Wactu Baca: 3 menit
Sembelit adalah gangguan pencernaan yang umum dan sering terjadi pada anak dan bayi. Meski tampak sepele, Moms perlu tetap mewaspadai kondisi tersebut karena sembelit umumnya bukan kondisi serius, namun perlu dipantau terutama bila berlangsung lama atau disertai gejala tertentu, apalagi jika Si Kecil masih berusia kurang dari setahun. Karenanya, Moms perlu mengetahui cara mengatasi bayi sembelit untuk mengantisipasi kondisi terburuk terjadi.
Jenis Feses Bayi Berdasarkan Konsistensi
Feses pada bayi memiliki bentuk dan tekstur yang berbeda dengan orang dewasa. Feses bayi umumnya lebih lembut dan berair. Berdasarkan konsistensinya, jenis feses bayi dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Mekonium
Merupakan feses pertama bayi setelah lahir. Teksturnya sangat lengket dan kental, berwarna hijau gelap kehitaman menyerupai aspal. Ini merupakan sisa cairan ketuban yang tertelan bayi selama di dalam kandungan
2. Lembek dan berbutir
Biasanya terlihat pada bayi ASI eksklusif. Teksturya sangat lembek dan berair dengan butiran halus seperti biji-bijian. Berwarna kuning terang dan bau tidak menyengat.
3. Lembek menyerupai pasta
Lebih banyak terlihat pada bayi susu formula. Teksturnya lebih padat dari feses bayi ASI, menyerupai pasta atau selai dengan warna kuning kecokelatan dan baunya lebih menyengat.
4. Padat dan berbentuk
Biasanya saat bayi mulai mendapat MPASI. Teksturnya padat dan berbentuk namun juga lembut. Warna dan aroma dapat dipengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi.
5. Bulatan kecil dan keras Terjadi pada bayi sembelit
Teksturnya keras dan lebih kering sehingga sulit dikeluarkan. Ini juga menjadi tanda bayi susah BAB.
6. Bentuk encer dan berlendir
Terlihat pada bayi yang mengalami diare.1
Baca Juga: Kenapa BAB Anak Warna Hitam? Cek di Sini!
Penyebab Bayi Sembelit
Sembelit atau konstipasi merupakan gangguan pencernaan lantaran ketidakmampuan tubuh mengeluarkan feses secara sempurna. Konstipasi pada bayi ditandai berkurangnya frekuensi buang air besar, feses lebih keras, hingga rasa nyeri saat buang air besar. Jadi sembelit tidak hanya berkurangnya frekuensi, tetapi juga kerasnya konsistensi feses, dan kesulitan saat buang air besar. Selain itu, Moms bisa merasakan massa feses saat meraba perut si Kecil.
Sembelit umum terjadi pada bayi usia di bawah satu tahun. Sedangkan pada bayi berusia 6 bulan ke atas atau baru mulai MPASI rentan sembelit karena baru mengenal berbagai macam jenis dan tekstur makanan padat.
Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga membutuhkan waktu beradaptasi untuk jenis makanan yang baru ia terima. Berikut sejumlah penyebab bayi sembelit:

1. Kurang Minum
Manusia butuh cairan yang cukup agar organ tubuh berfungsi dengan baik, termasuk bayi. Si Kecil bisa mengalami dehidrasi apabila kekurangan cairan. Kondisi itu memicu respons tubuh dengan menyerap lebih banyak cairan dari apa pun yang dikonsumsi, bahkan dari kotoran di dalam usus. Hal ini menyebabkan feses bayi keras dan kering sehingga susah dikeluarkan.
2. Peralihan ASI ke MPASI
Bayi biasanya dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) ketika usianya memasuki 6 bulan. Proses peralihan dari makanan cair ke padat membuat sistem pencernaan bayi harus beradaptasi. Sehingga, si Kecil akan berpotensi mengalami masalah sembelit ringan.
3. Pola Makan Kurang Seimbang
Pola makan yang kurang serat bisa memicu bayi sulit buang air besar. Moms mungkin kadang kurang rutin memberikan asupan serat seperti buah dan sayur sehingga membuat bayi sembelit. Moms juga perlu bijak dalam memberikan sereal beras karena bisa menyebabkan sembelit pada bayi.
