Moms, pada usia dini, fungsi saluran cerna anak masih dalam tahap maturasi, termasuk pola motilitas usus dan komposisi mikrobiota, sehingga anak lebih rentan mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit.
Kenapa sembelit pada anak sering terjadi? Pasalnya, pencernaan anak masih perlu beradaptasi dengan pola makannya. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Apakah susu pertumbuhan dengan kandungan serat dan probiotik untuk membantu fungsi pencernaan bisa membantu?
Yuk, ketahui lebih lanjut penyebab mengapa anak sembelit sehingga Moms bisa mengatasinya dengan cara yang tepat dan juga dapat mencegah Si Kecil kembali mengalami gangguan pencernaan sembelit.
5 Penyebab Anak Sembelit
Sembelit pada anak ditandai dengan frekuensi BAB yang berkurang, konsistensi feses keras, kesulitan atau nyeri saat BAB, serta terkadang disertai perilaku menahan BAB.
Sembelit sendiri bisa diakibatkan oleh berbagai hal ya, Moms. Berikut ini adalah beberapa penyebab anak sembelit:
1. Pola makan
Penyebab sembelit anak 1 tahun yang sering terjadi adalah pola makan. Si Kecil bisa mengalami sembelit jika kurang asupan yang kaya akan serat seperti sayuran dan buah. Selain itu, kurang mengonsumsi cairan juga dapat membuat anak mengalami sembelit. Perubahan pola makan juga dapat mengakibatkan sembelit, misalnya saat Si Kecil baru mulai mengonsumsi makanan padat setelah sebelumnya hanya mengonsumsi makanan lunak saja.
Perubahan dari ASI ke susu formula atau pergantian jenis susu dapat memengaruhi pola BAB anak, terutama karena sistem pencernaan masih beradaptasi terhadap komposisi nutrisi yang berbeda. Sebagian besar kasus bersifat sementara dan akan membaik seiring adaptasi.
Meski demikian, bukan berarti susu baru tidak cocok melainkan bisa karena pencernaan anak yang masih beradaptasi. Karenanya, saat anak menunjukkan tanda sembelit setelah ganti susu, jangan langsung menggantinya lagi. Namun, bila sembelit menetap atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengganti jenis susu.
2. Obat-obatan
Beberapa obat atau suplemen, seperti zat besi dosis tinggi, dapat berkontribusi terhadap konstipasi pada sebagian anak.
3. Menahan BAB
Si Kecil biasanya suka menahan BAB karena berbagai alasan. Misalnya karena tengah asyik bermain, atau tidak nyaman dengan toilet yang bukan di rumahnya sendiri, atau karena pernah mengalami sembelit sebelumnya dan takut merasa sakit lagi saat BAB.
Toilet training yang dilakukan terlalu cepat saat anak belum siap juga dapat mengakibatkan Si Kecil memilih untuk menahan BAB. Padahal saat Si Kecil menahan BAB, feses mulai menumpuk sehingga menjadi besar dan keras yang akibatnya semakin sulit dikeluarkan. Perilaku menahan BAB merupakan salah satu penyebab umum sembelit fungsional pada anak.
4. Sedang sakit
Penyebab sembelit pada anak bisa terpengaruh dari pola makannya yang berakibat pada gangguan pencernaan sembelit. Karenanya, saat Si Kecil sakit pastikan tetap mendapat asupan serat dan cairan yang cukup ya, Moms dan pastikan sudah mengetahui penyebab sembelit anak 1 tahun tersebut.
5. Perubahan rutinitas
Perubahan dalam rutinitas sehari-hari Si Kecil dapat mempengaruhi kerja saluran cerna dan menjadi penyebab anak sembelit, Moms. Misalnya, saat terjadi perubahan cuaca, saat bepergian jauh, atau saat pertama kali mulai bersekolah. Penyebabnya bisa karena belum nyaman dengan toilet di lingkungan baru atau karena Si Kecil mengalami stress.
Baca Juga: Anak Sakit Perut? Ini Susu untuk Perut Anak
4 Cara Mengatasi Sembelit pada Anak
Mengatasi sembelit pada anak bisa berbeda-beda tergantung pada gejala dan penyebabnya. Namun menerapkan pola hidup sehat sejak dini dapat membantu mengurangi risiko Si Kecil mengalami sembelit. Beberapa kebiasaan yang bisa Moms ajarkan di antaranya:
1. Pola makan sehat
Pastikan Si Kecil mendapat cukup asupan makanan tinggi serat seperti buah dan sayur. Untuk roti, pilih yang terbuat dari gandum atau biji-bijian utuh, bukan olahan. Hindari memberikan makanan cepat saji yang diproses secara berlebihan karena selain rendah serat juga rendah gizi.
