Sakit perut anak bagian tengah atau nyeri di sekitar pusar umumnya tergolong ringan dan bisa membaik dengan perawatan di rumah, meski pada situasi tertentu juga bisa berkaitan dengan gangguan pencernaan yang perlu diperhatikan lebih lanjut, seperti tanda infeksi lambung atau kondisi sejenisnya.
Kalau Si Kecil tiba-tiba mengeluh sakit sambil memegangi perutnya, wajar jika Moms merasa khawatir. Namun, dengan memahami penyebabnya, Moms bisa mengambil langkah penanganan yang tepat.
Kenapa Nyeri Bisa Terjadi di Area Pusar?
Pusar merupakan pusat dari area abdomen (perut) manusia. Biasanya, sakit perut anak bagian tengah dikaitkan dengan masalah pencernaan, terutama pada organ-organ yang berada di dalam rongga ini.
Di dalam perut bagian tengah, terdapat beberapa organ penting yang saling bekerja untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Ketika salah satu organ ini mengalami gangguan, efeknya bisa dirasakan sebagai nyeri di sekitar pusar.
1. Lambung
Lambung berfungsi sebagai “ruang awal” pencernaan, tempat makanan diolah dengan bantuan asam dan enzim. Jika terjadi iritasi, peradangan ringan, atau gangguan pencernaan, rasa tidak nyaman dari lambung bisa menjalar hingga ke perut bagian tengah.
Pada anak, kondisi ini sering muncul bersamaan dengan kembung atau rasa penuh pada perut setelah makan.
2. Usus Halus
Usus halus adalah bagian terpanjang dari sistem pencernaan yang bertugas menyerap nutrisi dari makanan.
Saat proses pencernaan tidak berjalan optimal, misalnya karena infeksi ringan atau sensitivitas makanan tertentu, ini bisa menjadi penyebab perut mulas pada anak. Keluhan ini sering disertai perut terasa “berputar” atau tidak nyaman, termasuk pada area perut tengah.
3. Pankreas
Pankreas berperan penting dalam menghasilkan enzim pencernaan dan pengaturan kadar gula darah. Jika fungsi pencernaan terganggu, meski ringan, efeknya bisa memicu rasa nyeri di bagian tengah perut.
Pada anak, kondisi ini biasanya tidak berdiri sendiri, tetapi muncul bersamaan dengan gangguan pencernaan lain seperti mual atau kembung.
4. Usus Besar
Usus besar berfungsi menyerap air dari sisa makanan dan membentuk feses. Ketika terjadi gangguan seperti penumpukan gas atau konstipasi, tekanan di dalam usus dapat meningkat dan menimbulkan rasa tidak nyaman di sekitar pusar. Inilah salah satu penyebab paling umum nyeri sekitar pusar pada anak.
Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau, Ini Penyebabnya!
3 Penyebab Nyeri di Area Sekitar Pusar
Beberapa kondisi berikut paling sering menjadi penyebab nyeri sekitar pusar pada anak. Meskipun terlihat sederhana, masing-masing punya mekanisme yang berbeda di dalam sistem pencernaan.
1. Gas Berlebih
Penumpukan gas di dalam usus terjadi ketika proses pencernaan tidak berjalan sempurna atau saat anak menelan udara berlebih ketika makan dan minum. Gas ini dapat membuat perut terasa penuh, kembung, dan menekan area sekitar pusar sehingga muncul rasa nyeri atau tidak nyaman.
2. Sembelit (Konstipasi)
Sembelit terjadi ketika feses tertahan terlalu lama di dalam usus, sehingga menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan di perut bagian tengah dan menimbulkan rasa nyeri yang kadang disertai perut terasa penuh dan tidak nyaman.
3. Infeksi Saluran Cerna (Gastroenteritis)
Infeksi pada saluran cerna biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri yang masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala, seperti diare, mual, muntah, serta sakit perut anak bagian tengah yang terasa lebih intens dibanding keluhan biasa.
Apakah Nyeri di Pusar Bisa Jadi Tanda Cacingan?
Pada beberapa anak, sakit perut anak bagian tengah juga bisa berkaitan dengan infeksi cacing, terutama jika kebersihan tangan dan makanan kurang terjaga.
Cacing yang hidup di dalam usus dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, sehingga menimbulkan berbagai keluhan, seperti:
- Nyeri atau tidak nyaman di sekitar pusar
- Perut terasa kembung atau penuh gas
- Nafsu makan menurun
- Berat badan sulit naik meskipun makan cukup
- Anak terlihat lebih lemas dari biasanya
- Gatal di area anus, terutama pada malam hari
Namun, tidak semua nyeri di area pusar berarti cacingan, ya, Moms. Untuk menentukan apakah Si Kecil mengalami cacingan, dokter perlu mempertimbangkan keseluruhan gejala, bukan satu keluhan saja.
Perbedaan Nyeri Biasa dan Gejala Usus Buntu
Salah satu kekhawatiran terbesar saat anak mengeluh nyeri sekitar pusar adalah kemungkinan usus buntu (apendisitis). Berikut perbedaannya.
