Parenting Corner

Perut Anak Melilit: Penyebab, Cara Meredakan, dan Tanda Bahaya

20 October 2026

Perut Anak Melilit: Penyebab, Cara Meredakan, dan Tanda Bahaya

Perut anak melilit adalah nyeri kram yang datang dan pergi, dan umumnya dipicu penumpukan gas, sembelit, infeksi saluran cerna, atau intoleransi makanan. Sebagian besar kasus tergolong ringan dan bisa diredakan di rumah. Namun, nyeri hebat yang menetap, muntah berwarna hijau, atau BAB berdarah perlu segera diperiksakan ke dokter.

Keluhan ini sering muncul tiba-tiba, misalnya setelah Si Kecil selesai bermain, dan kadang disertai mual atau muntah. Yuk, kenali penyebabnya, cara meredakannya di rumah, dan kapan Moms perlu membawa Si Kecil ke dokter.

Mengenali Rasa Sakit Perut Melilit

Sakit perut merupakan salah satu keluhan yang sering dialami anak-anak. Penyebabnya bisa sangat beragam, begitu pun intensitasnya. Jadi, wajar jika Moms mungkin kesulitan mengenali sakit perut yang dirasakan Si Kecil. Apalagi jika ia masih belum bisa menjelaskan seperti apa sakit yang dirasakannya.

Meski demikian, Moms tetap perlu bertanya kepada Si Kecil dan memintanya mendeskripsikan sakit perut yang dialaminya. Pasalnya, dengan cara inilah Moms bisa menemukan penyebabnya.

Jika perut anak melilit seperti nyeri kram, kemungkinan ini adalah perut kembung akibat penumpukan gas. Nyeri yang hilang-timbul bisa disebabkan oleh gerak otot usus yang berkontraksi untuk mengeluarkan gas atau sebagai respons iritasi ringan.

Terkadang, sakit perut akibat gas juga diikuti dengan diare. Namun, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan membaik seiring waktu.

Pertanyaan Penting untuk Mengenali Nyeri Perut

Untuk membantu memahami penyebab perut anak melilit, Moms bisa mencoba menjawab beberapa pertanyaan penting berikut.

Di bagian perut mana yang terasa nyeri?

Penyebab sakit atau nyeri perut pada anak bisa berbeda-beda, tergantung area perut mana yang terasa sakit. Misalnya, nyeri di sekitar pusar umumnya disebabkan masalah pencernaan atau stres, sedangkan nyeri melilit yang parah pada perut kanan bawah bisa disebabkan radang usus buntu (apendisitis).

Berapa lama dan seberapa sering rasa nyeri muncul?

Informasi selanjutnya yang perlu Moms ketahui untuk menentukan penyebab sakit perut hilang timbul pada anak adalah durasi dan frekuensinya. Apakah nyeri muncul berulang, bertahan, atau bertambah parah seiring waktu.

Apakah rasa nyeri muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu?

Perut anak melilit juga bisa disebabkan oleh makanan atau minuman tertentu. Bila Si Kecil selalu mengalami sakit perut setelah mengonsumsi susu, bisa jadi ini berkaitan dengan intoleransi laktosa.

Sementara itu, jika nyeri berkurang setelah makan, ada kemungkinan nyeri berasal dari peningkatan produksi asam lambung yang membuat perut Si Kecil terasa perih.

Apakah rasa nyeri berkurang setelah BAB?

Pola buang air besar (BAB) Si Kecil juga bisa menjadi petunjuk untuk memahami penyebab sakit perut yang dialaminya. Apabila nyeri perut berkurang setelah BAB atau nyeri muncul sudah beberapa hari tidak BAB, mungkin penyebabnya adalah sembelit (konstipasi).

Moms sebaiknya juga mengecek kondisi feses Si Kecil. Amati apakah teksturnya padat dan keras, lunak, atau justru encer. Perhatikan juga apakah ada bercak darah pada feses. Ini juga bisa menjadi penanda kapan Moms perlu memeriksakan Si Kecil ke dokter.

