Wajar jika Moms merasa cemas melihat si Kecil tidak BAB selama 3 hari, namun perlu diketahui bahwa hal ini tidak selalu berarti ada masalah serius. Frekuensi BAB setiap anak memang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis asupan yang dikonsumsinya.
Anak yang sudah mulai MPASI atau anak yang lebih besar umumnya memiliki pola BAB yang lebih rutin, mulai dari 1-2 kali sehari hingga beberapa kali dalam seminggu. Selama si Kecil tetap aktif, ceria, nafsu makannya baik, dan tidak menunjukkan tanda kesakitan, tidak BAB selama 3 hari umumnya masih tergolong normal. Namun, Moms perlu perhatikan frekuensi BAB normal pada anak.
Berapa Frekuensi BAB Normal Anak Usia 1-3 Tahun?
BAB rutin adalah salah satu tanda sistem pencernaan Si Kecil sehat. Umumnya, frekuensi BAB normal anak usia 1-3 tahun adalah 1-4 kali sehari dengan tekstur lunak (bukan encer atau keras). BAB 2 hari sekali pada anak juga masih terhitung normal.
Pola buang air besar anak akan mulai berkurang seiring dengan bertambahnya usia. American Academy of Family Physicians menyebutkan anak usia 2 tahun mungkin akan BAB dua kali sehari dan akan berkurang lagi jadi satu kali sehari ketika ia berusia di atas 4 tahun.
Meski demikian, secara umum, frekuensi normal BAB anak usia 1-3 tahun adalah sekitar 1-2 kali sehari
Apakah Anak Tidak BAB 3 Hari Berarti Sembelit?
Anak disebut sembelit saat ia BAB kurang dari dua kali seminggu disertai pengeluaran tinja keras yang nyeri, keluarnya tinja berdiameter besar .Selain itu, sembelit pada balita juga diartikan ketika ia kesulitan dan merasa kesakitan karena harus mengejan berlebihan saat BAB.
Meski demikian, anak tidak BAB selama 3 hari tidak selalu berarti ia mengalami sembelit. Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif penuh misalnya. Normal bagi bayi ASI eksklusif untuk tidak BAB selama 3 hari karena ASI dapat terserap sempurna, sehingga sisa yang harus dikeluarkan juga lebih sedikit.
Selain itu, jika anak sudah tidak BAB 3 hari tapi tekstur fesesnya cenderung lunak dan tidak mengalami sakit atau kesulitan saat harus BAB, ini juga tidak berarti Si Kecil mengalami sembelit ya, Moms.
Baca Juga: Kenapa Perut Anak Melilit Hilang Timbul?
5 Faktor Penyebab Anak Tidak BAB hingga 3 Hari
Ada banyak penyebab anak tidak BAB hingga 3 hari, mulai dari faktor lingkungan, nutrisi, hingga stres yang dialami Si Kecil.
Pada balita, sembelit biasanya disebabkan oleh konstipasi fungsional. Konstipasi fungsional adalah sembelit pada anak yang terjadi bukan karena adanya masalah kesehatan tertentu, melainkan karena berbagai faktor, seperti lingkungan, pola makan, hingga kondisi psikis Si Kecil.
Hampir sekitar 95% kasus sembelit pada anak disebabkan oleh konstipasi fungsional. Berikut ini adalah beberapa penyebab sembelit pada anak yang perlu Moms tahu:
1. Kurang Serat
Salah satu penyebab anak mengalami sembelit dan tidak BAB sampai 3 hari adalah akibat pola makan yang kurang serat. Serat berperan dalam pembentukan feses agar jadi lebih lunak dan padat.
Serat dari buah dan sayur ini juga akan membantu mendorong feses keluar lebih mudah sehingga Si Kecil tidak perlu mengejan berlebihan.
Kekurangan serat dalam menu makan anak sehari-hari bisa memperbesar risiko anak susah BAB dan mengalami sembelit.
