Waktu Baca: 3 menit
Moms tentu sering atau pernah mendengar bahwa probiotik untuk anak salah satu manfaatnya adalah untuk menjaga kesehatan pencernaan anak supaya sehat dan tumbuh kembangnya optimal.
Sebenarnya, kenapa ya diperlukan saluran cerna yang sehat supaya tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan baik? Yuk, cari tahu melalui penjelasan singkat di bawah ini beberapa alasan mengapa saluran cerna yang sehat penting bagi tumbuh kembang anak.
4 Alasan Menjaga Kesehatan Pencernaan Penting Bagi Tumbuh Kembang Anak
1. Saluran cerna merupakan salah satu pusat sistem imun terbesar dalam tubuh. Sekitar 70–80% sel imun berada di jaringan limfoid usus (gut-associated lymphoid tissue/GALT), yang berperan penting dalam membantu melindungi tubuh dari berbagai infeksi.
2. Saluran cerna berperan sebagai salah satu lini pertahanan pertama tubuh terhadap mikroorganisme patogen. Selain itu, saluran cerna juga membantu mengatur respons imun, termasuk dalam membangun toleransi terhadap zat tertentu seperti alergen.
3. Terdapat hubungan antara saluran cerna dan otak yang dikenal sebagai gut-brain axis, yaitu komunikasi dua arah melalui jalur saraf, hormon, dan sistem imun. Misalnya, saat anak merasa cemas, dapat timbul keluhan seperti perut tidak nyaman. Sebaliknya, ketidakseimbangan mikrobiota usus juga diketahui berkaitan dengan perubahan suasana hati.
4. Proses penyerapan nutrisi terjadi di saluran cerna. Jika fungsi saluran cerna terganggu, penyerapan nutrisi juga dapat terpengaruh. Padahal, anak membutuhkan asupan nutrisi yang optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Baca Juga: Susu Pertumbuhan untuk Pencernaan Anak
Hubungan Kesehatan Pencernaan Anak dengan Sistem Imun
Moms, menjaga imun lewat usus merupakan salah satu kunci utama menjaga daya tahan tubuh Si Kecil. Di dalam usus, terdapat triliunan bakteri baik yang membantu mencerna makanan hingga melawan kuman jahat. Bakteri baik tersebut bekerja dengan cara menekan pertumbuhan bakteri merugikan, melindungi lapisan usus, serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh anak.
Hal yang perlu menjadi catatan: kesehatan mikroorganisme juga tergantung pada gaya hidup dan kondisi tubuh. Kinerja bakteri baik dipengaruhi diet, eksposur bahan kimia, penyakit, hingga kebiasaan buang air besar.
Di sisi lain, cara kerja usus anak melalui gut-brain axis yang dijelaskan di atas juga memengaruhi kesehatan pencernaan. Mekanisme gut-brain axis di organ-organ pencernaan bekerja lewat sistem saraf sendiri (enteric nervous system/ENS). “Otak” kedua ini bertugas mengumpulkan informasi, termasuk kesehatan perut.
Saat saraf vagus mendeteksi bahwa ENS merasa nyaman, bakteri baik di usus memproduksi zat kimia (serotonin) dan dipompa melalui saraf vagus untuk meluncur ke otak. Akhirnya, otak menangkap serotonin yang merupakan hormon bahagia dan membuat suasana hati menjadi riang.
5 Tanda Usus Anak Bermasalah
Moms juga harus peka melihat perbedaan antara tanda pencernaan sehat dan usus yang bermasalah. Secara garis besar, usus yang sehat ditunjukkan oleh BAB lancar, feses normal atau halus dan tidak keras, serta mood yang baik.
Sementara itu, tanda-tanda usus anak bermasalah, antara lain:
1. Produksi gas berlebih di perut (sering buang angin)
2. Perut kembung atau terasa begah
3. Sembelit atau susah BAB
4. Diare
5. Rasa panas di dada atau ulu hati (akibat naiknya asam lambung)
5 Tips Membangun Kebiasaan Makan yang Jaga Kesehatan Usus
Berikut beberapa cara yang bisa Moms coba untuk menjaga kesehatan usus Si Kecil:
1. Selalu Terhidrasi
Cairan yang cukup akan membantu proses pencernaan berjalan lancar dan mendukung pergerakan usus yang sehat. Hidrasi yang baik juga membantu serat bekerja optimal dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus.
