Waktu Baca: 3 menit
Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan Si Kecil tumbuh cerdas. Tapi sebenarnya efek kebahagiaan ini apa ya? Ternyata, banyak penelitian menemukan bahwa anak yang bahagia akan menjadi pribadi yang aktif, percaya diri, mudah bersosialisasi, termotivasi untuk berprestasi akademik, dan secara umum memiliki kesehatan mental yang baik loh, parents! Lalu, ditemukan juga bahwa kebahagiaan Si Kecil sangat ditentukan oleh kehadiran dan kualitas hubungan yang baik dengan orang tua. Selain itu, faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah saluran cerna, terutama kesehatan usus melalui pola makan sehat untuk anak.
Parents, penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kesehatan saluran cerna (gut–brain axis) dengan kesehatan fisik dan mental, meskipun mekanismenya kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor.
Kesehatan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, lingkungan keluarga, dan keseimbangan mikrobiota usus.Nah, sekarang mungkin parents jadi bertanya-tanya, "Apa ya yang bisa dilakukan untuk memastikan agar usus Si Kecil tetap sehat dan bakteri baik di dalamnya hadir secara seimbang?"
Agar lebih mudah memahaminya, mari kita gunakan analogi berkebun! Jika parents ingin mempunyai kebun yang tanamannya tumbuh subur dan sehat, tentu harus menyiapkan pupuk dan bibit terbaik. Nah, jika usus Si Kecil diibaratkan sebagai kebun, maka bakteri baik adalah bibitnya dan zat gizi dari makanan adalah pupuknya. Untuk menciptakan usus yang sehat, Si Kecil membutuhkan sejumlah bakteri baik yang tahan terhadap berbagai bibit penyakit. Asupan gizi yang cukup juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik tersebut.
Moms, sebenarnya bakteri baik sudah secara alami terdapat di dalam usus. Namun, jika diperlukan, kita bisa menambah jumlah bakteri baik untuk menjaga keseimbangannya. Sumber makanan yang dapat mendukung mikrobiota usus pada anak antara lain makanan kaya serat dan beberapa produk fermentasi yang sesuai usia, seperti yogurt.
Jika bibit sudah siap, zat gizi seperti apa yang Si Kecil perlukan untuk mendukung keseimbangan bakteri baik di ususnya? Si Kecil membutuhkan makanan kaya gizi yang dapat mencukupi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan serat hariannya secara seimbang. Contoh makanan yang kaya gizi adalah umbi-umbian, kacang-kacangan, sayur, buah, dan susu. Selain itu, Moms juga perlu memastikan Si Kecil menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu peradangan. Konsumsi makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh secara berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan secara umum, sehingga sebaiknya dibatasi.Hmm, ternyata makanan yang dikonsumsi Si Kecil sangatlah menentukan kesehatan pencernaannya ya, Moms.
Baca Juga: DHA untuk Anak: Cara Penuhi dan Kebutuhannya
Panduan Pola Makan Sehat untuk Anak dari Kemenkes
Moms tentu tidak asing dengan semboyan makan “4 sehat 5 sempurna”. Nah, Kemenkes sebenarnya memiliki imbauan resmi terkait pola makan, yaitu Isi Piringku.
Isi Piringku adalah pedoman gizi harian dalam sekali makan dari para ahli gizi. Pedoman gizi ini tidak hanya menganjurkan jenis makanan dalam sebuah piring, tetapi porsi kandungan gizinya.
Berikut panduan Isi Piringku anak yang direkomendasikan Kemenkes:
Anak usia 12-23 bulan:
- Prinsip: Melanjutkan MPASI dengan memberikan makanan pokok, lauk hewani, lemak, serta sayur dan buah.
- Aturan Makan: 3-4 kali makan utama dan 1-2 kali makanan selingan.
Anak usia 2-5 tahun:
- Dalam konsep “Isi Piringku”, setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sementara setengah lainnya terdiri dari sumber karbohidrat dan protein dengan proporsi protein lebih kecil.
- Prinsip: Makanan dengan gizi beragam, bersih, dan cukup cairan.
- Aturan Makan: Jadwal makan balita adalah 3 kali makan utama dan 1-2 kali camilan.
Seperti Moms lihat, konsep Isi Piringku menekankan pengaturan porsi pada jenis gizi, seperti seperempat bagian untuk karbohidrat, seperempat untuk protein berkualitas, dan setengahnya untuk sayuran dan buah.
Contoh menu seimbang dapat terdiri dari nasi, lauk protein seperti ayam/ikan, serta sayur dan buah sebagai pelengkap.
