Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M
Wactu Baca: 2 Menit
Anak kerap mengeluh merasakan sakit di bagian perut. Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan terbanyak orang tua membawa anaknya berobat ke dokter. Selain memberikan obat sakit perut pada anak, Moms juga perlu tahu penyebab dari sakit perut anak hilang timbul.
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab sakit perut pada anak, contohnya masalah pencernaan, infeksi, masalah terkait makanan, masalah di luar perut, atau keracunan.
Dalam beberapa kondisi, sakit perut pada anak memang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, kebanyakan kasus anak sakit perut bahkan dapat sembuh sendiri dalam hitungan jam atau hari tanpa diobati secara khusus dan diketahui penyebabnya.
Karenanya, Moms perlu mengetahui apa saja hal yang bisa menjadi penyebab anak sering sakit perut. Dengan demikian, setidaknya orang tua bisa memperkirakan tindakan darurat yang bisa dilakukan.
Berbagai Penyebab Sakit Perut Pada Anak
Anak sakit perut bisa dikarenakan banyak hal, beberapa di antaranya lebih umum dari lainnya. Berikut beberapa penyebab perut sakit pada anak:
- Sembelit: Kondisi saat buang air besar pada anak tidak lancar.
- Kembung: Kondisi saat angin terjebak di dalam usus. Sakit perut akibat kembung bisa sembuh setelah anak bersendawa atau kentut.
- Gastroenteritis: Infeksi pada usus yang bisa disebabkan virus atau bakteri.
- Keracunan makanan: Bisa terjadi akibat anak mengkonsumsi makanan basi atau terkontaminasi kuman.
- Sindrom iritasi usus besar atau IBS: merupakan gangguan fungsional saluran cerna yang ditandai dengan nyeri perut berulang yang berkaitan dengan perubahan pola buang air besar (frekuensi atau konsistensi). Diagnosis perlu ditegakkan oleh tenaga kesehatan berdasarkan kriteria klinis tertentu.
- Intoleransi laktosa: Kondisi penurunan kemampuan tubuh dalam mencerna laktosa atau gula dalam susu.
- Kolik: Banyak dialami bayi yang masih kecil. Meski tidak berbahaya namun membuat anak merasa tidak nyaman.
- Infeksi saluran kemih: Saat sakit perut anak hilang timbul disertai rasa sakit ketika kencing.
- Radang usus buntu: Termasuk kondisi gawat darurat dan harus segera mendapat penanganan medis.
- Intususepsi: Kondisi saat sebagian usus meluncur ke bagian yang bersebelahan.
- Hernia inkarserata: Saat organ atau jaringan tubuh menonjol ke tempat lain.
- Torsi testis: Ketika testis berputar dan memutar korda spermatika hingga mengurangi aliran darah ke testis.
- Masuknya benda asing: Kondisi ketika anak memasukkan benda asing ke mulut. Kerap terjadi pada anak.
Mengapa Sakit Perut Anak Hilang Timbul?
Jika Si Kecil mengalami sakit perut anak hilang timbul, bisa jadi itu disebabkan oleh sembelit, intoleransi makanan, maupun inflamasi atau infeksi pada sistem pencernaan. Sakit perut yang muncul di malam hari atau disertai penurunan berat badan merupakan tanda yang perlu diwaspadai, karena dapat mengarah pada kondisi yang lebih serius dan memerlukan evaluasi medis.
Penyebab perut melilit pada anak, sebagian besar sakit perut bersifat ringan (misalnya sembelit, kembung, atau infeksi ringan). Sementara itu, kondisi tertentu seperti infeksi berat atau gangguan organik lain memerlukan perhatian medis. IBS termasuk gangguan fungsional yang dapat berlangsung lama, namun umumnya tidak membahayakan.
Selain penyebab di atas, stres ternyata juga bisa menyebabkan sakit perut pada anak. Hal ini karena adanya koneksi yang kuat antara otak dengan sistem pencernaan melalui sistem saraf pusat. Stres dapat memengaruhi komunikasi antara otak dan saluran cerna (gut-brain axis), sehingga dapat memicu atau memperberat keluhan nyeri perut pada anak.
Tubuh juga melepaskan hormon yang mempengaruhi kerja usus dan lambung yang menyebabkan sakit perut.
Gejala Lain Saat Anak Sakit Perut
Sakit perut pada anak kerap disertai pula dengan gejala-gejala lain. Beberapa yang lazim di antaranya:
- Kram perut. Ini biasanya terkait dengan intoleransi makanan, gangguan pencernaan ringan, kembung, atau maag.
