Parenting Corner

Mengenal Gangguan Pemusatan Perhatian pada Anak

04 April 2024

Mengenal Gangguan Pemusatan Perhatian pada Anak

Gangguan pemusatan perhatian atau yang biasa disebut dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi neurologis yang mempengaruhi kemampuan anak untuk memusatkan perhatian, mengendalikan impuls, dan mengelola aktivitas dengan baik. Gangguan pemusatan perhatianadalah gangguan neurologis yang umum pada anak-anak. Mereka seringkali terlihat hiperaktif dan impulsif, sehingga sulit untuk ditenangkan dan berperilaku sesuai dengan situasi yang ada. Gangguan pemusatan perhatian dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan anak, termasuk di rumah, di sekolah, dan dalam hubungan sosial. 

Yuk, Moms, kenali lebih jauh tentang gangguan pemusatan perhatian pada anak mulai dari jenis-jenisnya, penyebab adanya gangguan pemusatan perhatian pada anak, sampai penanganan yang dapat dilakukan untuk membantu anak dengan gangguan pemusatan perhatian. 

Penyebab Terjadinya Gangguan Pemusatan Perhatian Pada Anak

Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan pemusatan perhatian belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor dapat mempengaruhi timbulnya gangguan ini:

  • Faktor genetik: Gangguan pemusatan perhatian cenderung memiliki faktor keturunan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki gangguan pemusatan perhatian, anak memiliki risikoo lebih tinggi untuk mengalami gangguan ini.
  • Ketidakseimbangan neurotransmiter: Neurotransmitter adalah senyawa kimia yang berfungsi mendukung pengiriman sinyal saraf di tubuh terutama otak. Gangguan pemusatan perhatian dikaitkan dengan ketidakseimbangan neurotransmiter di otak, terutama dopamin dan norepinefrin. Ketidakseimbangan ini mempengaruhi kemampuan otak dalam memproses informasi dan mengontrol impuls.

Faktor lingkungan: Paparan terhadap zat-zat berbahaya seperti merkuri atau asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko anak mengalami gangguan pemusatan perhatian. Faktor ini juga dapat berhubungan dengan pola asuh yang tidak konsisten atau penuh dengan stres.

Jenis-jenis Gangguan Pemusatan Perhatian Pada Anak

Dalam klasifikasi gangguan pemusatan perhatian, setidaknya terdapat tiga jenis utama yang dapat terjadi pada anak:

  • Gangguan pemusatan perhatian tipe tidak terfokus (inattentive): Anak dengan gangguan pemusatan perhatian tipe ini cenderung memiliki perhatian yang mudah teralih dan sulit memusatkan perhatian pada tugas atau aktivitas tertentu. Mereka sering terlihat lalai, sering kehilangan benda-benda penting, atau sulit mengikuti petunjuk.
  • Gangguan pemusatan perhatian tipe hiperaktif-impulsif: Anak dengan gangguan pemusatan perhatian tipe ini cenderung menjadi sangat hiperaktif dan impulsif. Mereka sulit untuk ditenangkan, sering bergerak terlalu banyak, dan sulit menunggu giliran. Anak dengan gangguan pemusatan perhatian tipe ini mungkin juga menjadi impulsif dalam mengambil keputusan dan bereaksi tanpa berpikir terlebih dahulu.
  • Gangguan pemusatan perhatian tipe campuran: Anak dengan gangguan pemusatan perhatian tipe campuran memiliki gejala dan karakteristik yang mencakup kedua tipe sebelumnya. Mereka mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsif secara bersamaan.

Baca Juga: Dukung Anak Miliki Pencernaan Sehat dan Akal Cerdas Anak

Penanganan Gangguan Pemusatan Perhatian Pada Anak

Penanganan gangguan pemusatan perhatian pada anak biasanya melibatkan pendekatan yang holistik dan terdiri dari berbagai langkah. Berikut adalah langkah yang bisa Moms lakukan:

Berikan dukungan psikososial

Dukungan dari keluarga, teman sebaya, dan komunitas sangat penting bagi anak dengan gangguan pemusatan perhatian. Mendukung anak dengan memberikan pengertian dan cinta, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang dibutuhkan mereka, akan berdampak positif pada perkembangan mereka.

Terapi perilaku

Terapi perilaku merupakan pendekatan yang direkomendasikan untuk anak dengan gangguan pemusatan perhatian. Terapi ini bertujuan untuk memodifikasi perilaku anak dengan memberikan penguatan positif yang konsisten, memberikan arahan dan ekspektasi yang jelas, serta mengajarkan strategi pengelolaan diri.

Terapi pendidikan

Anak yang memiliki gangguan pemusatan perhatian seringkali membutuhkan dukungan tambahan dalam konteks pendidikan. Terapi pendidikan melibatkan modifikasi lingkungan belajar, dukungan dalam memahami dan mengikuti aturan sekolah, serta pemberian strategi pengelolaan diri.

Gangguan pemusatan perhatian adalah kondisi neurologis yang memerlukan peran aktif dari Moms, keluarga, serta lingkungan sekitar untuk dapat membantu anak dengan gangguan pemusatan perhatian sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan sukses.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa pendekatan penanganan gangguan pemusatan perhatian harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap anak. Oleh karena itu, konsultasikan dengan profesional kesehatan mental untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat.

Demikianlah penjelasan tentang gangguan pemusatan perhatian yang perlu Moms pahami. Jangan lupa, pastikan Moms memberi makanan dan minuman sehat bergizi untuk Si Kecil. Bila perlu Moms bisa memberikan susu pertumbuhan, seperti susu LACTOGROW 3 untuk anak usia 1–3 tahun atau LACTOGROW 4 untuk usia 4–5 tahun.    

LACTOGROW 3 Activgro, merupakan satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus Reuteri yang diperkaya dengan Omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral yang dapat mendukung pencernaan baik, bantu akal cerdas, dan tubuh aktif.




Bagikan : Facebook WhatsApp