fmicb.2023.1216674
Kim, S., & Bae, S. (2020). Molecular insights into probiotic mechanisms of action employed against intestinal pathogenic bacteria. International Journal of Molecular Sciences, 21(23), 8692. https://doi.org/10.3390/ijms21238692
Piqué, N., Berlanga, M., & Miñana-Galbis, D. (2021). Health benefits of heat-killed (tyndallized) probiotics: An overview. International Journal of Molecular Sciences, 22(24), 12935. https://doi.org/10.3390/ijms222412935
Dinleyici, E. C., PROBAGE Study Group, & Vandenplas, Y. (2014). Lactobacillus reuteri DSM 17938 effectively reduces the duration of acute diarrhoea in hospitalised children. Acta Paediatrica, 103(7), e300–e305. https://doi.org/10.1111/apa.12617
Weizman, Z., Asli, G., & Alsheikh, A. (2005). Effect of a probiotic infant formula on infections in child care centers: Comparison of two probiotic agents. Pediatrics, 115(1), 5–9. https://doi.org/10.1542/peds.2004-1815
World Health Organization. (2024, March 7). Diarrhoeal disease. Who.Int; World Health Organization: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
Collinson, S., Deans, A., Padua-Zamora, A., Gregorio, G. V., Li, C., Dans, L. F., & Allen, S. J. (2020). Probiotics for treating acute infectious diarrhoea. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2020(12). https://doi.org/10.1002/14651858.cd003048.pub4
Guarino, A., Guandalini, S., & Lo Vecchio, A. (2015). Probiotics for Prevention and Treatment of Diarrhea. Journal of Clinical Gastroenterology, 49(Supplement 1), S37–S45. https://doi.org/10.1097/mcg.0000000000000349
Huang, J., A Bousvaros, Lee, J., Diaz, A., & Davidson, E. (2026). Efficacy of probiotic use in acute diarrhea in children: a meta-analysis. Nih.Gov; Centre for Reviews and Dissemination (UK). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK68965/
Ciorba, M. A. (2012). A Gastroenterologist’s Guide to Probiotics. Clinical Gastroenterology and Hepatology, 10(9), 960–968. https://doi.org/10.1016/j.cgh.2012.03.024
Office of Dietary Supplements - Probiotics. (2025). Nih.Gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Probiotics-Consumer/
Aggarwal, S., Ahuja, V., & Paul, J. (2018). Dysregulation of GABAergic Signalling Contributes in the Pathogenesis of Diarrhea-predominant Irritable Bowel Syndrome. Journal of Neurogastroenterology and Motility, 24(3), 422–430. https://doi.org/10.5056/jnm17100
Nichols, H. (2023, September 20). Probiotics for diarrhea: Do they help? Medicalnewstoday.Com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/probiotics-for-diarrhea
Kubala, J. (2019, December 18). Can Probiotics Help Treat Diarrhea? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/probiotics-for-diarrhea
Diarrhoea in children. (2025, October 13). Healthdirect.Gov.Au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/diarrhoea-in-children#doctor