Article reviewed by: dr. Aulia Mustamir
Moms mungkin pernah menemukan kondisi kulit Si Kecil tiba-tiba merah setelah makan telur. Lalu, di hari lain ia mendadak batuk dan pilek setiap kali bermain di rumah nenek yang memelihara kucing. Bisa jadi itu bukan sekadar reaksi biasa, melainkan tanda bahwa Si Kecil mengalami alergi.
Sayangnya, alergi pada anak tidak selalu mudah dikenali. Gejalanya sering menyerupai kondisi lain seperti flu ringan, gangguan pencernaan, atau biang keringat. Jika penyebab anak alergi dikenali sejak awal, Moms bisa lebih cepat mengambil tindakan.
Supaya Moms tidak lagi menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada Si Kecil, yuk, kita pelajari bersama apa saja jenis alergi yang umum terjadi pada anak, ciri-cirinya, hingga langkah untuk mengatasinya.
Jenis-Jenis Alergi yang Umum Terjadi pada Anak
Moms perlu tahu, alergi pada anak bisa muncul dalam berbagai bentuk. Salah satu yang paling umum adalah alergi makanan, misalnya terhadap susu sapi, telur, kacang-kacangan, atau ikan. Selain itu, anak juga bisa mengalami alergi dari lingkungan, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan. Ada pula alergi obat, yang terjadi jika tubuh Si Kecil bereaksi terhadap kandungan tertentu dalam obat.
Meskipun jenis alerginya serupa, reaksi yang muncul bisa berbeda pada setiap anak. Jadi, Moms perlu memperhatikan kapan dan setelah apa gejalanya mulai muncul.
Tanda-Tanda dan Gejala Alergi pada Anak
Ciri-ciri anak alergi alergi pada anak biasanya muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah terpapar zat pemicu. Reaksinya pun bisa berbeda pada setiap anak, tergantung jenis alerginya dan bagaimana tubuh Si Kecil merespons.
Gejala yang muncul umumnya terlihat pada kulit, saluran pernapasan, atau sistem pencernaan. Yuk, kenali satu per satu agar Moms bisa lebih sigap saat melihat perubahan pada Si Kecil.
1. Reaksi Kulit
Kulit sering kali menjadi bagian pertama yang menunjukkan reaksi alergi. Beberapa tanda yang bisa Moms perhatikan, antara lain:
- Kemerahan pada kulit
- Muncul bintik-bintik atau ruam
- Rasa gatal yang membuat Si Kecil rewel
- Pembengkakan, terutama di wajah, bibir, atau kelopak mata
2. Gangguan pernapasan
Jika alergi berasal dari udara atau lingkungan sekitar, saluran napas biasanya jadi yang paling terdampak. Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul:
- Batuk berulang tanpa sebab yang jelas
- Pilek atau hidung tersumbat dalam waktu lama
- Bersin terus-menerus, terutama di pagi hari
- Sesak napas atau napas berbunyi (mengi/wheezing)
3. Gangguan pencernaan
Alergi makanan pada anak biasanya berdampak langsung ke saluran cerna. Berikut beberapa ciri-ciri anak alergi makanan:
- Mual atau muntah setelah makan
- Diare yang berulang
- Perut kembung atau terasa tidak nyaman
- Nafsu makan menurun secara tiba-tiba
Baca Juga: Manfaat dan Kandungan Susu Lactogrow untuk Tumbuh Kembang
Faktor Penyebab Alergi pada Anak
Ada beberapa faktor yang bisa membuat Si Kecil lebih berisiko mengalami alergi:
1. Riwayat Keluarga
Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat alergi, risiko anak mengalami alergi juga lebih tinggi.
2. Kondisi Imunitas dan Kesehatan Saluran Cerna
Sistem imun dan saluran pencernaan yang belum matang bisa menyebabkan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat asing. Inilah salah satu penyebab anak alergi yang sering terjadi.
Bagaimana Penanganan Alergi Saat Gejala Muncul?
