Ditulis Oleh: Tim Penulis
Di Tinjau Oleh: Mifta Novikasari, S.P, M.K.M
Waktu Baca: 2 Menit
Masa kanak-kanak merupakan periode emas pertumbuhan. Di fase inilah perkembangan otak dan kemampuan belajar berlangsung sangat cepat. Setiap asupan gizi yang Moms berikan akan menjadi fondasi bagi masa depan Si Kecil.
Salah satu nutrisi yang sering disebut sebagai “zat gizi pintar” adalah DHA untuk anak. Banyak produk mencantumkan kandungan DHA untuk anak cerdas, tetapi sebenarnya seberapa besar perannya? Mari kita bahas bersama!
Apa Itu DHA dan Mengapa Penting bagi Anak?
DHA (Docosahexaenoic Acid) adalah bagian dari asam lemak Omega-3 yang menjadi komponen utama pembentuk struktur otak dan retina mata. Tubuh anak belum mampu memproduksi DHA dalam jumlah optimal, sehingga asupannya perlu dipenuhi dari makanan. Kekurangan Omega-3 dalam jangka panjang dapat berdampak pada perkembangan belajar dan penglihatan.
Artinya, memastikan kecukupan konsumsi DHA untuk anak bukan sekadar mengikuti tren gizi, tetapi memang bagian penting dari kebutuhan tumbuh kembangnya.
Peran DHA dalam Perkembangan Otak dan Mata
DHA memiliki peran penting dalam dua area utama tumbuh kembang, yaitu otak dan mata. Kedua organ ini berkembang sangat pesat pada masa awal kehidupan, sehingga membutuhkan dukungan nutrisi yang konsisten.1
Perkembangan Otak
Otak anak tersusun dari miliaran sel saraf yang saling terhubung. DHA membantu menjaga struktur dan fleksibilitas membran sel-sel tersebut agar proses pengiriman sinyal berjalan lebih optimal. Ketika asupan tercukupi sejak dini, kemampuan anak dalam memproses informasi, belajar, dan berkonsentrasi dapat berkembang sesuai tahap usianya. Inilah mengapa kecukupan DHA sering dikaitkan dengan upaya mendukung potensi kecerdasan anak.
Kesehatan Mata
Selain otak, retina mata juga membutuhkan DHA dalam jumlah tinggi. Nutrisi ini membantu retina bekerja lebih optimal dalam menangkap cahaya dan menerjemahkannya menjadi gambar yang jelas. Jika asupan nya cukup, perkembangan fungsi visual anak dapat berlangsung dengan baik.
Sumber DHA Terbaik untuk Anak
Untuk mendukung pertumbuhan saraf dan penglihatan yang optimal, Moms bisa memberikan asupan melalui beberapa sumber utama yang sangat mudah ditemukan berikut:
1. Air Susu Ibu (ASI)
ASI merupakan sumber alami terbaik DHA untuk bayi. Kandungan DHA dalam ASI sangat dipengaruhi oleh asupan makanan ibu. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan rutin mengonsumsi makanan sumber Omega-3.2
2. Makanan Laut dan Alga
Ikan berlemak seperti makarel, salmon, sarden, teri, kembung dan alga merupakan sumber alami utama yang mengandung DHA untuk pembentukan struktur kulit, mata, serta sistem saraf pusat.3
3. Produk Susu Fortifikasi
Saat ini banyak produk susu pertumbuhan yang telah difortifikasi dengan DHA. Fortifikasi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian anak secara lebih praktis, terutama jika asupan ikan masih terbatas.4
4. Suplemen Omega-3
Suplemen bisa menjadi pilihan tambahan jika asupan makanan belum mencukupi. Pastikan produk memiliki izin edar resmi dan kandungan DHA yang jelas.
Sebelum memberikan suplemen, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap dianjurkan agar dosis sesuai usia dan kebutuhan Si Kecil.5
Baca Juga: Manfaat dan Kandungan Susu LACTOGROW 4
Tips Memenuhi Kebutuhan dan Konsumsi DHA untuk Anak
Memenuhi kebutuhan konsumsi DHA untuk anak tidak selalu harus rumit. Kuncinya adalah konsisten dan variatif dalam memilih sumbernya. Berikut beberapa cara yang bisa Moms terapkan:
1. Jadwalkan Menu Ikan secara Rutin
Usahakan menyajikan ikan berlemak seperti kembung, sarden, atau salmon setidaknya dua kali dalam seminggu.
2. Sesuaikan dengan Selera Anak
Jika Si Kecil kurang menyukai ikan dalam bentuk utuh, Moms bisa mengolahnya menjadi nugget rumahan, bakso ikan, atau dicampur ke dalam nasi goreng dan telur dadar agar lebih mudah diterima.
3. Kenalkan secara Bertahap
Untuk anak yang pemilih, perkenalkan dalam porsi kecil terlebih dahulu dan ulangi secara konsisten. Paparan rasa yang berulang biasanya membantu anak lebih mudah menerima makanan baru.
4. Manfaatkan Sumber DHA Lainnya
Selain ikan, Moms bisa memilih telur, produk berbasis ikan, atau susu yang difortifikasi sebagai variasi agar kebutuhan hariannya tetap terpenuhi, seperti LACTOGROW PRO.
LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.
Pertanyaan Seputar DHA untuk Anak
1. Apa manfaat DHA untuk fungsi otak anak?
DHA mendukung perkembangan otak, daya ingat, fokus, serta kesehatan mata dan sistem saraf.
2. Dari mana anak dapat memperoleh asupan DHA?
Dari ikan berlemak (salmon, sarden), telur, ASI/susu formula ber-DHA, serta suplemen jika direkomendasikan tenaga kesehatan.
3. Kapan anak mulai memerlukan asupan DHA tambahan?
Sejak bayi hingga usia sekolah, terutama bila asupan ikan rendah.
Referensi:
- Bjarnadottir, A. (2023). DHA (Docosahexaenoic Acid): A Detailed Review. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/dha-docosahexaenoic-acid
- Bjarnadottir, A., & Kubala, J. (2023). Breastfeeding Diet 101: What to Eat While Breastfeeding. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/breastfeeding-diet-101
- Valle-Valdez, B., et al. (2025). Dietary Patterns of Docosahexaenoic Acid Intake and Supplementation from Pregnancy Through Childhood with a Focus on Low- and Middle-Income Countries: A Narrative Review of Implications for Child Health. Nutrients, 17(24), 3931. https://doi.org/10.3390/nu17243931
- Zou, J. (2025). Differences in DHA bioaccessibility and fat digestion of DHA-enriched milks: An in vitro infant digestion model. Food Research International. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2025.116602
- Varma, A., & Hjalmarsdottir, F. (2024). Omega-3 Supplement Guide: What to Buy and Why. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/omega-3-supplement-guide
Disclaimer
Penggunaan madu pada setiap produk LACTOGROW untuk anak diatas satu tahun telah diproses dan diuji agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil.
Artikel Terkait