4. Kondisi Medis Tertentu
Penyebab sembelit pada bayi juga bisa disebabkan kondisi medis tertentu. Hal itu seperti alergi makanan, hipotiroidisme, penyakit celiac hingga keracunan makanan. Pada kasus yang lebih langka, sembelit bisa disebabkan penyakit Hirschsprung. Hirschsprung adalah gangguan peristaltik/pergerakan usus besar karena tidak terbentuknya sel ganglion pada usus sejak dari lahir.
Cara Mengatasi Bayi Sembelit
Bayi sembelit bukanlah pertanda penyakit serius. Meski demikian, Moms tidak boleh menyepelekan gejala konstipasi untuk mengantisipasi kondisi memburuk dan memicu komplikasi. Ada sejumlah cara mengatasi bayi sembelit yang dapat Moms terapkan. Berikut cara atasi sembelit pada bayi MPASI:
1. Cukupi Asupan Cairan
Secara umum, bayi yang hanya mendapatkan ASI lebih jarang mengalami sembelit. Meskipun frekuensi BAB bisa lebih jarang, hal ini tetap normal selama feses tidak keras. Selain itu, bayi tidak butuh cairan tambahan karena asupan makanan mereka adalah ASI. Moms hanya perlu memastikan asupan ASI Si Kecil terpenuhi. Jika Si Kecil berusia di atas 6 bulan, Moms dapat memberikan lebih banyak minum untuk membantu mencukupi kebutuhan cairan.
2. Konsumsi Buah dan Sayuran
Moms dapat memberikan Si Kecil makanan berserat dan aneka bahan yang mengandung air dalam menu MPASI. Hal itu seperti sup, air putih dan sayuran. Buah untuk mengatasi sembelit pada bayi juga disarankan. Pilihlah buah yang mengandung banyak air dan sudah dihaluskan seperti pir atau apel.
3. Ubah Pola Makan
Mengubah pola makan adalah salah satu cara efektif mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan. Moms dapat memilih makanan berkarbohidrat yang dapat diserap tubuh untuk melunakkan feses, seperti makanan yang mengandung sorbitol. Sorbitol adalah senyawa yang dapat membantu melunakkan feses karena efek osmotik ringan. Moms dapat menemukannya dalam aneka buah apel, beri, dan pir. Moms juga dapat menerapkan pola makan seimbang yang mencakup konsumsi biji-bijian.
4. Jaga Keseimbangan Bakteri Baik pada Pencernaan Anak
Bayi dan anak dengan sembelit umumnya memiliki ketidakseimbangan bakteri usus. Pemberian probiotik terbukti membantu memperbaiki gerakan usus dan meningkatkan frekuensi BAB, termasuk pada kelompok usia dini.
5. Ajarkan Anak Rutin BAB
Moms bisa sejak dini mengajarkan Si Kecil rutin buang air besar (BAB) untuk atasi sembelit pada bayi. Kebiasaan ini akan mempermudah anak untuk BAB dan menghindari ketakutan BAB di toilet sekolah nantinya.
6. Beri Pijatan
Memijat lembut perut bayi dengan membalurkan minyak telon/baby oil untuk menstimulasi gerakan usus. Lakukan pijatan dari arah kanan bawah ke kanan atas dilanjutkan ke kiri atas lalu kiri bawah, secara lembut dan rutin 15.
7. Mandi Air Hangat
Memandikan bayi dengan air hangat bisa membantu merelaksasi otot-otot perutnya dan meringankan ketidaknyamanan saat bayi sembelit.
8. Rutin Cek Konsistensi Feses
Jangan lupa monitor rutin feses anak karena bentuknya bisa mendeteksi dini adanya masalah di saluran cerna atau penyakit lain.
9. Konsultasi ke Spesialis Anak
Saat sembelit pada bayi tidak segera membaik dan disertai gejala demam, muntah, turun BB, dan ada benjolan di anus, segera periksakan si Kecil ke spesialis anak.
Makanan untuk Bayi Sembelit
Asupan makanan menjadi salah satu pemicu bayi sembelit, terutama saat masa peralihan dari ASI eksklusif ditambah MPASI mulai usia 6 bulan. Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan risiko Si Kecil mengalami sembelit, yaitu:
- Sereal, termasuk sereal bayi.
