Susu yang mengandung Lactobacillus reuteri (L. reuteri) adalah susu yang diperkaya dengan probiotik berupa bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan saluran pencernaan anak. Karena tidak semua susu probiotik mengandung jenis probiotik yang sama, Moms perlu mengetahui cara memilih susu yang mengandung L. reuteri agar manfaat yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.
Moms tentu sudah pernah mendengar mengenai probiotik, bukan? Probiotik atau bakteri baik berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Salah satu jenis probiotik yang banyak digunakan dalam susu pertumbuhan adalah L. reuteri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa probiotik ini memiliki manfaat dalam mendukung kesehatan pencernaan anak, mulai dari membantu mengurangi kolik, memperpendek durasi diare, hingga membantu menjaga kelancaran BAB. Yuk, kenali lebih jauh apa itu L. reuteri, manfaatnya, serta tips memilih susu yang mengandung L. reuteri untuk Si Kecil.
Apa Itu L. reuteri?
L. reuteri adalah jenis bakteri baik yang berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan. Nama L. reuteri didapat dari ahli mikrobiologi asal Jerman yang menemukannya, Gerhard Reuter.
Apa Bedanya dengan Probiotik Lain?
Dibandingkan dengan probiotik lain, L. reuteri dikenal memiliki kemampuan menghasilkan reuterin, yaitu metabolit antimikroba yang terbukti stabil dalam kondisi saluran cerna, sehingga tetap aktif selama proses transit pencernaan.
Hal ini ditunjukkan melalui simulasi kondisi pencernaan di laboratorium, yaitu metode yang meniru lingkungan lambung dan usus, termasuk tingkat keasaman (pH), enzim pencernaan, dan suhu tubuh. Karakteristik ini mendukung kemampuannya untuk bertahan dalam lingkungan asam lambung dan mencapai usus dalam kondisi aktif.
Bagaimana L. reuteri Bertahan di Saluran Cerna?
Salah satu keunggulan L. reuteri adalah kemampuannya untuk tetap hidup saat melewati saluran pencernaan.
Lambung memiliki tingkat keasaman tinggi yang berfungsi sebagai pertahanan alami tubuh untuk membunuh mikroorganisme dari luar. Dalam kondisi ini, tidak semua bakteri baik dapat bertahan karena sensitif terhadap asam dan enzim pencernaan.
Selain itu, L. reuteri juga dapat menempel pada dinding usus. Kemampuan ini membuatnya tidak mudah ikut terbuang bersama sisa makanan, sehingga bisa bertahan lebih lama di dalam saluran cerna.
Keberadaan yang lebih stabil ini membuat L. reuteri dapat bekerja lebih optimal dalam membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung fungsi pencernaan anak.
3 Manfaat L. reuteri untuk Anak
Berikut beberapa manfaat L. reuteri yang telah diteliti dalam berbagai studi:
1. Mengatasi Kolik
Peranan L. reuteri mempunyai efek anti-inflamasi sehingga dapat membantu menurunkan risiko kolik pada anak usia dini. Sung (2013) menyebutkan bahwa L. reuteri merupakan probiotik yang secara signifikan menurunkan waktu menangis pada anak yang kolik.
2. Mengurangi Durasi Diare pada Anak
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa salah satu manfaat L. reuteri adalah dapat mengurangi durasi diare akut pada anak.
Menurut penelitian, kegunaan L. reuteri dalam mengatasi diare termasuk untuk diare yang merupakan indikasi rotavirus, yaitu infeksi yang dapat mengakibatkan diare, dehidrasi, dan sebagainya.
3. Melancarkan BAB
Kegunaan L. reuteri juga disebut efektif dalam mengatasi konstipasi pada anak. L. reuteri adalah salah satu jenis probiotik yang terbukti secara klinis efektif membantu anak yang mengalami gangguan pencernaan fungsional.
Baca Juga: L. Reuteri untuk Perut Anak
3 Tips Memilih Susu dengan L. reuteri untuk Anak
Berbagai manfaat Lactobacillus reuteri dalam mendukung kesehatan pencernaan anak membuat probiotik ini semakin banyak diperhatikan dalam pemilihan asupan harian. Salah satu cara yang praktis untuk mendapatkannya adalah melalui susu yang mengandung L. reuteri.
Agar pilihan lebih tepat, perhatikan beberapa hal berikut saat membaca label produk:
- Pastikan tercantum L. reuteri
Nama L. reuteri sebaiknya dituliskan secara jelas pada daftar komposisi. Hal ini penting karena tidak semua produk probiotik mengandung jenis bakteri yang sama.
- Perhatikan jumlah bakteri baik (CFU)
CFU (Colony Forming Units) menunjukkan jumlah bakteri hidup dalam produk. Informasi ini membantu memberikan gambaran apakah jumlah bakteri yang dikonsumsi memadai.
Dalam berbagai penelitian, L. reuteri umumnya digunakan dalam kisaran sekitar 10âž CFU per hari untuk mendukung kesehatan saluran cerna.
- Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa Produk
Tanggal kedaluwarsa pada produk probiotik tidak hanya menunjukkan batas aman konsumsi, tetapi juga berkaitan dengan jumlah bakteri hidup di dalamnya. Seiring waktu penyimpanan, jumlah bakteri baik (viable cells atau CFU) dapat berkurang, terutama jika produk tidak disimpan dalam kondisi yang sesuai.
Pemahaman terhadap informasi pada label membantu Moms memilih produk yang lebih sesuai untuk mendukung kesehatan pencernaan anak.
Moms dapat memberikan LACTOGROW hadir sebagai susu pilihan Moms untuk Si Kecil. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.
Pertanyaan Seputar Susu yang Mengandung L. reuteri
- Mengapa harus memilih susu dengan kandungan L. reuteri?
L. reuteri dikenal mampu bertahan di saluran cerna dan tetap aktif, sehingga dapat bekerja lebih optimal dalam mendukung kesehatan pencernaan anak.
- Apa manfaat L. reuteri untuk kesehatan perut balita?
L. reuteri membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung fungsi pencernaan, serta dapat membantu mengurangi gangguan seperti diare, kolik, dan konstipasi.
Referensi:
Soltani, S., Couture, F., Boutin, Y., Ben Said, L., Cashman-Kadri, S., Subirade, M., Biron, E., & Fliss, I. (2021). In vitro investigation of gastrointestinal stability and toxicity of 3-hyrdoxypropionaldehyde (reuterin) produced by Lactobacillus reuteri. Toxicology reports, 8, 740â746. https://doi.org/10.1016/j.toxrep.2021.03.025
Deng, Z., Dai, T., Zhang, W., Zhu, J., Luo, X. M., Fu, D., Liu, J., & Wang, H. (2020). Glyceraldehyde-3-Phosphate Dehydrogenase Increases the Adhesion of Lactobacillus reuteri to Host Mucin to Enhance Probiotic Effects. International Journal of Molecular Sciences, 21(24), 9756. https://doi.org/10.3390/ijms21249756
Xu, M., Wang, J., Wang, N., Sun, F., Wang, L., & Liu, X. H. (2015). The Efficacy and Safety of the Probiotic Bacterium Lactobacillus reuteri DSM 17938 for Infantile Colic: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. PloS one, 10(10), e0141445. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0141445
Min, M., Bunt, C. R., Mason, S. L., Bennett, G. N., & Hussain, M. A. (2017). Effect of Non-Dairy Food Matrices on the Survival of Probiotic Bacteria during Storage. Microorganisms, 5(3), 43. https://doi.org/10.3390/microorganisms5030043