3 Tips Menerapkan Pola Makan Sehat untuk Anak
Dari pemaparan sebelumnya, dapat kita simpulkan bahwa Si Kecil perlu memiliki pola makan yang sehat agar pencernaan, terutama ususnya, juga sehat. Dengan usus yang sehat, ia akan tumbuh dan berkembang dengan bahagia. Nah, berikut 3 tips yang Moms bisa lakukan untuk menerapkan pola makan sehat pada Si Kecil:
1. Beri contoh agar anak suka makan sayur dan buah
Beri Si Kecil contoh bahwa mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah, sangat nikmat dan menyenangkan. Anak-anak adalah peniru yang ulung dan biasanya senang jika dapat melakukan hal yang sama seperti orang-orang dewasa di sekitarnya.
2. Atur jadwal makan
Atur jadwal makan Si Kecil agar terdapat jeda yang cukup antara waktu makan utama dan makanan selingan. Jeda antar waktu makan membantu anak merasakan lapar secara alami sehingga meningkatkan minat makan.
3. Kreasikan menu makanan sehat
Sajikan makanan sehat dengan cara yang menarik secara visual agar Si Kecil lebih bersemangat mengonsumsinya. Misalnya dibentuk menyerupai karakter kesukaan Si Kecil atau dihias menggunakan potongan sayur yang beraneka warna. Jangan memaksa jika Si Kecil tidak mau mengonsumsi makanan yang disajikan. Moms dapat mencoba menawarkannya lagi beberapa saat setelahnya dan/atau di waktu makan berikutnya.
5 Cara Menghadapi Picky Eater
Meski Moms sudah merencanakan makanan bergizi, terkadang upaya ini sia-sia ketika Si Kecil mulai memasuki fase gerakan tutup mulut (GTM). Tak perlu khawatir, ada strategi untuk menghadapi anak picky eater. Berikut tipsnya:
1. Tawarkan Tanpa Memaksa
Saat anak memperlihatkan tanda-tanda GTM, berikan makanan dengan gestur dan nada netral, tanpa membujuk dan memaksa.
2. Ciptakan Momen Istimewa
Buat lingkungan menjadi nyaman, ruang makan rapi, dan hindari gangguan.
3. Atur Jadwal
Buat jadwal makan untuk makanan utama dan selingan yang teratur.
4. Prosedur
Berikan dalam porsi Kecil dan biarkan makan sendiri. Berikan porsi kecil sesuai kemampuan anak dan biarkan anak belajar makan sendiri (self-feeding) sesuai usia. Jika anak tidak tertarik makan, sesi makan dapat diakhiri setelah waktu yang cukup tanpa paksaan.
5. Atur Sikap
Berikan makanan utama terlebih dulu, baru minum. Hanya bolehkan membersihkan mulut ketika selesai makan.
Selain menerapkan pola makan yang sehat, Moms dapat melengkapi asupan gizi Si Kecil dengan memberikan segelas LACTOGROW 3 yang mengandung L. reuteri untuk membantu yang telah diteliti berperan dalam mendukung keseimbangan mikrobiota usus di saluran pencernaan. Susu ini juga dilengkapi dengan zat besi, omega 3, omega 6, serta 12 vitamin untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak dan mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Pemenuhan gizi utama tetap berasal dari pola makan seimbang sehari-hari.
Yuk Moms, kita jaga kesehatan pencernaan melalui pola makan sehat untuk anak! Dimulai dari kondisi saluran cerna yang sehat, kita dapat mendukungnya tumbuh sehat, aktif, dan bahagia. Pola makan sehat berperan penting dalam mendukung kesehatan fisik dan kesejahteraan anak secara keseluruhan.
Pertanyaan Seputar Pola Makan Sehat Untuk Anak
1. Bagaimana menyusun pola makan gizi seimbang?
Sesuai pedoman Isi Piringku, atur porsi sesuai jenis gizi makanan dalam satu piring, yakni sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta aneka ragam sayur dan buah segar.
2. Apa dampak pola makan tidak teratur pada pertumbuhan?
Moms perlu waspada, j pola makan yang tidak teratur dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi dan berdampak pada kesehatan secara umum.
Selain itu, kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan mengganggu proses tumbuh kembang Si Kecil.
References:
1. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian - Kemenkes. Retrieved 6th May 2026, from https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang
2. Balita - Kemenkes. Retrieved 6th May 2026, from https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/category/balita
3. SULIT MAKAN PADA BAYI DAN ANAK - IDAI. Retrieved 6th May 2026, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak
Artikel Terkait