Parenting Corner

Kenali Perbedaan Laktosa dan Sukrosa pada Susu

16 June 2026

Perbedaan laktosa dan sukrosa

Waktu Baca: 3 menit

Ketika Moms membeli produk susu atau produk lainnya untuk si Kecil, terdapat label bertuliskan informasi nilai gizi yang biasanya terletak di samping box. Beberapa produk susu pertumbuhan mencantumkan nutrisi berupa kandungan sukrosa dan laktosa di bawah total gula. Meski sama-sama bertugas sebagai pemanis, terdapat perbedaan laktosa dan kandungan sukrosa pada susu pertumbuhan. Meskipun secara kimiawi memiliki banyak kemiripan, laktosa dan sukrosa dicerna dengan cara yang berbeda oleh tubuh, menggunakan enzim pencernaan yang berbeda. Mari simak apa saja perbedaan laktosa dan sukrosa pada susu dalam artikel ini!

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa pada Susu

Laktosa

Laktosa adalah sejenis gula yang merupakan subtipe dari karbohidrat. Secara spesifik, laktosa adalah disakarida, atau gula yang terbuat dari dua unit gula yang lebih kecil yakni glukosa dan galaktosa. Ketika keduanya secara kimiawi menyatu, akan membentuk laktosa. Ketika tubuh mencerna laktosa dalam usus kecil, laktosa akan terurai kembali menjadi glukosa dan galaktosa untuk lalu usus akan menyerap gula yang terpisah itu masing-masing. Laktosa merupakan gula alami yang ditemukan pada susu.

Sukrosa

Seperti laktosa, sukrosa juga merupakan disakarida. Sukrosa sendiri merupakan gabungan dari glukosa dan fruktosa. Seperti laktosa, usus kecil akan mengurai sukrosa kembali menjadi glukosa dan fruktosa sebelum diserap karena tubuh tidak dapat menyerap sukrosa secara langsung. Perbedaan laktosa dan sukrosa terletak pada rasa manis di mana sukrosa terasa jauh lebih manis. Meski demikian, kandungan kalori di antara keduanya sama, yakni 4 kalori per gram. Sukrosa sendiri merupakan nama lain dari gula pasir yang biasa Moms temukan di dapur. Itulah yang dimaksud dengan perbedaan laktosa dan sukrosa.

Sebagai gula, keduanya berperan sebagai sumber energi dan membuat makanan maupun minuman sesekali lebih enak. Namun mengkonsumsi terlalu banyak gula sukrosa juga tidak baik bagi kesehatan. Jumlah gula yang dikonsumsi si Kecil dapat memicu meningkatnya gula darah seiring dengan berjalannya waktu. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat memicu resistensi terhadap insulin, pradiabetes, hingga diabetes tipe 2.

Laktosa dan Manfaatnya untuk Pertumbuhan Tulang Anak

Moms, tahukah bahwa manfaat laktosa untuk anak cukup penting? Laktosa merupakan sumber energi atau karbohidrat alami pada susu yang membantu usus menyerap kalsium dengan maksimal.
Dengan penyerapan kalsium yang baik, tulang dan gigi Si Kecil akan tumbuh makin kuat, mendukungnya untuk selalu aktif bereksplorasi.

Baca Juga: Susu Probiotik untuk Anak

Bahaya Gula Tambahan Berlebih

Meski sama-sama menjadi sumber energi, ada perbedaan laktosa dan sukrosa pada susu. Jika laktosa secara alami terkandung dalam susu, sukrosa disarikan dari tebu, bit, atau buah-buahan.

Konsumsi gula sukrosa yang berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup dapat berkontribusi pada penumpukan lemak dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan gangguan kesehatan metabolik.

4 Cara Mengurangi asupan gula tambahan

Terdapat beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi asupan gula tanpa mengorbankan kebutuhan akan asupan nutrisi sehari-hari, di antaranya:

1.    Menghindari minuman manis

Perhatikan kandungan sukrosa sebagai pemanis dalam minuman, termasuk jus buah, minuman bersoda, teh manis, atau minuman berenergi. Pemanis tambahan di minuman-minuman tersebut biasanya tinggi.

2.    Pahami label makanan

Informasi nilai gizi penting untuk dipahami. Beberapa produk kini memiliki rincian hingga ke jenis gula yang digunakan, seperti laktosa yang merupakan gula alami atau sukrosa yang merupakan gula tambahan. 

