Parenting Corner

Demam Naik Turun dan Susah BAB pada Anak: Penyebab & Solusinya

29 May 2026

cara mengatasi anak susah bab

Wactu Baca: 3 menit

Moms, saat anak demam naik turun dan susah BAB, wajar jika Moms merasa khawatir. Namun, perlu dipahami bahwa sembelit sebenarnya tidak menyebabkan demam secara langsung. Kedua keluhan ini bisa muncul bersamaan karena adanya kondisi lain yang mendasari, misalnya infeksi saluran cerna, infeksi virus, atau infeksi bakteri yang membuat suhu tubuh anak meningkat.

Di sisi lain, saat anak sedang sakit dan demam, kebiasaannya juga bisa ikut berubah. Si Kecil mungkin jadi makan lebih sedikit, kurang minum, lebih banyak berbaring, atau tidak seaktif biasanya. Perubahan inilah yang dapat membuat feses menjadi lebih keras dan akhirnya memicu sembelit.

Melansir dari Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Secara umum, anak dikatakan mengalami sembelit jika BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. 1 Selain itu, feses yang keluar pun kering dan keras. Berbagai hal ditengarai menjadi penyebabnya, terutama dari segi asupan makanan yang kurang baik seperti kurang asupan cairan, kurang serat, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang diproses, susu, maupun mengonsumsi manis. Perubahan pola makan juga dapat mempengaruhi kondisi feses si Kecil.

Di luar pola makanan, menahan BAB, rasa takut akan perasaan tidak nyaman, serta perubahan kebiasaan juga bisa menjadi penyebab anak susah BAB. Penyebab lainnya, kekurangan aktivitas fisik, penyakit, pengobatan, serta kondisi fisik yang menyebabkan 

Gejala Anak Susah BAB

Di luar berkurangnya frekuensi BAB serta tekstur feses yang kering dan keras, anak susah BAB juga biasanya merasakan sakit ketika BAB serta perut yang sakit. Selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penanda terjadinya komplikasi atau kondisi tertentu pada tubuh si Kecil. Gejala-gejala yang mesti diwaspadai antara lain:

  • Demam
  • Tidak mau makan
  • Darah pada feses
  • Perut bengkak atau mengeras
  • Berat badan menurun
  • Rasa sakit ketika BAB
  • Sebagian usus keluar dari anus (prolaps rektum)
     

Jika itu terjadi dan/atau berlangsung selama lebih dari dua minggu, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dengan lebih jelas mengenai apa yang terjadi. Di luar itu, kondisi anak susah BAB ini biasanya tidak serius dan dapat hilang dengan penanganan yang tepat di rumah.

Cara Mengatasi Anak yang Susah BAB

Dalam kondisi sembelit atau anak susah BAB tanpa penyebab lain, ada beberapa cara mengatasi anak susah BAB di rumah, antara lain:

  • Memastikan anak mendapatkan cukup cairan setiap hari 2
  • Memberikan buah atau jus seperti apel dan pir dalam jumlah wajar 3
  • Memperbanyak asupan serat dari makanan
  • Membiasakan anak memiliki rutinitas ke toilet
  • Merendam anak dengan air hangat untuk membantu relaksasi 4
  • Menggunakan obat pencahar sesuai anjuran dokter 5
     

Cara Membangun Rutinitas Toilet Training

Menghadapi demam naik turun dan susah BAB memang mengkhawatirkan. Selain mencukupi kebutuhan cairannya, Moms bisa mencegah susah BAB dengan mengajari Si Kecil toilet training. Tak cuma mencegah BAB tidak lancar, toilet training dapat membantu Si Kecil mengontrol kandung kemih/BAB serta membangun kemandirian dalam mengurus kebutuhan dasarnya sendiri

Toilet training ditujukan untuk Si Kecil yang berusia 18 bulan hingga tahun yang sudah bisa duduk atau jongkok dengan tenang. Caranya adalah meminta mereka duduk sekitar 3-5 menit di toilet, 15 menit selepas makan pagi atau siang. Tak perlu khawatir jika Si Kecil tidak bisa langsung BAB. Fokuslah membangun kebiasaan agar prosesnya terasa alami. Jangan lupa ciptakan suasana yang menyenangkan ya, Moms! Perasaan tenang dapat membantu otot-otot pencernaan bekerja maksimal untuk mengeluarkan feses yang keras.

Baca Juga: Cara Mengatasi Perut Kencang pada Anak

Asupan Nutrisi untuk Atasi Demam Naik Turun dan Susah BAB pada Anak

Ketika susah BAB membuat anak panas dan sembelit, Moms perlu mewaspadai gejala infeksi saluran cerna.  Untuk membantu melunakkan fesesnya, Moms dapat memberikan asupan serat yang tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, hingga roti gandum atau sereal utuh. Konsumsi pepaya, misalnya, dapat menjadi cara alami melawan dan membantu mengurangi konstipasi kronis. 