Apakah ada gejala lain yang menyertai?

Mengetahui gejala penyerta lainnya juga penting untuk memahami penyebab sakit perut melilit pada anak. Jika Si Kecil mengalami nyeri berkepanjangan yang disertai demam dan muntah, ini bisa menandakan radang usus buntu atau masalah lainnya yang perlu diperiksakan lebih lanjut.

Penyebab Perut Anak Melilit

Perut sakit melilit pada anak bisa disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, diare, sulit buang air besar, hingga demam. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga masalah yang lebih serius. Berikut beberapa penyebab umum yang perlu Moms ketahui.

Gangguan Pencernaan

Ini adalah salah satu penyebab umum perut anak sakit melilit, Moms. Jika anak memiliki pola makan yang tidak teratur atau terlalu banyak makan makanan berlemak, pedas, atau digoreng, pencernaannya bisa terganggu. Akibatnya, gas menumpuk di dalam perut dan membuat si Kecil kembung atau melilit.

Infeksi Saluran Cerna

Infeksi pada saluran cerna juga bisa menjadi penyebab perut anak terasa melilit. Kondisi ini terjadi ketika makanan atau minuman yang dikonsumsi si Kecil kurang bersih atau terkontaminasi. Selain sakit perut, infeksi saluran cerna juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti diare, muntah, mual, atau demam.

Intoleransi Makanan atau Minuman

Anak-anak juga bisa mengalami intoleransi terhadap zat gizi tertentu dalam makanan dan minuman. Salah satu yang paling umum adalah intoleransi laktosa, yaitu kondisi saat tubuh tidak bisa mencerna laktosa dari susu dengan baik.

Gejalanya bisa berupa perut melilit, kembung, mual, muntah, atau bahkan diare. Selain laktosa, beberapa anak juga sensitif terhadap gluten atau bahan tambahan dalam makanan kemasan.

Baca Juga: Flu Perut pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tips Mengatasi Perut Melilit pada Anak

Kalau si Kecil mengeluh perutnya melilit, jangan panik dulu ya, Moms. Ada beberapa hal yang bisa Moms coba lakukan di rumah untuk membantu meredakan keluhannya.

Berikan Makanan Ringan dan Mudah Dicerna

Saat si Kecil mengeluh sakit perut, hindari memberi makanan yang terlalu “berat” atau berlemak. Pilih makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, nasi tim, atau buah pisang yang ringan untuk pencernaan.

Jangan pula memaksa anak untuk makan saat masih merasakan sakit. Anak akan mulai kembali makan jika sudah merasa lebih baik.

Cukupi Kebutuhan Cairan Si Kecil

Anak yang mengalami nyeri perut disertai muntah atau diare lebih berisiko mengalami dehidrasi. Berikan air sedikit-sedikit tapi sering, terutama jika ia menolak minum dalam jumlah banyak sekaligus.

Moms juga bisa memberikan cairan elektrolit oral (ORS) untuk membantu mengganti elektrolit tubuh yang hilang akibat muntah dan diare berulang.

Berikan Kompres Hangat

Mengompres perut si Kecil dengan handuk hangat bisa membantu meredakan kontraksi otot perut dan mengurangi rasa sakit melilit.

Bantu Si Kecil Istirahat

Ajak Si Kecil untuk berbaring dan beristirahat. Posisi tidur meringkuk atau berbaring miring ke kiri biasanya bisa membuat perut terasa lebih nyaman. Hindari aktivitas berat dahulu, termasuk berlari atau melompat-lompat, sampai perutnya terasa membaik.

Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh Si Kecil memulihkan diri, mengurangi beban pada tubuh, dan meredakan rasa tidak nyaman akibat keluhan pada perut.

Berikan Pijatan di Perut

Memberi pijatan lembut di perut bisa membantu meringankan keluhan perut melilit pada anak. Lakukan gerakan memijat secara perlahan seperti mengusap perut Si Kecil. Hindari memijat terlalu kuat, terutama di bagian yang sudah terasa sakit sebelumnya.

