Parenting Corner

Kebutuhan DHA untuk Anak: Manfaat untuk Otak & Kecerdasan

17 June 2026

manfaat-dha-untuk-tumbuh-kembang-anak

Waktu baca: 2 menit

Ditulis Oleh: Tim Penulis

Ditinjau Oleh: Mifta Novikasari S.P. M.K.M 

 

Moms tentu sudah sering mendengar istilah DHA yang merupakan kependekan dari Docosa Hexaenoic Acid, bukan? DHA adalah jenis asam lemak omega-3 yang berguna bagi perkembangan penglihatan dan juga perkembangan otak Si Kecil.

Mengingat bahwa pencernaan anak yang sehat akan dukung proses tumbuh kembangnya dan ada hubungan antara otak dan sistem pencernaan (gut brain axis), maka untuk memastikan fungsi pencernaan anak maupun otak anak tetap baik dan sehat, Moms perlu memastikan Si Kecil mendapat nutrisi yang dibutuhkan oleh otaknya. DHA merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan langsung dalam perkembangan otak dan penglihatan anak.

Mau tau apalagi manfaat dan kebutuhan DHA untuk anak? Simak di bawah ini, ya.

 

Hubungan DHA dan Perkembangan Otak Anak

Mengapa DHA penting untuk perkembangan otak anak? Hal ini tak lepas dari komponen struktural otak yang sekitar 60 persennya adalah lemak.  DHA merupakan salah satu asam lemak utama yang banyak ditemukan pada membran sel otak dan retina. Itulah mengapa DHA sangat penting bagi tumbuh kembang Si Kecil, terutama otak

Tak hanya otak, asupan DHA yang cukup juga berperan dalam fungsi mata dan kesehatan jantung. DHA menurunkan risiko penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah. Sedangkan kekurangan DHA disebut juga dapat mempengaruhi kemampuan penglihatan pada anak.

 

Manfaat dan Kebutuhan DHA untuk Anak

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, DHA penting untuk perkembangan anak, terutama otak. Lebih lengkap, manfaat DHA bagi tumbuh kembang Si Kecil, yaitu:

1. Beberapa studi menunjukkan bahwa asupan DHA yang cukup, terutama sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan, berperan dalam mendukung perkembangan fungsi kognitif anak.

2. Omega-3 diketahui berperan dalam fungsi sistem saraf, namun manfaatnya terhadap gangguan mood pada anak masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

3. Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat omega-3 pada anak dengan gangguan perhatian, namun hasilnya masih bervariasi dan tidak menggantikan terapi utama.

4. Pada 6 bulan pertama kehidupan Si Kecil, DHA dibutuhkan dalam perkembangan sistem saraf.

Lalu berapa banyak kebutuhan DHA untuk anak setiap harinya? Pada sumber alami, terutama ikan laut, DHA selalu ditemukan bersama dengan EPA (Eicosa Pentaenoic Acid) yang berfungsi sebagai anti-inflamasi, menjaga kekentalan darah, dan membantu komunikasi antar sel saraf. Asupan DHA dan EPA yang cukup diperlukan untuk tumbuh kembang optimal anak.

Baca Juga: Susu untuk Pencernaan Anak

Beberapa rekomendasi menyarankan asupan DHA sekitar 100 mg per hari pada anak usia dini, sebagai bagian dari total asupan omega-3.

 

Memenuhi Kebutuhan DHA Selain dari Ikan

Tubuh memiliki kemampuan terbatas untuk membentuk DHA dari prekursor nabati (ALA), sehingga asupan dari makanan tetap diperlukan.

Misalnya dari ikan berlemak seperti salmon, tuna, makarel, sarden, dan sebagainya.

Namun terkadang anak tidak suka dengan ikan berlemak yang merupakan sumber DHA. Atau memiliki alergi ikan laut. Padahal DHA penting untuk tumbuh kembang optimal Si Kecil. Lalu bagaimana?

Moms masih bisa kok mencukupi kebutuhan DHA untuk Si Kecil dari sumber selain ikan, yaitu minyak alga. Ikan mendapatkan kandungan DHA dari mengkonsumsi alga tersebut.

Selain itu, tubuh kita mampu mengubah ALA (Alpha-linolenic acid), omega 3 dari sumber nabati, menjadi DHA meskipun dengan tingkat konversi yang rendah. Sumber nabati yang tinggi ALA, di antaranya biji chia, rami, kacang walnut, dan sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.

Meski lebih sedikit dibandingkan ikan berlemak, asupan ini dapat membantu Si Kecil mendapatkan DHA yang penting bagi pertumbuhannya.1

 

Dampak Kekurangan DHA

Sebagai nutrisi penting yang dibutuhkan anak, kekurangan asupan DHA juga dapat membawa dampak pada tumbuh kembang Si Kecil, di antaranya penurunan fungsi kognitif dan kemampuan konsentrasi anak. Hal ini karena DHA dibutuhkan untuk membentuk jaringan penghubung antar sel saraf.  Asupan DHA yang tidak adekuat dalam jangka panjang dapat berpotensi memengaruhi perkembangan sistem saraf, meskipun banyak faktor lain juga berperan.

Selain itu, DHA juga berperan dalam membentuk retina mata dan perkembangan indera penglihatan anak. Sehingga saat terjadi kekurangan nutrisi ini, perkembangan mata anak akan terhambat.

Penyerapan DHA dapat dipengaruhi oleh komposisi lemak dalam makanan secara keseluruhan.

Selain itu, vitamin E sebagai anti-oksidan melindungi DHA dari kerusakan akibat radikal bebas. Penyerapan DHA oleh tubuh juga turut dibantu asupan vitamin B6, B12, dan asam folat.

Vitamin E juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi DHA dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, asupan vitamin B6, B12, dan asam folat turut mendukung proses penyerapan DHA dalam tubuh.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, Moms dapat memberikan Lactogrow untuk Si Kecil usia 1–3 tahun. Lactogrow satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung L. reuteri, juga 0 gr sukrosa. Lactogrow dukung pencernaan sehat si kecil agar nutrisinya terserap optimal. Selain itu Lactogrow juga diperkaya dengan DHA, minyak ikan omega 3&6 yang mendukung perkebangan kognitif anak, serta dilengkapi 13 vitamin dan 7 mineral untuk membantu menunjang tumbuh kembang si kecil secara menyeluruh

Pertanyaan Seputar Kebutuhan DHA untuk Anak

1. Berapa kebutuhan DHA anak per hari?

Kebutuhan DHA anak per hari yang direkomendasikan adalah sekitar 10 mg per kilogram berat badan untuk anak hingga usia 2 tahun, serta sekitar 250 gram per hari untuk anak yang lebih dewasa.

 

2. Makanan apa yang paling kaya akan DHA?

Makanan yang paling kaya akan DHA adalah ikan berlemak, seperti salmon, tuna, makarel, sarden, dan sebagainya. Namun bisa juga ditemukan pada mikroalga yang menjadi sumber makanan ikan.

 


 

Referensi:




Bagikan : Facebook WhatsApp