3.    Pilih sesuai kandungan

Ketika membeli makanan atau minuman, usahakan agar Moms memilih yang mengandung kurang dari 10 gram gula dan lebih dari 5 gram serat. Serat membantu perut cepat kenyang, menurunkan kolesterol, dan menurunkan resiko diabetes dan pradiabetes.

4.    Pilih makanan utuh

Sukrosa berasal dari tumbuhan yang dimurnikan agar mendapatkan rasa manis untuk dikomersialkan. Tujuannya, orang mendapatkan gula dalam versi sederhana. Moms bisa menghindarinya dengan memilih makanan manis dari sumbernya yang utuh, seperti buah-buahan.

3 Tips Praktis Memilih Susu Tanpa Tambahan Gula

1.    Pantau kandungan gula dalam susu anak dalam tabel informasi gizi. 
2.    Hindari produk susu yang mencantumkan sukrosa, sirup jagung, atau pemanis buatan di urutan awal daftar komposisi. 
3.    Utamakan susu pertumbuhan yang mengandalkan laktosa alami. 

Tak kalah penting, pilih produk yang mengandung probiotik, seperti Lactobacillus reuteri, yang dapat dipadukan dengan serat pangan. L. reuteri diketahui dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, sehingga mendukung kesehatan saluran cerna. Keseimbangan mikrobiota ini juga berperan dalam mendukung fungsi sistem imun.

Jika Moms ingin membatasi asupan gula bagi Si Kecil, Moms dapat memilih susu pertumbuhan dengan 0 g sukrosa. LACTOGROW 3 hadir dengan formula baru tanpa sukrosa untuk membantu mengontrol asupan gula harian anak.

Dalam segelas LACTOGROW 3, Si Kecil mendapatkan manfaat dari L. reuteri yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan, serta serat pangan (inulin). Selain itu, juga dilengkapi dengan 13 vitamin dan 7 mineral, yang merupakan sumber zat besi dan tinggi vitamin C untuk mendukung daya tahan tubuh, serta tinggi kalsium dan vitamin D untuk membantu pertumbuhan tulang. Kandungan protein, minyak ikan, serta omega 3 & 6 turut melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

LACTOGROW 3 tersedia untuk anak usia 1–3 tahun dalam varian rasa Original (350–750 gram), Madu (180 gram–1 kg), dan Vanilla (350 gram–1 kg). Setelah memahami perbedaan laktosa dan sukrosa pada susu, Moms dapat lebih bijak dalam memilih produk yang sesuai untuk kebutuhan Si Kecil.

Pertanyaan Seputar Perbedaan Laktosa dan Sukrosa Pada Susu

1. Apa bedanya laktosa dan sukrosa dalam susu formula? 

Perbedaan laktosa dan sukrosa pada susu terletak pada asal dan karakteristiknya. Laktosa merupakan gula alami yang secara alami terdapat dalam susu, sedangkan sukrosa adalah gula tambahan yang umumnya digunakan sebagai pemanis dalam berbagai produk makanan dan minuman.

2. Mengapa sebaiknya memilih susu tanpa sukrosa tambahan?

Susu tanpa tambahan sukrosa tetap terasa manis karena mengandung laktosa, gula alami dalam susu. Laktosa juga membantu penyerapan kalsium dan mendukung pencernaan Si Kecil.

 


 

Referensi:

1.    Ilesanmi-Oyelere, B. L., & Kruger, M. C. (2020). The Role of Milk Components, Pro-, Pre-, and Synbiotic Foods in Calcium Absorption and Bone Health Maintenance. Frontiers in Nutrition, 7, 578702. https://doi.org/10.3389/fnut.2020.578702 

2.     What’s the difference between sucrose and fructose? - WebMD. Retrieved 7th May 2026, from https://www.webmd.com/diet/whats-the-difference-between-sucrose-and-fructose 

3.     Arshad, S., Rehman, T., Saif, S., Rajoka, M. S. R., Ranjha, M. M. A. N., Hassoun, A., Cropotova, J., Trif, M., Younas, A., & Aadil, R. M. (2022). Replacement of refined sugar by natural sweeteners: focus on potential health benefits. Heliyon, 8(9). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e10711 

4.     Mu, Q., Tavella, V. J., & Luo, X. M. (2018). Role of Lactobacillus reuteri in Human Health and Diseases. Frontiers in Microbiology, 9(757). https://doi.org/10.3389/fmicb.2018.00757

 




Disclaimer

Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

Bagikan : Facebook WhatsApp