2. Cukup asupan cairan
Kurang asupan cairan dapat meningkatkan risiko sembelit. Berikan cukup minum kepada Si Kecil. Pilih air putih dan batasi konsumsi minuman manis tinggi gula tambahan.
3. Rutin berolahraga
Membiasakan anak banyak bergerak dan berolahraga juga bagus untuk mengatasi sembelit dan melancarkan pencernaannya. Aktivitas fisik baik untuk menstimulasi usus sehingga anak lebih rutin BAB.
4. Biasakan anak rutin BAB
Biasakan anak duduk di toilet secara rutin, misalnya setelah makan, selama 5–10 menit tanpa paksaan. Pastikan Si Kecil merasa nyaman dan jangan memaksakan anak harus BAB.
Nutrisi susu pertumbuhan dengan kandungan serat dan probiotik untuk membantu fungsi pencernaan
Menjaga asupan nutrisi Si Kecil melalui makanan sehat dan seimbang setiap hari berperan penting untuk kesehatannya, termasuk kesehatan pencernaan Si Kecil. Perlu diingat bahwa penanganan sembelit pada anak tetap memerlukan pola makan seimbang, cukup cairan, dan kebiasaan BAB yang baik.
Asupan serat yang cukup berperan penting dalam membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan mencegah konstipasi pada anak. Moms bisa memastikan kebutuhan serat harian Si Kecil terpenuhi melalui menu makanan hariannya. Kebutuhan serat untuk anak usia 1-3 tahun berkisar kurang lebih 19 gram per hari
Moms bisa memenuhinya dengan memberikan sayuran dan juga buah-buahan, termasuk kacang dan biji-bijian. Bila perlu Moms juga bisa menambahkan susu pertumbuhan dengan kandungan serat dan probiotik untuk membantu fungsi pencernaan ke dalam menu Si Kecil.
Jika Moms mencari susu pertumbuhan yang mendukung kesehatan pencernaan anak, Moms dapat memberikan LACTOGROW PRO 1+ untuk Si Kecil usia 1–3 tahun. Susu ini mengandung L. reuteri yang telah teruji secara klinis dan berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota di saluran cerna, serta dilengkapi dengan serat pangan (inulin) yang berperan dalam mendukung fungsi pencernaan
Selain itu, LACTOGROW PRO 1+ juga diperkaya dengan Omega 3 & 6 yang mendukung perkembangan kognitif dan aktivitas motorik, serta 12 vitamin dan 2 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil. Tersedia dalam pilihan rasa Madu dan Vanilla.
Yuk Moms, cegah Si Kecil mengalami gangguan pencernaan dengan memastikan Si Kecil terhindar dari penyebab sembelit. Berikan juga susu pertumbuhan dengan kandungan serat dan probiotik untuk membantu fungsi pencernaan sebagai pelengkap serat dari makanan. Jika pencernaannya sehat, Si Kecil tentu juga akan happy!
Pertanyaan Seputar Susu Untuk Anak 1-3 Tahun Sembelit
1. Susu apa yang bagus untuk anak sembelit?
Susu yang bagus untuk anak sembelit dapat mengandung serat pangan, seperti inulin. Kandungan probiotik dalam susu juga dapat membantu kesehatan pencernaan anak agar dapat bekerja optimal dalam mencerna dan menyerap makanan.
2. Mengapa anak sering sembelit setelah ganti susu?
Anak sering sembelit setelah ganti susu bisa disebabkan sistem pencernaannya yang sensitif terhadap perubahan komposisi susu yang diminum atau karena pencernaan anak yang masih beradaptasi. Karenanya, saat anak menunjukkan tanda sembelit setelah ganti susu, jangan langsung menggantinya lagi. Kecuali jika anak menunjukkan gejala alergi.
Referensi:
1. What to Do If You Suspect Formula Is Constipating Your Baby - Healthline. Retrieved on May 7rd 2026 from https://www.healthline.com/health/baby/newborn-constipation-formula-fed
2. Constipation in Children - Stanford Children's Health. Retrieved on May 7rd 2026 from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=constipation-in-children-90-P01986
3. Fiber for Kids & Teens - Kids Health. Retrieved on May 7rd 2026 from https://kidshealth.org/en/parents/fiber.html
Disclaimer
Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.
Artikel Terkait