1. Nyeri Perut Biasa
Pada kondisi ringan, nyeri perut umumnya tidak berbahaya dan sering berkaitan dengan gangguan pencernaan sementara. Keluhan ini biasanya tidak berlangsung lama dan bisa membaik dengan istirahat atau perawatan sederhana di rumah.
Ciri-cirinya:
- Bisa terasa di mana saja di perut, termasuk sekitar pusar
- Biasanya ringan hingga sedang
- Bisa hilang timbul
- Disertai kembung atau sering buang gas
- Tidak semakin parah dalam waktu singkat
2. Gejala Usus Buntu (Apendisitis)
Berbeda dengan nyeri biasa, usus buntu merupakan kondisi peradangan yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Gejalanya cenderung makin memburuk seiring waktu dan tidak membaik dengan istirahat.
Tanda-tandanya:
- Nyeri awalnya muncul di sekitar pusar, lalu berpindah ke perut kanan bawah
- Nyeri semakin kuat dari waktu ke waktu
- Terasa tajam atau kram hebat
- Disertai mual, muntah, atau demam
- Nafsu makan menurun, tubuh terasa lemas
- Lemas, lebih rewel, atau sulit tidur
Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Mengeluh Sakit Perut Tengah
Saat Si Kecil mulai mengeluh sakit perut anak bagian tengah, Moms bisa melakukan beberapa langkah berikut di rumah untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman dan membuatnya lebih tenang.
- Istirahatkan Si Kecil agar tubuhnya lebih rileks.
- Berikan cukup cairan (air putih atau cairan bening) untuk mencegah dehidrasi.
- Kompres hangat di perut untuk meredakan kram.
- Pijat perut dengan lembut agar lebih nyaman.
- Berikan makanan ringan seperti sup atau biskuit (hindari makanan berat dulu).
- Gunakan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen (sesuai anjuran).
- Pertimbangkan probiotik jika disertai diare.
Jika keluhannya tergolong ringan, biasanya kondisi ini akan membaik secara bertahap dengan perawatan di rumah. Namun, Moms tetap perlu mendampingi Si Kecil dan memperhatikan apakah ada perubahan atau gejala yang muncul selama proses pemulihan.
Kapan Harus ke Dokter?
Moms perlu segera membawa Si Kecil ke dokter jika muncul tanda-tanda berikut:
- Semakin sering mengalami sembelit
- Rasa sakit semakin parah tanpa alasan yang jelas
- Ada darah pada feses
- Nyeri saat buang air kecil
- Demam, batuk, hingga penurunan berat badan
- Nyeri mulai mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari Si Kecil
Gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada kondisi yang lebih serius seperti infeksi saluran cerna atau gangguan pada organ pencernaan lain yang membutuhkan penanganan medis segera.
Menjaga Pencernaan Si Kecil Tetap Sehat
Selain menangani gejala saat muncul, yang tidak kalah penting adalah menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil setiap hari agar fungsinya tetap terjaga.
Setelah keluhan sakit perut ditangani sesuai penyebabnya, Moms perlu memastikan bahwa kebutuhan nutrisi harian Si Kecil terpenuhi melalui pemberian makanan bergizi seimbang, cairan yang cukup, dan kebiasaan makan yang teratur.
Bagi anak usia 1+ tahun, pencernaan sehat adalah kunci penyerapan nutrisi optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya setiap hari. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya, Moms dapat memilih LACTOGROW.
LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0g sukrosa. LACTOGROW juga dilengkapi DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, serta 7 mineral untuk membantu perut Si Kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal.
Pertanyaan Seputar Sakit Perut Anak Bagian Tengah
- Apa penyebab nyeri perut di area sekitar pusar pada anak?
Nyeri di area pusar pada anak terjadi karena di bagian tengah perut terdapat organ penting seperti lambung, usus halus, pankreas, dan usus besar.
Saat organ-organ ini mengalami gangguan seperti gas berlebih, sembelit, atau infeksi saluran cerna, anak bisa merasakan sakit di sekitar pusar.
- Apakah sakit perut bagian tengah tanda anak cacingan?
Sakit perut bagian tengah bisa saja berkaitan dengan cacingan, terutama jika kebersihan tangan dan makanan kurang terjaga.
Namun, tidak selalu demikian karena nyeri perut juga bisa disebabkan hal lain. Jadi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah anak benar-benar mengalami cacingan.
*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.
Referensi:
- Villines, Zawn. (2023). What to know about the stomach and other digestive organs. Retrieved May 2026, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/stomach-diagram#large-intestine
- The Heights Emergency Room. Bloating and Pain Around the Belly Button: What’s Going On?. Retrieved May 2026, from https://houstonheightser.com/bloating-pain-around-belly-button/
- Yetman, Daniel. (2024). What Are Intestinal Worms?. Retrieved May 2026, from https://www.healthline.com/health/intestinal-worms#prevention
- Huizen, Jennifer. (2024). Appendicitis or gas? What appendicitis feels like. Retrieved May 2026, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/what-does-appendicitis-feel-like#treatment
- Children’s Health. Stomach pain in kids: When to worry. Retrieved May 2026, from https://www.childrens.com/health-wellness/stomach-pain-in-kids-when-to-worry