2. Kurang Cairan
Kurang cairan atau kurang minum juga bisa meningkatkan risiko sembelit pada balita. Cairan juga membantu feses jadi lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Cairan ini bisa berasal dari air putih, susu atau ASI, ataupun buah dan sayur yang mengandung banyak air. Biasanya, perubahan pola makan dari full ASI ke makanan padat jadi salah satu saat Si Kecil berisiko tinggi mengalami sembelit.
3. Menahan BAB
Moms, menahan BAB juga bisa menyebabkan Si Kecil jadi susah BAB, lho. Biasanya, anak akan menahan BAB jika ia sedang asyik bermain atau justru takut BAB, entah karena trauma sakit ketika BAB atau merasa tidak nyaman dengan toilet umum.
Ketika Si Kecil menahan BAB, feses yang ada di akan berada di usus besar terlalu lama. Padahal, usus besar biasanya akan melakukan penyerapan cairan ke dalam tubuh.
Saat feses berada di usus besar, cairan di feses pun akan terus terserap sehingga kotoran akan menjadi lebih kering dan keras. Hal ini bisa menyebabkan anak tidak BAB selama 3 hari atau bahkan lebih karena kesulitan mengeluarkan kotoran.
4. Stres
Perubahan rutinitas, misalnya perubahan jam tidur, aktivitas hariannya, bisa menyebabkan Si Kecil stres. Stres ini juga bisa meningkatkan risiko sembelit pada balita.
5. Alergi Susu Sapi
Gejala alergi susu sapi yang paling umum biasanya menyerang pernapasan, seperti batuk. Namun, dalam beberapa kasus, alergi susu sapi juga bisa menyebabkan sembelit pada balita.
3 Cara Agar Anak Cepat BAB tanpa Obat
Moms sebaiknya tidak memberikan obat pencahar untuk mengatasi sembelit pada anak tanpa berkonsultasi dengan dokter, ya.
Jika penyebab anak tidak BAB 3 hari terjadi karena masalah pola makan atau kebiasaan, Moms masih bisa mengupayakan cara rumahan untuk membantunya agar cepat BAB,, seperti:
1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Makanan tinggi serat adalah salah satu cara ampuh untuk membantu agar anak cepat BAB setelah hari. Makanan yang mengandung serat akan membantu feses lebih lunak dan membantu mendorongnya keluar.
Beberapa makanan untuk anak susah BAB di antaranya brokoli, wortel, apel, pir, jeruk, dan kacang-kacangan.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Air putih juga akan membantu melunakkan feses. Pastikan Moms mencukupi kebutuhan cairannya, ya.
Tidak harus air putih, Moms bisa memberikan buah yang punya kandungan air tinggi, seperti semangka, jus buah, ataupun makanan berkuah.
3. Bangun Rutinitas
Menjadwalkan rutinitas untuk BAB juga bisa jadi salah satu cara agar anak cepat BAB dan mencegah sembelit pada balita. Mintalah Si Kecil secara rutin untuk ke toilet selama 5-10 menit untuk BAB di waktu yang sama, bisa sehabis makan atau di pagi hari.
Apabila tidak berhasil, tapi ia sudah mau meluangkan waktu untuk berusaha, berikan pujian. Hindari memaksanya agar tidak timbul trauma.
Apabila Si Kecil kesulitan dan mulai menolak untuk ke toilet, hentikan toilet training dan periksakan ke dokter ya, Moms untuk pengobatan sembelit yang lebih cepat agar ia bisa segera BAB. Memaksakannya ke toilet dapat membuatnya trauma yang justru dapat membuatnya sembelit.
Makanan Pelancar BAB yang Efektif untuk Balita
Setelah anak tidak BAB selama 3 hari, Moms bisa mencoba memberikan beberapa makanan berikut agar anak Si Kecil cepat BAB:
- Kacang polong, buncis, kacang merah, dan kacang kedelai
- Buah-buahan tinggi serat, seperti apel dengan kulitnya, jeruk, pisang, buah naga, dan buah pir
- Sayur-sayuran, seperti wortel, brokoli, sayuran berdaun hijau
- Kacang-kacangan, seperti almond dan kacang tanah
Moms juga bisa mencoba mengganti susu Si Kecil. Sebab, dalam beberapa kasus sembelit pada anak, susu juga bisa jadi salah satu penyebabnya. Memberikan susu yang tinggi serat dan mengandung probiotik bisa membantu melancarkan BAB Si Kecil.