Lakukan Observasi

Setelah melakukan beberapa cara meredakan perut melilit anak di atas, Moms kini perlu memantau dan melihat apakah kondisi Si Kecil menjadi lebih baik. Jangan memberikan obat tanpa mengetahui penyebab pasti nyeri perut pada anak maupun sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Tidak semua kasus perut melilit bisa ditangani di rumah. Segera bawa si Kecil ke dokter apabila muncul gejala berikut.

  • Nyeri perut sangat hebat dan menetap lebih dari beberapa jam.
  • Muntah terus-menerus sehingga makanan dan minuman tidak bisa masuk.
  • Diare parah, berdarah, atau disertai demam tinggi.
  • Perut tampak membengkak atau keras saat disentuh.
  • Anak terlihat sangat lemas, tidak aktif, atau sulit dibangunkan.
  • Muntah berwarna hijau. Hal ini bisa menjadi tanda penyumbatan di usus.
  • Bercak merah akibat darah pada feses yang menandakan infeksi serius atau sakit radang usus.
  • Demam tinggi disertai batuk parah yang menyertai nyeri perut.

Gejala-gejala tersebut bisa menandakan kondisi yang perlu penanganan medis segera.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil tetap optimal, penting juga memastikan asupan nutrisinya terpenuhi dengan baik. Salah satu cara yang bisa Moms lakukan adalah dengan memberikan susu pertumbuhan, seperti LACTOGROW.

LACTOGROW satu-satunya susu pertumbuhan dengan L. reuteri* dan juga 0gr sukrosa. Selain itu, LACTOGROW mengandung serat inulin serta diperkaya dengan omega 3 & 6, 13 vitamin, dan 7 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil.

Inulin merupakan serat prebiotik yang dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan kesehatan saluran cerna. Pencernaan yang sehat berperan penting dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Yuk dukung kesehatan pencernaan Si Kecil dengan LACTOGROW!*

Demikian informasi seputar penyebab perut anak melilit serta cara meredakannya. Semoga bisa bermanfaat untuk Moms dan bantu menjaga kesehatan Si Kecil, ya!

*Nestle adalah satu-satunya pemegang lisensi L. reuteri DSM 17938 untuk produk susu pertumbuhan.

FAQ Perut Sakit Hilang Timbul pada Anak

Apa penyebab sakit perut hilang timbul pada anak?

Sakit perut yang datang dan pergi pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga serius. Penyebab paling umum adalah gangguan pencernaan seperti sembelit, perut kembung, atau diare. Selain itu, infeksi saluran cerna, alergi makanan, intoleransi laktosa, dan pola makan yang tidak teratur juga sering menjadi pemicu.

Perut kadang sakit, kadang hilang pertanda apa?

Perut yang kadang sakit lalu hilang bisa menjadi tanda kontraksi usus normal, terutama setelah makan besar atau makanan sulit dicerna. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran cerna, penumpukan gas, atau gangguan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS). Jika keluhan sering berulang, memburuk, atau disertai gejala seperti diare, muntah, demam, atau BAB berdarah, maka perlu diwaspadai karena bisa mengarah pada radang usus atau masalah pencernaan yang lebih serius.

Apa yang harus dilakukan jika anak mengeluh sakit perut?

Langkah pertama adalah memastikan anak beristirahat dan tetap terhidrasi dengan minum air putih atau cairan ringan seperti kaldu. Hindari makanan pedas, berminyak, atau bersoda, dan berikan makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau roti tawar. Jika anak muntah, tunggu sekitar dua jam sebelum memberikan cairan kembali secara perlahan. Kompres hangat di perut atau mandi air hangat bisa membantu meredakan ketidaknyamanan akibat sembelit. Jangan berikan obat pereda nyeri atau pencahar tanpa anjuran dokter.

Sumber:




Bagikan : Facebook WhatsApp