- Biji-bijian olahan, termasuk nasi putih, roti, pasta.
- Makanan rendah serat, termasuk daging merah
- Gorengan, mengandung tinggi lemak dan rendah serat.
- Susu sapi, termasuk olahannya seperti keju dan es krim2
Agar dapat memperlancar bayi BAB, disarankan mengurangi atau mengganti asupan makanan tersebut dengan makanan tinggi serat sebagai pelancar BAB bayi alami, seperti:
- Buah-buahan tinggi serat dan air, contohnya pepaya, pir, dan pisang yang sudah sangat matang.
- Sayuran kaya serat dan tinggi kandungan air, seperti bayam, brokoli, dan buncis.
- Biji-bijian utuh, bukan olahan, seperti gandum utuh dan oatmeal.
- Kacang-kacangan.
- Cukup asupan cairan, penting untuk memastikan Si Kecil tetap terhidrasi agar serat makanan bekerja lebih baik 3
Selain itu, menjaga keseimbangan probiotik penting untuk membantu melancarkan pencernaan Si Kecil dan mengatasi sembelit, karena bakteri baik membantu kerja usus dan menjaga feses tetap lunak. Probiotik dapat diperoleh secara alami dari ASI atau Moms dapat memberikan susu formula yang diperkaya probiotik, terutama yang mengandung L. reuteri bagi Si Kecil yang tidak menyusu langsung.
Demikian Moms, penjelasan tentang cara mengatasi bayi sembelit dan tips agar BAB Si Kecil lancar. Perhatikan selalu perkembangan BAB Si Kecil yang sembelit dan jika berlangsung beberapa hari disertai gejala lain seperti nyeri, darah, atau penurunan nafsu makan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter anak ya, Moms! Jangan lupa juga untuk bergabung LACTOCLUB Community untuk sharing parenting tanpa judging bareng Moms dan Expert!
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Bayi Sembelit
1. Apa ciri-ciri bayi mengalami sembelit?
Ciri-ciri bayi mengalami sembelit dapat dilihat dari berkurangnya frekuensi buang air besar. Selain itu, feses menjadi lebih keras sehingga saat BAB dapat disertai dengan rasa nyeri yang membuat bayi merasa tidak nyaman, bahkan kesakitan. Bayi sembelit juga dapat dirasakan dengan meraba bagian perut dan akan terasa massa feses di dalam perut.
2. Bagaimana cara mencegah bayi sembelit?
Cara mengatasi bayi sembelit di antaranya mencukupi asupan cairan dengan cukup memberikan ASI, memberikan tambahan buah dan sayuran pada menu MPASI untuk bayi di atas usia 6 bulan, menerapkan pola makan seimbang dengan menambahkan makanan berkarbohidrat dan mengandung sorbitol, seperti buah apel, beri, dan pir. Cara selanjutnya dengan mengajarkan anak rutin BAB, mencoba memberi pijatan di perut bayi untuk menstimulasi gerakan usus, mandi dengan air hangat, serta melakukan cek konsistensi feses secara rutin.
Referensi:
- The Complete Baby Poop Guide: What's 'Normal' and What's Not - Parents. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.parents.com/baby/diapers/dirty/the-scoop-on-poop-whats-normal-whats-not/
- Find Out Which Foods Cause and Relieve Constipation in Babies - Parents. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.parents.com/baby/health/constipation/foods-that-cause-and-relieve-constipation-in-babies/#toc-foods-that-can-cause-constipation-in-babies
- Eating, Diet, & Nutrition for Constipation in Children - NIH. Retrieved on May 3rd 2026 from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation-children/eating-diet-nutrition
- Tomșa, N. A., Meliț, L. E., Popescu, T., Najjar, K., Văsieșiu, A. M., Pop, A. V., & Borka-Balas, R. (2025). Microbiota—A Rescuing Modulator in Children Struggling with Functional Constipation. Microorganisms, 13(7), 1504. https://doi.org/10.3390/microorganisms13071504
- Lv, S., Qiao, W., Wang, Y., Zhao, J., Man, C., & Chen, L. (2025). Probiotics for constipation relief in infants and young children: Efficacy and mechanisms. Journal of Future Foods. https://doi.org/10.1016/j.jfutfo.2025.08.026
Artikel Terkait