Asupan nutrisi yang baik juga tidak bisa lepas dari kebutuhan si Kecil saat susah BAB. Terlebih beberapa nutrisi dapat dikonsumsi untuk membantu mencegah maupun mengurangi terjadinya kondisi sembelit. Contohnya adalah prebiotik dan probiotik. Konsumsi prebiotik seperti serat pangan inulin ketika sembelit menurut penelitian dapat meredakan gejala sembelit dan memperbaiki tekstur feses.[4] Sementara probiotik seperti L. reuteri memberi dampak positif pada frekuensi BAB anak-anak yang menderita sembelit.

Selain membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, kombinasi keduanya juga membantu memperkuat daya tahan tubuh. Lactobacillus reuteriL. reuteri (bakteri baik) dan prebiotik (makanan bakteri baik) diperlukan untuk melawan bakteri jahat dan mencegah infeksi. 

Gabungan probiotik dan prebiotik juga terbukti secara signifikan memperbaiki pergerakan usus anak. Untuk kondisi demam, meski tambahan prebiotik tidak menurunkan seberapa sering anak terkena demam, uji klinis menunjukkan bahwa pemberian campuran probiotik mampu mempersingkat durasi demam akibat infeksi.

Memastikan asupan ini merupakan langkah penanganan yang terbukti efektif dan aman tanpa meningkatkan risiko efek samping. Dengan pencernaan yang sehat, daya tahan tubuh Si Kecil akan lebih kuat dalam melawan kuman penyebab infeksi, termasuk ketika anak panas dan sembelit.

Untuk itu, Moms bisa memberikan susu yang mengandung probiotik dan prebiotik. Selain dapat mengurangi gejala sembelit ketika sudah terjadi, kandungan nutrisi tersebut juga baik untuk kesehatan sistem pencernaan secara khusus, dan kesehatan tubuh secara umum.

Selain serat pangan inulin dan L. reuteri, LACTOGROW 3 juga mengandung 13 vitamin & 7 mineral yang merupakan sumber zat besi & tinggi vitamin C, tinggi kalsium maupun vitamin D, sumber protein, serta minyak ikan dan omega 3 & 6.

LACTOGROW 3 untuk anak berusia 1-3 tahun tersedia dalam rasa Original (350-750 gram), Madu (180 gram-1 kg), dan Vanilla (350 gram-1 kg).
Jadi, untuk mencegah anak mengalami demam naik turun dan susah BAB, sebaiknya atur asupan nutrisinya Moms!

Pertanyaan Seputar Demam Naik Turun dan Susah BAB

1.    Mengapa demam disertai susah BAB pada anak? 

Sembelit tidak menyebabkan demam secara langsung, namun keduanya sering muncul bersamaan akibat kondisi medis seperti infeksi saluran cerna, virus, atau bakteri. Selain itu, saat anak demam, berkurangnya asupan cairan dan makanan dapat membuat tekstur feses menjadi keras sehingga memicu susah BAB.

2.    Apakah demam dan sembelit tanda infeksi pencernaan anak?

Kombinasi demam dan sembelit sering kali disebabkan oleh infeksi pencernaan yang diakibatkan oleh virus atau bakteri. Dalam hal ini, kondisi demam merupakan cara tubuh merespons bakteri atau virus. Moms bisa mendukung Si Kecil melawan penyakit dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup.
 


Sources

  1. Can constipation cause a fever? - Medical News Today. Retrieved on May 2nd 2026 from  https://www.medicalnewstoday.com/articles/can-constipation-cause-a-fever 
  2. Pengaruh Toilet Training pada Kemandirian Anak - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemkes. Retrieved on May 2nd 2026 from  https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2529/pengaruh-toilet-training-pada-kemandirian-anak 
  3. Sembelit (Konstipasi) pada Anak - IDAI. Retrieved on May 2nd 2026 from  https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sembelit-konstipasi-pada-anak 
  4. Constipation in children - Symptoms and causes. Mayo Clinic. Retrieved on May 2nd 2026 from  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242 
  5. Papaya vs Banana: Which Is Better for Digestion? - Continental hospitals. Retrieved on May 2nd 2026 from  https://continentalhospitals.com/blog/papaya-vs-banana-which-is-better-for-digestion/ 
  6. Probiotics: What is it, benefits, side effects, food & types. Cleveland Clinic. Retrieved on May 2nd 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics 
  7. García-Contreras, A. A., Vásquez-Garibay, E. M., & Godínez-Méndez, L. A. (2023). Probiotics, Prebiotics, and Synbiotics on Constipation in Children with Cerebral Palsy. IntechOpen EBooks. https://doi.org/10.5772/intechopen.1002952 
  8. van Stuijvenberg, M., Eisses, A. M., Grüber, C., Mosca, F., Arslanoglu, S., Chirico, G., Braegger, C. P., Riedler, J., Boehm, G., & Sauer, P. J. J. (2011). Do prebiotics reduce the number of fever episodes in healthy children in their first year of life: a randomised controlled trial. British Journal of Nutrition, 106(11), 1740–1748. https://doi.org/10.1017/s0007114511004053 
  9. Probiotic Mixture Could Reduce Fever Duration in Children with URTIs. European Medical Journal; EMJ. Retrieved on May 2nd 2026 from https://www.emjreviews.com/general-healthcare/news/probiotic-mixture-could-reduce-fever-duration-in-children-with-urtis/ 



Disclaimer

Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.

Bagikan : Facebook WhatsApp