7 masalah pencernaan yang paling sering dialami anak meliputi diare, sembelit, gastroenteritis, GERD, alergi makanan, kembung, dan kolik yang masing-masing dipicu oleh faktor berbeda seperti pola makan, infeksi, atau intoleransi tertentu.
Bayi prematur umumnya tetap dapat mencapai milestone tumbuh kembang sesuai tahapannya, meski waktunya bisa berbeda dari bayi cukup bulan, asalkan mendapat dukungan nutrisi, stimulasi, dan pemantauan yang tepat.
Probiotik adalah salah satu pilihan yang cukup sering ditujukan untuk membantu meredakan diare pada anak.
Perut bayi keras umumnya disebabkan oleh gas berlebih, sembelit, atau otot perut yang sedang bekerja aktif, sehingga kondisi ini tidak selalu perlu langsung membuat Moms panik meski wajar merasa khawatir saat pertama kali menyadarinya.
Sembelit pada anak merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan sulit buang air besar (BAB). Kondisi ini kerap terjadi akibat keseimbangan bakteri pada usus yang terganggu.
Tumbuh kembang bayi prematur dinilai berdasarkan usia koreksi, yaitu usia yang dihitung dari perkiraan hari lahir normal (HPL), bukan tanggal lahir sebenarnya.
Wajar jika Moms merasa cemas melihat si Kecil tidak BAB selama 3 hari, namun perlu diketahui bahwa hal ini tidak selalu berarti ada masalah serius. Frekuensi BAB setiap anak memang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis asupan yang dikonsumsinya.
Sisi kiri perut si Kecil bukan sekadar ruang kosong, Moms.
Tekstur BAB anak 1 tahun tergolong normal jika masih dipengaruhi oleh asupan makanan dan cairan, meski warna, bentuk, dan konsistensinya kerap berubah-ubah seiring perkembangan sistem pencernaannya.
Ciri bayi sakit perut yang paling umum adalah rewel dan menangis terus-menerus, karena si Kecil belum bisa mengungkapkan rasa tidak nyaman yang dirasakannya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gas berlebih, kolik, atau masalah pencernaan ringan.