Parenting Corner

Gangguan Kognitif pada Anak yang Disebabkan Kurangnya Nutrisi

26 April 2024

Gangguan Kognitif pada Anak yang Disebabkan Kurangnya Nutrisi

Salah satu hal yang perlu Moms antisipasi dalam tahap perkembangan Si Kecil adalah terkait kemampuan kognitif atau yang berkaitan dengan kecerdasan. Sebab tidak menutup kemungkinan Si Kecil mengalami  gangguan kognitif pada anak, di mana terjadi gangguan dalam proses berpikir, membentuk pemahaman, mengingat informasi, dan menyelesaikan tugas. Lalu, apa saja ciri-ciri gangguan kognitif anak dan cara pencegahannya? Yuk, Moms simak ulasan berikut ini!

Gejala atau Ciri Gangguan Kognitif pada Anak

Beberapa gejala anak yang mengalami gangguan kognitif antara lain kesulitan dalam berbicara, menangkap dan memahami informasi, serta kesulitan mempelajari hal baru. Selain itu, anak yang mengalami gangguan kognitif juga cenderung mudah mengalami kecemasan, gangguan tidur, hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial dengan teman sebayanya. 

Penyebab Gangguan Kognitif pada Anak

Gangguan kognitif pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, paparan obat saat Moms hamil, cedera otak, riwayat lahir prematur, malnutrisi, dan juga tindak kekerasan pada anak.2

Selanjutnya, akan dijelaskan lebih detail mengenai faktor-faktor yang memengaruhi gangguan kognitif pada perkembangan anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi (malnutrisi). Jenis gangguan kognitif pada anak yang terkait dengan kekurangan nutrisi meliputi kesulitan dalam memproses informasi, mengeksekusi tugas dengan efektif, dan gangguan dalam fungsi memori. 

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa malnutrisi pada anak dapat menyebabkan penurunan kemampuan motorik, adaptif, kemampuan bahasa, dan sosial. Malnutrisi juga dikaitkan dengan kesulitan mengingat dan koordinasi visual motorik, hingga penurunan angka atau skor IQ (tingkat kecerdasan intelektual). 

Baca Juga: Nutrisi Perkembangan Kognitif Anak

Nutrisi untuk Mencegah Gangguan Kognitif pada Anak

Nutrisi yang lengkap dan seimbang, meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, air, berpengaruh pada perkembangan kognitif Si Kecil. Semua nutrisi tersebut saling melengkapi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara keseluruhan sehingga mencegah terjadinya malnutrisi. 

Adapun nutrisi yang berpengaruh pada perkembangan otak atau kognitif anak adalah sebagai berikut: 

  • Protein

Asupan protein yang cukup berperan penting pada kemampuan kognitif, mood, dan kesehatan mental anak. Sumber makanan kaya protein diantaranya adalah daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. 

  • Asam lemak omega-3

Asupan makanan dengan kandungan DHA (docosahexaenoic acid) yang termasuk omega-3 berdampak pada sistem neurotransmitter dan fungsi otak.  Beberapa jenis makanan kaya omega-3 diantaranya ikan makarel, salmon, tiram, walnut, dan minyak ikan.   

  • Vitamin B kompleks

Asupan vitamin B6, B9 dan B12 yang cukup secara signifikan berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, kemampuan verbal, konsentrasi, dan daya ingat.  Sumber makanan dengan kandungan vitamin B9 dan B12 diantaranya, daging sapi atau ayam, telur, ati sapi atau ayam, dan seafood. 

  • Zink

Kekurangan makanan dengan kandungan zink dapat menyebabkan menurunnya fungsi neuropsikologi, perkembangan motorik, dan kemampuan kognitif anak. 

Beberapa makanan dengan kandungan zink yang bisa Moms berikan untuk Si Kecil diantaranya daging sapi, oatmeal, keju, yoghurt, dan beberapa produk sereal atau susu yang difortifikasi.   

  • Zat besi 

Mineral lain yang juga mendukung perkembangan fungsi kognitif Si Kecil adalah zat besi. Kekurangan zat besi selama masa tumbuh kembang anak dikaitkan dengan fungsi kognitif yang rendah, gangguan memori, dan kurang konsentrasi. 

Beberapa makanan dan minuman dengan kandungan zat besi bisa didapatkan dari daging sapi, hati ayam dan sapi, bayam, brokoli dan juga produk makanan dan susu yang difortifikasi. 

Itu tadi bahasan mengenai gangguan kognitif pada anak yang perlu Moms ketahui. Penting bagi Moms memberikan menu bernutrisi cukup dan seimbang dan ditambah asupan susu untuk bantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. Tidak lupa, selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang gangguan kognitif pada anak dan terapi yang tepat untuk diberikan. 

Moms bisa memberikan susu pertumbuhan, seperti susu LACTOGROW 3 untuk anak usia 1–3 tahun atau LACTOGROW 4 untuk usia 4–5 tahun. 

LACTOGROW 3 dengan Activgro, merupakan satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung Lactobacillus Reuteri dan diperkaya dengan Omega 3 & 6, Inulin, 13 vitamin dan 7 mineral yang dapat mendukung pencernaan, bantu akal cerdas, dan tubuh aktif.




Bagikan : Facebook WhatsApp