Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau oleh: dr. Aulia MD
Waktu Baca: 2 Menit
Kelahiran buah hati adalah momen yang penuh kebahagiaan. Namun, sebagian Moms mungkin merasa cemas saat mengetahui Si Kecil lahir dengan berat badan rendah atau BBLR. Kondisi ini memang membutuhkan perhatian ekstra, tetapi dengan penanganan dan pemantauan yang tepat, tumbuh kembang Si Kecil tetap bisa diupayakan secara optimal.
Oleh karena itu, memahami apa yang menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah dapat menjadi langkah awal yang penting agar Moms lebih siap dalam memberikan perlindungan terbaik sejak dini.
Apa Itu BBLR
BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) adalah kondisi ketika bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram. Berat lahir menjadi salah satu indikator utama kesehatan bayi karena mencerminkan kondisi pertumbuhan selama di dalam kandungan.
Apa Risiko Bayi BBLR?
Bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan berat normal. Mereka lebih rentan mengalami masalah pernapasan, infeksi, hingga gangguan metabolisme. Dalam beberapa kasus, risiko komplikasi bahkan bisa meningkat, terutama jika disertai kelahiran prematur.1
Apa Penyebab Bayi Kurang Berat Badan?
Secara umum, penyebab BBLR adalah kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari kondisi ibu maupun janin.2
1. Kelahiran Prematur
Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu memiliki waktu tumbuh yang lebih singkat di dalam rahim. Hal ini membuat berat badannya belum optimal saat lahir. Riwayat kelahiran prematur sebelumnya juga dapat meningkatkan risiko serupa pada kehamilan berikutnya.
2. Gizi dan Gaya Hidup Ibu
Status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan sangat memengaruhi pertumbuhan janin. Ibu yang memiliki berat badan terlalu rendah sebelum hamil atau kenaikan berat badan yang kurang dari anjuran selama kehamilan berisiko melahirkan bayi BBLR.
Kurangnya asupan protein, zat besi, asam folat, dan kalori selama kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan sehingga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
3. Kondisi Medis
Beberapa kondisi medis seperti preeklamsia, infeksi (misalnya TBC atau sifilis), anemia berat, atau penyakit kronis dapat menghambat aliran nutrisi ke janin.
4. Usia Ibu
Usia ibu yang terlalu muda atau di atas 35 tahun juga dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin.
Dampak Berat Badan Lahir Rendah pada Kesehatan Bayi
Berikut beberapa dampak BBLR pada kesehatan bayi yang perlu Moms ketahui:3
1. Dampak Jangka Pendek
Bayi dengan berat rendah biasanya membutuhkan perawatan intensif di ruang NICU karena rentan mengalami gangguan pernapasan, infeksi paru-paru, hingga kondisi kulit kuning (jaundice). Selain itu, kondisi fisik yang masih lemah membuat mereka sering kesulitan menyusu dan mengalami gangguan kadar gula darah yang perlu dipantau secara ketat.
2. Dampak Jangka Panjang
Risiko kesehatan akibat berat lahir rendah ternyata dapat menetap hingga dewasa, terutama pada fungsi jantung, paru-paru, dan ginjal. Anak juga berisiko mengalami hambatan pada perkembangan saraf dan mental yang dapat memengaruhi perilaku serta kemampuan belajarnya di masa depan.
Baca Juga: Cara Cek Kenaikan Berat Bayi BBLR
Cara Mencegah Bayi Berat Badan Lahir Rendah
Pencegahan BBLR dapat dilakukan melalui intervensi sejak masa sebelum kehamilan hingga selama masa kehamilan. Moms bisa menerapkan langkah berikut:4
1. Konsumsi Suplemen Sesuai Anjuran
Mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat membantu mencegah anemia pada ibu serta mendukung pertumbuhan janin yang optimal.5
2. Pemeriksaan Kehamilan Rutin (ANC)
Kontrol kehamilan secara teratur memungkinkan deteksi dini gangguan pertumbuhan janin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
3. Jaga Berat Badan dan Asupan Gizi
Pastikan kenaikan berat badan sesuai rekomendasi dokter. Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan tambahan kalori yang cukup untuk mendukung perkembangan janin secara maksimal.
4. Hindari rokok dan alkohol
Menghindari rokok dan alkohol selama kehamilan penting dilakukan karena keduanya dapat mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan risiko komplikasi, termasuk bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain itu, Moms juga perlu rutin mengontrol kondisi medis seperti anemia, hipertensi, atau diabetes agar kesehatan ibu dan pertumbuhan janin tetap terpantau dengan baik selama kehamilan.
Pertanyaan Seputar BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah)
1. Apa saja penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah?
Kurang nutrisi ibu, kelahiran prematur, infeksi, atau gangguan plasenta.
2. Faktor apa yang meningkatkan risiko BBLR?
Anemia, hipertensi, merokok, jarak kehamilan dekat, dan kurang ANC.
3. Bagaimana mencegah BBLR selama kehamilan?
Gizi seimbang, rutin periksa kehamilan, cukup istirahat, dan hindari rokok serta alkohol.
Referensi:
- WHO. Low Birth Weight. World Health Organization (WHO). https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/low-birth-weight
- Ruan, X., et al. (2025). The impact of maternal health and lifestyle on low birth weight: a prospective cohort study. Italian journal of pediatrics, 51(1), 217. https://doi.org/10.1186/s13052-025-02080-x
- Arham, M., & Wróblewska-Seniuk, K. (2025). Short- and Long-Term Consequences of Late-Preterm and Early-Term Birth. Children, 12(7), 907. https://doi.org/10.3390/children12070907
- Aga, M. A., & Woldeamanuel, B. T. (2025). Nutritional and prenatal care factors associated with low birth weight among full-term infants in public hospitals of Addis Ababa, Ethiopia. BMJ Paediatrics Open. https://bmjpaedsopen.bmj.com/content/9/1/e003732
- WHO. (2024). Daily iron and folic acid supplementation during pregnancy. World Health Organization (WHO). https://www.who.int/tools/elena/interventions/daily-iron-pregnancy
Artikel Terkait