Parenting Corner

Panduan Lengkap untuk Moms tentang Kebutuhan ASI

09 March 2026

Kebutuhan bayi baru lahir

Article reviewed by: dr. Aulia Mustamir

Momen awal bersama Si Kecil adalah masa yang penuh kehangatan. Di masa ini, tubuh Moms juga akan mulai menjalani peran istimewanya memproduksi ASI sebagai sumber nutrisi utama bagi buah hati. Saat mulai menyusui, wajar jika muncul pertanyaan seperti ini:

“Apakah ASI-ku sudah cukup?” 

Supaya lebih tenang dan siap mendampingi Si Kecil, yuk pelajari kebutuhan ASI bayi baru lahir berikut:

Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir

Ukuran lambung Si Kecil yang masih sangat kecil membuatnya hanya bisa menyusu dalam jumlah sedikit, tetapi perlu dilakukan sering. Frekuensi menyusui umumnya bisa mencapai 8–12 kali dalam 24 jam, atau sekitar setiap 2–3 jam sekali. 

Tidak perlu terpaku pada angka, ya. Setiap bayi punya ritmenya sendiri. Moms bisa memperhatikan tanda-tanda lapar, seperti menghisap tangan, menjulurkan lidah, serta tanda kenyang misalnya ketika Si Kecil menjauh dari payudara.

Manfaat ASI Ekslusif untuk Si Kecil

Selama enam bulan pertama, ASI eksklusif sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi Si Kecil. Tidak perlu tambahan makanan atau minuman lain, karena ASI menyediakan segala yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan optimal, perkembangan otak, serta kesehatan saluran cerna bayi.

Selain nutrisi, menyusui juga mempererat ikatan emosional antara Moms dan Si Kecil lewat kontak kulit ke kulit. Hormon oksitosin yang dilepaskan selama menyusui membantu Moms merasa lebih tenang dan bahagia, sehingga memberikan manfaat positif bagi keduanya.

Masalah Umum yang Sering Dihadapi Saat Menyusui

Di minggu-minggu pertama, Moms akan melalui banyak proses penyesuaian. Berikut beberapa hal yang sering terjadi saat awal menyusui:

1. ASI Sedikit, Apakah Bayi Kenyang?

Kebutuhan ASI bayi baru lahir memang sangat kecil karena lambungnya masih sangat mungil. Jadi, meskipun ASI terlihat sedikit, itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Namun, Moms perlu memperhatikan jika minum ASI berat badan bayi turun secara terus-menerus. Kondisi ini bisa menjadi tanda bayi dehidrasi.

2. Puting Lecet

Puting lecet umumnya disebabkan oleh perlekatan yang belum tepat. Saat mulut bayi tidak menempel dengan benar pada payudara, gesekan berulang bisa menyebabkan luka, nyeri, bahkan berdarah.

Cara Memberikan ASI yang Tepat untuk Bayi Baru Lahir

Kunci keberhasilan menyusui terletak pada posisi dan perlekatan yang tepat. Berikut beberapa hal yang bisa Moms coba:

  • Pastikan tubuh Moms dalam posisi nyaman, bisa gunakan bantal sebagai penyangga
  • Posisikan kepala dan badan Si Kecil sejajar
  • Dekatkan Si Kecil ke arah payudara, bukan payudara ke arah bayi
  • Letakkan hidung Si Kecil sejajar dengan puting agar ia membuka mulut lebar
  • Hindari memegang kepala Si Kecil terlalu kencang, biarkan ia bisa sedikit menengadah agar menyusu lebih mudah

Kalau Si Kecil belum bisa menyusu langsung, misalnya karena lahir prematur, sedang sakit, atau Moms masih dalam masa pemulihan, ASI tetap bisa diberikan melalui cara lain. Moms bisa memerah ASI terlebih dahulu, lalu memberikannya menggunakan sendok, spuit (syringe), atau metode cup feeding supaya Si Kecil tetap bisa mendapatkan manfaat ASI.

Baca Juga: BAB Normal Bayi 0-1 Bulan 

Tips Menjaga Produksi ASI Tetap Lancar

Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh seberapa sering Moms menyusui dan bagaimana kondisi fisik serta emosional Moms sehari-hari. Berikut beberapa tips yang bisa Moms terapkan agar produksi ASI tetap lancar:

1. Susui Si Kecil Sesering Mungkin

Tidak perlu menunggu sampai bayi menangis. Semakin sering ASI dikeluarkan, semakin banyak tubuh akan memproduksinya. 

2. Perhatikan Perlekatan saat Menyusui

Pastikan mulut bayi menempel dengan benar agar puting tidak lecet.

3. Cukup Istirahat dan Kelola Stres

Tubuh yang kelelahan atau stres bisa membuat produksi ASI menurun.

4. Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Cairan

Konsumsi makanan bergizi seimbang dan minum cukup air setiap hari. ASI berasal dari tubuh Moms, jadi asupan harian sangat berpengaruh.

5. Lakukan Skin-to-Skin Contact

Sentuhan langsung antara Moms dan Si Kecil dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, yaitu dua hormon penting dalam produksi ASI.

Tips Memompa dan Menyimpan ASI untuk Moms yang Bekerja

Saat Moms mulai kembali bekerja, menyusui tetap bisa berlanjut dengan bantuan ASI perah. Berikut beberapa tips agar proses memompa dan menyimpan ASI berjalan lancar: 

1. Waktu dan Frekuensi Memompa ASI

  • Pompa ASI setiap 2–3 jam sekali atau setidaknya 3–4 kali saat Moms berada di kantor.
  • Pilih waktu memompa yang tenang dan nyaman agar hormon oksitosin bekerja maksimal.

2. Cara Menyimpan ASI Perah

  • Gunakan wadah bersih dan tertutup rapat (seperti botol kaca atau kantong khusus ASI).
  • Beri label tanggal dan jam saat diperah.
  • Simpan ASI perah di tempat yang sesuai:
    • Suhu ruang (maksimal 4 jam)
    • Lemari pendingin (maksimal 4 hari)
    • Freezer (hingga 6 bulan)

3. Cara Memberikan ASI Perah

  • Hangatkan ASI perah dengan cara merendam wadah di air hangat. Jangan panaskan langsung di atas kompor atau microwave karena bisa merusak kandungan gizi ASI.
  • Hindari penggunaan botol jika memungkinkan. Gunakan sendok, spuit, atau cup feeding agar Si Kecil tidak bingung puting.

Nah, itulah panduan tentang kebutuhan ASI bayi baru lahir. Jika Moms ingin terus mendapatkan informasi lengkap, tips praktis, serta dukungan dari para ahli dan komunitas sesama ibu, yuk gabung di Lactoclub Community.


Source:

1 Cleveland Clinic. (2020). Feeding baby information & more | cleveland clinic. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9693-feeding-your-baby-the-first-year

2 NHS. (2022, December 16). Breastfeeding: Positioning and attachment. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/positioning-and-attachment/ ‌

3 Australia, H. (2021, January 11). Increasing your breast milk supply. Www.pregnancybirthbaby.org.au. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/increasing-your-breast-milk-supply

‌4 CDC. (2024, May 17). Breast Milk Storage and Preparation. Breastfeeding. https://www.cdc.gov/breastfeeding/breast-milk-preparation-and-storage/handling-breastmilk.html




Bagikan : Facebook WhatsApp