Penanganan alergi pada Si Kecil perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan reaksinya. Ada reaksi yang cukup ditangani di rumah, tetapi ada juga yang butuh bantuan medis secepatnya.
- Jika reaksi yang muncul tergolong ringan hingga sedang, misalnya ruam, gatal, atau muntah yang tidak berulang, segera hentikan paparan terhadap pemicunya. Perhatikan kondisi anak selama beberapa jam untuk memastikan gejala tidak berkembang lebih serius.
- Jika muncul tanda-tanda reaksi berat seperti sesak napas, muntah berulang, atau pembengkakan pada wajah dan bibir, Moms harus segera mencari bantuan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Cara Mencegah Kambuhnya Reaksi Alergi pada Anak
Langkah paling penting dalam mengatasi alergi adalah mengenali pencetusnya. Moms bisa membawa Si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan alergi, seperti tes kulit atau tes darah, agar alergen yang memicu reaksi bisa diketahui dengan pasti.
Setelah itu, pencegahan dan penanganan alergi bisa dilakukan melalui langkah-langkah berikut:
1. Hindari Faktor Pemicu
Setelah pencetus alergi diketahui, langkah utama yang bisa dilakukan adalah menghindarinya semaksimal mungkin. Misalnya:
- Hindari makanan tertentu seperti susu sapi, telur, atau kacang jika anak alergi makanan tertentu.
- Hindari paparan debu, bulu hewan, atau serbuk sari jika alerginya berasal dari udara.
- Infokan tenaga medis jika Si Kecil memiliki riwayat alergi obat-obatan tertentu.
2. Perhatikan Reaksi Tubuh Si Kecil
Moms bisa mencatat setiap kali muncul gejala setelah anak terpapar sesuatu, baik makanan, lingkungan, atau obat. Catatan ini sangat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
3. Jaga Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Saluran Cerna
Daya tahan tubuh yang kuat bisa membantu mengurangi reaksi berlebihan terhadap alergen. Berikan Si Kecil makanan bergizi seimbang, kaya serat, serta mengandung probiotik dan prebiotik untuk mendukung sistem pencernaan dan imunitas anak.
Moms ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan Si Kecil? Yuk, gabung Lactoclub Community dan dapatkan berbagai tips parenting, nutrisi, serta informasi menarik lainnya dari para ahli.
Source:
1 Dougherty, J. M., Alsayouri, K., & Sadowski, A. (2023, July 31). Allergy. PubMed; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545237/
2 Saito-Abe, M., Yamamoto-Hanada, K., Pak, K., Iwamoto, S., Sato, M., Miyaji, Y., Mezawa, H., Nishizato, M., Yang, L., Kumasaka, N., Kobayashi, T., & Ohya, Y. (2022). How a Family History of Allergic Diseases Influences Food Allergy in Children: The Japan Environment and Children’s Study. Nutrients, 14(20), 4323. https://doi.org/10.3390/nu14204323
3 Why are children likelier to develop food allergies? (2016). Children’s Hospital Los Angeles. https://www.chla.org/blog/experts/research-and-breakthroughs/why-are-children-likelier-develop-food-allergies
4 Clinical Practice Guidelines : Food allergy - IgE mediated food allergy. (n.d.). Www.rch.org.au. https://www.rch.org.au/clinicalguide/guideline_index/Food_allergy_-_IgE_mediated_food_allergy/
5 Muraro, A., de Silva, D., Halken, S., Worm, M., Khaleva, E., Arasi, S., Dunn-Galvin, A., Nwaru, B. I., De Jong, N. W., Rodríguez Del Río, P., Turner, P. J., Smith, P., Begin, P., Angier, E., Arshad, H., Ballmer-Weber, B., Beyer, K., Bindslev-Jensen, C., Cianferoni, A., & Demoulin, C. (2022). Managing food allergy: GA2LEN guideline 2022. World Allergy Organization Journal, 15(9), 100687. https://doi.org/10.1016/j.waojou.2022.100687
Artikel Terkait