2. Makan dengan Pelan
Makan terlalu cepat dapat mengganggu proses pencernaan dan memicu gangguan pada usus. Makan dengan pelan membantu kerja enzim pencernaan dan mengurangi risiko gas maupun kembung.
3. Tidur yang Cukup
Kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus dan meningkatkan risiko peradangan. Pola tidur yang cukup dan teratur membantu menjaga kesehatan saluran cerna secara keseluruhan.
4. Menjaga Level Stres Anak
Stres dapat berdampak langsung pada kesehatan usus karena memengaruhi komunikasi antara otak dan saluran pencernaan. Menjaga anak tetap tenang membantu mempertahankan keseimbangan mikrobioma ususnya.
5. Sajikan Makanan Pendukung Kesehatan Usus
Makanan kaya serat, probiotik, dan prebiotik membantu meningkatkan keragaman bakteri baik dalam usus. Asupan bergizi seimbang mendukung fungsi pencernaan dan kesehatan usus jangka panjang.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan anak, berikut beberapa jenis makanan yang perlu Moms perhatikan pemberiannya pada Si Kecil.
- Kenalkan makanan berserat, seperti buah, sayur, dan gandum utuh, dalam menu hariannya.
- Hindari makanan ultra-proses, lemak jenuh, dan gula.
- Biasakan anak mengonsumsi yang mengandung probiotik dan prebiotik untuk Si Kecil seperti tempe, tahu, dan yogurt.
Cara praktis ini efektif untuk membantu menjaga ususnya tetap nyaman sekaligus mendukung daya tahan tubuhnya untuk terus aktif dalam mengeksplor dunia.
Yuk, Moms selalu jaga kesehatan pencernaan Si Kecil, mengingat pentingnya peran pencernaan dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Salah satunya dengan memberikan makanan atau minuman yang mengandung probiotik. Probiotik mengandung bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus anak.
Probiotik untuk anak bisa didapat dari makanan atau minuman hasil fermentasi, maupun produk yang difortifikasi probiotik. Moms juga dapat melengkapi asupan tersebut dengan susu pertumbuhan seperti LACTOGROW 3, yang mengandung L. reuteri untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil.
Pertanyaan Seputar Kesehatan Pencernaan Anak
1. Mengapa pencernaan disebut sebagai otak kedua anak?
Usus memiliki jutaan saraf yang terhubung langsung ke otak melalui gut-brain axis. Sistem ini mengirimkan sinyal yang sangat memengaruhi mood, daya ingat, dan perilaku Si Kecil sehari-hari.
2. Bagaimana menjaga kesehatan saluran cerna anak?
Berikan asupan makanan tinggi serat dan cairan yang cukup serta kemas rutinitas makan sebagai aktivitas yang menyenangkan.
References:
1. Gut Microbiome - Cleveland Clinic. Retrieved 7th May 2026, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/25201-gut-microbiome
2. Peran Mikroflora Saluran Cerna pada Kesehatan Anak - IDAI. Retrieved 7th May 2026, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/peran-mikroflora-saluran-cerna-pada-kesehatan-anak
3. The Gut-Brain connection - Cleveland Clinic. Retrieved 7th May 2026, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/the-gut-brain-connection
4. Prebiotik dan Manfaat Kesehatan - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes. Retrieved 7th May 2026, from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3601/prebiotik-dan-manfaat-kesehatan
5. Saluran Cerna, Benteng Kesehatan Anak (Bagian 2) - IDAI. Retrieved 7th May 2026, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/saluran-cerna-benteng-kesehatan-anak-2
6. Improve and Reset Gut Health: Foods and Supplements to Try - Healthline. Retrieved 7th May 2026, from https://www.healthline.com/health/gut-health
Artikel Terkait