- Hilang nafsu makan, mual dan muntah, diare biasanya terkait dengan keracunan makanan atau gastroenteritis.
- Sakit perut yang tidak kunjung hilang disertai demam, mual, dan rasa sakit biasanya terkait dengan infeksi saluran kemih.
- Pada beberapa kasus, nyeri perut dapat disertai gejala lain seperti batuk atau demam. Kondisi ini perlu dievaluasi lebih lanjut oleh tenaga medis karena dapat berkaitan dengan infeksi di luar saluran cerna.
- Anak terbangun dari tidur akibat nyeri di perut, atau rasa sakit di bagian perut di luar bagian pusar, bisa jadi disebabkan usus buntu.
Membedakan Sakit Perut Biasa dan Kondisi Berbahaya
Membedakan nyeri di bagian perut apakah hanya sakit perut biasa atau mungkin pertanda kondisi berbahaya dapat dibedakan dari tingkat rasa sakitnya. Sebagian besar sakit perut pada anak bersifat ringan dan dapat membaik sendiri. Namun, orang tua perlu waspada terhadap tanda bahaya seperti nyeri hebat yang menetap, nyeri terlokalisasi, muntah berulang, demam tinggi, atau penurunan berat badan.
Berbeda jika sakit perut yang merupakan pertanda masalah serius, biasanya terasa sakit seperti menusuk, tajam, dan tidak tertahankan. Rasa sakitnya juga bisa semakin buruk seiring waktu. Selain itu juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti muntah, pusing, bahkan pingsan.
Pada anak, nyeri perut yang serius bisa memicu anak menangis kesakitan hingga menjerit, sulit bergerak, menolak makan, tubuh meringkuk sampai menarik lutut ke dada, membuat anak mengantuk atau justru mudah marah yang tidak biasa.
Arti Lokasi Nyeri Perut pada Anak
Lokasi nyeri perut dapat memberikan petunjuk awal, namun tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosis. Evaluasi medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Ketika Si Kecil mengeluhkan sakit di bagian perut, Moms perlu bertanya lebih teliti karena beda lokasi nyeri di area perut bisa berarti beda penyebab dan masalahnya. Berikut arti lokasi nyeri perut pada anak:
Nyeri perut kanan atas
Dapat berkaitan dengan masalah pada organ hati, kantung empedu, ginjal kanan, atau usus. Penyakit atau gejala yang mungkin termasuk hepatitis, peradangan ginjal, batu ginjal, atau batu empedu.
Nyeri perut atas pusar
Dapat berkaitan dengan gangguan pada organ lambung, usus halus, pankreas, dan kantung empedu. Penyakit yang mungkin termasuk gastritis, GERD, batu empedu, atau pankreatitis.
Nyeri perut kiri atas
Dapat berkaitan dengan n masalah pada organ lambung, limpa, pankreas, ginjal, dan usus. Penyakit yang mungkin termasuk gastritis, pankreatitis, ruptur limpa, radang ginjal, atau batu ginjal.
Nyeri di perut kanan atau kiri tengah sebelah pusar
Dapat berkaitan dengan gejala divertikulitis, batu ureter, atau pielonefritis.
Nyeri di perut sekitar pusar
Dapat berkaitan dengan masalah pada usus kecil, yang merupakan gejala radang usus atau usus buntu.
Nyeri perut kanan bawah
Dapat berkaitan dengan gejala radang usus buntu, radang usus besar (kolitis), atau pielonefritis.
Nyeri perut kiri bawah
Dapat berkaitan dengan masalah pada usus besar, ureter, tuba fallopi, atau ovarium (pada perempuan).
Nyeri perut tengah bawah pusar
Dapat berkaitan dengan masalah pada kandung kemih atau rahim. Bisa menjadi pertanda penyakit batu kandung kemih, atau masalah pada rahim.
Baca Juga: Susu Pertumbuhan untuk Dukung Pencernaan Sehat Anak
Pertolongan Pertama saat Anak Sakit Perut
Jika Si Kecil mengeluhkan perut sakit lalu sembuh, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut di rumah untuk meredakan sakitnya:
- Pastikan anak banyak istirahat
- Pastikan Si Kecil cukup mendapatkan asupan cairan
- Berikan anak makanan tawar namun jangan paksa jika merasa sakit
- Gunakan kompres hangat (bukan panas) pada area perut untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman
- Konsultasi dengan dokter terkait obat sakit perut pada anak hilang timbul dengan tepat
- Penggunaan obat sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan jenis dan dosis yang sesuai.