Untuk melengkapi asupan Si Kecil, Moms dapat memilih LACTOGROW. LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan 0g sukrosa. Selain itu, LACTOGROW juga diperkaya dengan inulin, DHA, ARA, omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu perut si kecil jadi lebih nyaman dan nutrisi terserap optimal. Yuk, dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!
Kapan Anak yang Tidak BAB 3 Hari Harus Segera Dibawa ke Dokter?
Anak yang sudah 3 hari tidak BAB belum tentu sembelit dan mungkin dapat diatasi dengan pengobatan rumahan di atas. Namun, Moms juga perlu waspada dan membawa Si Kecil ke dokter, terutama jika:
- Anak tidak kunjung BAB hampir seminggu
- BAB keras dan sangat sulit dikeluarkan
- Sakit saat buang air besar
- BAB berdarah
- Anus terasa sakit
- Perut bengkak
- Tidak mau makan dan minum
- Mengalami penurunan berat badan
- Tidak BAB diikuti demam
Jika Moms merasa khawatir karena anak sudah tidak BAB 3 hari, tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat pencahar yang aman untuk Si Kecil agar ia cepat BAB dan kembali merasa nyaman.
Pertanyaan Seputar Anak Tidak BAB 3 Hari
- Apakah normal jika anak belum BAB selama 3 hari?
Anak yang belum atau tidak BAB selama 3 hari terhitung normal jika ia tidak mengeluh sakit ataupun tidak perlu mengejan kuat saat berusaha untuk BAB. Jika fesesnya lunak dan mudah dikeluarkan maka kondisi ini normal.
Namun, jika anak tidak BAB 3 hari disertai dengan rewel, mengeluh sakit saat BAB, dan kesulitan mengeluarkan feses, bisa jadi ini adalah sembelit pada balita. Makanan dan minuman tinggi serat dapat membantu agar anak cepat BAB.
- Berapa frekuensi BAB minimal untuk anak usia 1-3 tahun?
Frekuensi normal BAB anak usia 1-3 tahun adalah 1-4 kali sehari. Namun, BAB setiap dua hari sekali pun masih terhitung normal. Sebab, seiring anak bertambah dewasa, frekuensi BAB-nya cenderung akan berkurang.
Jika, BAB kurang dari dua kali seminggu pada anak usia 1-3 tahun, kemungkinan Si Kecil mengalami sembelit.
Referensi:
Tabbers, M. M., DiLorenzo, C., Berger, M. Y., Faure, C., Langendam, M. W., Nurko, S., Staiano, A., Vandenplas, Y., & Benninga, M. A. (2014). Evaluation and Treatment of Functional Constipation in Infants and Children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 58(2), 258–274. https://doi.org/10.1097/mpg.0000000000000266
Allen, P., Aniruddh Setya, & Lawrence, V. N. (2024, January 11). Pediatric Functional Constipation. Nih.Gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537037/
Elie Mulhem, Faiza Khondoker, & Sanjiv Kandiah. (2022). Constipation in Children and Adolescents: Evaluation and Treatment. American Family Physician, 105(5), 469–478. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2022/0500/p469.html#afp20220500p469-b6
Dealing with Kids and Constipation. (2023, May 3). Www.Hopkinsmedicine.Org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/dealing-with-kids-and-constipation
Constipation in children-Constipation in children - Symptoms & causes - Mayo Clinic. (2025). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242
Constipation in children. (2025, November 18). Healthdirect.Gov.Au; Healthdirect Australia. https://www.healthdirect.gov.au/constipation-in-children
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2018). Treatment for Constipation in Children. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; NIDDK - National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation-children/treatment
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2018). Eating, Diet, & Nutrition for Constipation in Children. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; NIDDK - National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation-children/eating-diet-nutrition
Mayo Clinic Health System. (n.d.). Q&A: Constipation in children. Retrieved July 21, 2026, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/qa-constipation-in-children