Ditulis Oleh: Tim Penulis
Ditinjau oleh: dr. Aulia MD
Waktu Baca: 2 Menit
Moms tentu ingin memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang Si Kecil. Salah satu keputusan penting yang sering dianggap sepele adalah memilih susu yang tidak mengandung gula tambahan.
Di masa pertumbuhan, anak membutuhkan nutrisi berkualitas untuk mendukung perkembangan otak, tulang, serta sistem imun. Namun, kebutuhan tersebut tidak memerlukan tambahan rasa manis berlebih.
Sayangnya, gula tambahan pada susu masih sering ditemukan dalam berbagai produk anak. Padahal, kebiasaan mengonsumsi rasa manis sejak dini dapat membentuk preferensi makan yang kurang sehat di kemudian hari.
Mengapa Moms Perlu Memilih Susu Tanpa Gula Tabahan untuk Anak?
Secara alami, susu sudah mengandung laktosa, yaitu gula alami yang memang terdapat dalam susu. Tubuh anak mampu memproses laktosa sebagai sumber energi. Namun, tambahan sukrosa, sirup jagung, atau pemanis lain sebenarnya tidak dibutuhkan.
Menurut rekomendasi dari World Health Organization (WHO), asupan gula tambahan sebaiknya dibatasi kurang dari 10% total kebutuhan energi harian, bahkan lebih baik jika kurang dari 5% untuk manfaat kesehatan tambahan.1
Dampak Gula Berlebih pada Anak
Asupan gula yang berlebihan bisa memengaruhi berbagai aspek kesehatan anak:
1. Meningkatkan Risiko Berat Badan Berlebih
Gula tambahan menyumbang kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Studi menunjukkan konsumsi gula tambahan berkorelasi dengan peningkatan risiko overweight dan obesitas pada anak.2
2. Mengganggu Kesehatan Gigi Sejak Dini
Paparan gula yang sering meningkatkan risiko karies gigi pada anak.3
3. Membentuk Kebiasaan Konsumsi Manis
Preferensi rasa terbentuk sejak dini. Jika anak terbiasa dengan rasa manis intens, ia cenderung lebih sulit menerima makanan alami.4
4. Berpotensi Mengganggu Keseimbangan Nutrisi
Jika terlalu banyak ruang diisi oleh makanan atau minuman manis, asupan protein, serat, vitamin, dan mineral bisa terabaikan.5
Dampak Positif Susu Tidak Mengandung Gula Tambahan
Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan jika Moms memberikan susu tanpa gula untuk Si Kecil:
1. Mendukung Pola Makan Seimbang
Energi diperoleh dari nutrisi utama seperti protein, lemak sehat, dan karbohidrat alami, bukan dari tambahan gula.
2. Membantu Anak Mengenal Rasa Alami
Anak belajar menikmati rasa asli makanan tanpa ketergantungan pada manis berlebih.
3. Menjaga Kesehatan Gigi
Minimnya paparan gula membantu menurunkan risiko gigi berlubang.
4. Energi Lebih Stabil
Tanpa lonjakan gula darah, energi anak lebih konsisten untuk belajar dan bermain.
Baca Juga: Cara Memilih Susu Anak Usia 1-3 Tahun
Cara Memilih Susu Tanpa Gula Tambahan yang Tepat
Agar manfaatnya benar-benar optimal untuk tumbuh kembang Si Kecil, Moms perlu lebih teliti dan cermat dalam membaca informasi pada kemasan. Berikut panduan lengkap yang bisa menjadi pegangan:
1. Perhatikan Label Komposisi dengan Saksama
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah membaca daftar bahan atau komposisi. Banyak produk mencantumkan klaim “tanpa tambahan gula”, tetapi tetap mengandung pemanis dalam bentuk lain.
Selain itu, Moms juga bisa melihat informasi “Total Sugar” dan “Added Sugar” pada tabel nilai gizi. Idealnya, pilih produk yang tidak mencantumkan gula tambahan, sehingga Si Kecil hanya mendapatkan gula alami dari laktosa susu.
2. Pastikan Kandungan Gizinya Lengkap dan Sesuai Kebutuhan
Memilih susu bukan hanya soal menghindari rasa manis, tetapi juga memastikan nutrisinya benar-benar mendukung pertumbuhan anak.
Susu tanpa gula tambahan memungkinkan anak memperoleh energi dari nutrisi esensial tersebut, bukan kalori kosong dari gula tambahan.
3. Sesuaikan dengan Tahap Usia Anak
Kebutuhan nutrisi anak berubah seiring pertambahan usia. Formula yang tepat membantu memenuhi kebutuhan gizi tanpa berlebihan atau kekurangan zat tertentu.
Pertanyaan Seputar Susu yang Tidak Mengandung Gula
1. Bagaimana memilih susu yang benar-benar tanpa gula tambahan?
Periksa label komposisi. Pilih susu dengan keterangan “tanpa tambahan gula” atau “no added sugar” dan pastikan tidak tercantum sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, atau maltodekstrin.
2. Apa saja manfaat susu tanpa gula bagi kesehatan?
Membantu menjaga kadar gula darah, mengurangi risiko gigi berlubang dan obesitas, serta tetap menyediakan protein, kalsium, dan vitamin penting.
3. Kapan susu tanpa gula lebih dianjurkan?
Untuk anak di atas 1 tahun (jika terdapat kondisi di mana ASI tidak bisa diberikan), orang dengan riwayat diabetes, ibu hamil, atau siapa pun yang ingin membatasi asupan gula harian.
Referensi:
- World Health Organization. (2015, March 4). WHO calls on countries to reduce sugars intake among adults and children. WHO. https://www.who.int/news/item/04-03-2015-who-calls-on-countries-to-reduce-sugars-intake-among-adults-and-children
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024, January 5). Get the facts: Added sugars. https://www.cdc.gov/nutrition/php/data-research/added-sugars.html
- World Health Organization. (2025, August 14). Sugars and dental caries. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sugars-and-dental-caries
- Baghlaf, K., Muirhead, V., & Pine, C. (2020). Relationships between children's sugar consumption at home and their food choices and consumption at school lunch. Public health nutrition, 23(16), 2941–2949. https://doi.org/10.1017/S1368980019003458
- Emmett, P. M., & Taylor, C. M. (2024). The Contribution of Free Sugars to Energy Intake in Mid to Late Childhood: Comparisons Between Nutrient and Food Group Intakes and Antecedents of Diets High and Low in Free Sugars. Nutrients, 16(23), 4192. https://doi.org/10.3390/nu16234192
Artikel Terkait