Kapan Harus Bawa Anak ke Dokter
Saat sakit perut anak hilang timbul, ada beberapa kondisi di mana Si Kecil harus diperiksa oleh dokter. Segera bawa Si Kecil untuk mendapat pertolongan medis apabila:
- Mengeluhkan sakit yang hebat di bagian perut atau hingga membangunkannya dari tidur
- Sakit terus menerus atau sakitnya terus hilang timbul
- Merasa tidak enak badan ditambah demam
- Mengeluhkan rasa sakit setiap kali bergerak
- Diare atau muntah yang tidak kunjung berhenti
- Kehilangan berat badan atau merasa hilang energi
- Muntah darah atau berwarna hijau
- BAB berdarah
- Menunjukkan gejala dehidrasi parah
- Ruam dan bengkak di wajah atau tampak pucat
- Mengeluh sakit perut di bagian kanan bawah, tempat terdapat usus buntu
- Sakit saat buang air kecil
- Demam tinggi dan mudah mengantuk, yang bisa disertai tekanan darah rendah.
Anak sakit perut memang umum terjadi dan biasanya mudah sembuh dengan sendirinya. Namun Moms bisa mencegah agar Si Kecil tidak mudah terserang sakit perut. Di antaranya dengan membiasakan anak makan sesuai porsi dan menjaga asupan cairannya. Selain itu, untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, pola makan yang baik juga tidak kalah penting dengan memprioritaskan makanan kaya serat dan bergizi seimbang.
Selain memberikan menu makanan sehat setiap hari, Moms juga dapat melengkapi asupan nutrisi Si Kecil dengan susu pertumbuhan seperti LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun.
LACTOGROW PRO 3+ mengandung L. reuteri, probiotik yang telah diteliti dan dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang berperan dalam mendukung kesehatan pencernaan.
Selain itu, dilengkapi juga dengan serat pangan (inulin) yang merupakan prebiotik untuk membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan fungsi pencernaan.
Diperkaya dengan Omega 3 & 6, serta 12 vitamin dan 2 mineral, LACTOGROW PRO 3+ membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. Tersedia dalam pilihan rasa Madu dan Vanilla.
Pemenuhan gizi yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil. Dengan memahami penyebab sakit perut anak hilang timbul, gejala, dan penanganan yang tepat, Moms dapat lebih siap dalam mendukung kenyamanan dan tumbuh kembang Si Kecil setiap hari.
Pertanyaan Seputar Sakit Perut Anak Hilang Timbul
1. Mengapa anak sering mengeluh sakit perut yang hilang timbul?
Anak sering mengeluh sakit perut yang hilang timbul bisa disebabkan sembelit, intoleransi makanan, peradangan atau infeksi pada sistem pencernaannya.
2. Apakah stres bisa menyebabkan sakit perut pada anak?
Stres bisa menyebabkan sakit perut pada anak karena adanya koneksi yang kuat antara otak anak dengan sistem pencernaan melalui sistem saraf pusat. Saat Si Kecil merasa cemas atau stres, keseimbangan bakteri di usus dapat terganggu yang berdampak pada nyeri di perut. Tubuh juga dapat melepaskan hormon stres yang mempengaruhi kerja usus dan lambung yang menyebabkan sakit perut.
Referensi:
- Stress-related stomach pain: When to see a doctor - UChicago Medicine. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.uchicagomedicine.org/forefront/gastrointestinal-articles/stress-stomach-pain-when-to-see-a-doctor
- What does serious abdominal pain feel like? - Ubie Health. Retrieved on May 12th 2026 from https://ubiehealth.com/doctors-note/abdominal-pain-serious-feel-like-symptom-alerts-3715e7
- Abdominal Pain: What each stomachache location means - MedPark Hospital. Retrieved on May 12th 2026 from https://www.medparkhospital.com/en-US/disease-and-treatment/abdominal-pain
- 10 signs that a child's stomachache could be something serious - Harvard Health. Retrieved on May 12th 2026 from https://health.harvard.edu/blog/10-signs-that-a-childs-stomachache-could-be-something-serious-2017112112781
Disclaimer
Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.
Artikel Terkait